Peran Strategis Anak Muda, Tulang Punggung Kebangkitan Umat

img-redaksi Widaningsih
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 11:11 WIB
Peran Strategis Anak Muda, Tulang Punggung Kebangkitan Umat
Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan umat dan bangsa. Mereka mempunyai tenaga, kreativitas, serta semangat yang dapat menjadi kekuatan untuk membawa perubahan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Generasi atau anak muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan umat dan bangsa. Mereka mempunyai tenaga, kreativitas, serta semangat yang dapat menjadi kekuatan untuk membawa perubahan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah menyampaikan nasihat tentang besarnya peran pemuda dalam kebangkitan suatu umat.

Beliau berkata: "Para pemuda pada setiap umat manapun, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan dinamisasi. Pemuda memiliki kekuatan yang produktif, kontribusi yang terus-menerus. Tidak akan bangkit suatu umat umumnya kecuali ada di pundak (ada kepedulian dan sumbangsih) para pemuda yang punya kepedulian dan semangat yang menggelora." (Majmu' Fatawa Bin Baz, 27:274).

Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa pemuda bukan sekadar penerus generasi sebelumnya. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk membangun dan memajukan umat melalui kontribusi nyata.

Karena itu, wahai generasi muda Muslim, jangan takut memiliki cita-cita tinggi. Jadilah pemuda yang kuat tauhidnya, luas ilmunya, bermanfaat karyanya, serta senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Gantungkanlah cita-cita setinggi langit, tetapi tetaplah berpijak di bumi dengan kerendahan hati. Jadikan kesuksesan dunia sebagai sarana mengumpulkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Sebab, generasi Muslim yang hebat bukan hanya mereka yang berhasil menaklukkan dunia, melainkan juga mereka yang mampu menjaga iman dan meraih keridaan Allah SWT.

Tulang Punggung Pergerakan Umat

Ketika ditanya apa fatwa mengenai nasihat untuk pemuda muslim di seluruh dunia, terhadap agama, masyarakat, dan umatnya? Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, menjelaskannya sebagai berikut :

Pertama, pemuda di setiap umat adalah tulang punggung yang membentuk komponen pergerakan. Karena mereka memiliki kekuatan yang produktif dan kontribusi (peran) yang terus-menerus. Dan pada umumnya, tidaklah suatu umat akan runtuh, karena masih ada pundak para pemuda yang punya kepedulian dan semangat yang membara.

ولقد علم أعداء الإسلام هذه الحقيقة ، فسعوا إلى وضع العراقيل في طريقهم ، أو تغيير اتجاههم ، إما بفصلهم عن دينهم ، أو إيجاد هوة سحيقة بينهم وبين أولي العلم ، والرأي الصائب ، في أمتهم ، أو بإلصاق الألقاب المنفِّرة منهم ، أو وصفهم بصفات ونعوت ، غير صحيحة ، وتشويه سمعة من أنار الله بصائرهم في مجتمعاتهم ، أو بتأليب بعض الحكومات عليهم "


"Musuh-musuh Islam telah mengetahui fakta ini. Mereka pun berusaha merintangi jalan para pemuda muslim, mengubah pandangan hidup mereka, baik dengan memisahkan mereka dari agama, menciptakan jurang antara mereka dengan ulama dan norma-norma yang baik di masyarakat. Mereka memberikan label yang buruk terhadap para ulama sehingga para pemuda menjauh, menggambarkan mereka dengan sifat dan karakter yang buruk, menjatuhkan reputasi para ulama yang dicintai masyarakat, atau memprovokasi penguasa untuk berseberangan dengan mereka." (Fatwa Syekh Ibnu Baz, 2: 365)

Berdasarkan penjelasan di atas, maka pemuda yang dijanjikan akan mendapatkan naungan dari Allah Ta'ala ialah yang memiliki peran penting dalam mengambil posisi strategis baik dalam hal keilmuan agama, disiplin ilmu, dan kebermanfaatan di lingkungan masyarakat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ


"Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali), kecuali naungan-Nya: … Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah…" (HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031)

Hadis yang agung tersebut menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mampu mendatangkan kebaikan bagi seorang pemuda muslim sekaligus menerangkan keutamaan bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang telah dijelaskan di hadis tersebut.

Salah seorang ulama masyhur berkata, "(Hadis ini menunjukkan) keutamaan pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah, sehingga dia selalu menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan." (Bahjatun Nazhirin, 1: 445)

Abul ‘Ula Al-Mubarakfuri berkata, "(Dalam hadis ini), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhususkan (penyebutan) ‘seorang pemuda' karena (usia) muda adalah (masa yang) berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya dorongan untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda. Maka, dalam kondisi seperti ini, untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah (tentu) lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya (nilai) ketakwaan (dalam diri orang tersebut)." (Tuhfatul Ahwadzi, 7: 57)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ


"Sesungguhnya Allah Ta'ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah." (HR Ahmad 2: 263; Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jamul Kabir 17: 309; dan lain-lain. Dinilai sahih dengan berbagai jalurnya oleh Syekh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 2843)

Inilah sosok pemuda muslim yang Allah Ta'ala cintai dan pemuda yang pandai dalam mensyukuri nikmat besar yang Allah Ta'ala anugrahkan kepadanya.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Peran Strategis Anak Muda, Tulang Punggung Kebangkitan Umat
Kalam
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 11:11 WIB
3 Perbedaan Ujian Orang Kaya dan Miskin Menurut Shaqiq Al-Balkhi
Kalam
Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:31 WIB
Muslim Ideal Itu, Menjadi Orang Kaya atau Miskin?
Kalam
Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:31 WIB