Media Israel Ungkap Usulan Kesepakatan Pembagian Kekuasaan antara Netanyahu dan Eisenkot

img-redaksi Syarifudin
Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:03 WIB
Media Israel Ungkap Usulan Kesepakatan Pembagian Kekuasaan antara Netanyahu dan Eisenkot
Orang-orang menghadiri rapat umum mantan Kepala Staf Umum dan pemimpin partai Yashar, Gadi Eisenkot menjelang pemilihan parlemen Israel (Knesset) di Tel Aviv, Israel, pada 25 Oktober 2026. Foto/Saeed Qaq/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Saluran televisi Israel melaporkan kesepakatan pembagian kekuasaan tengah dirancang. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan memimpin pemerintahan berikutnya selama dua tahun, kemudian menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin oposisi Gadi Eisenkot.

Sebagai imbalannya, Netanyahu akan pensiun dari dunia politik dan menerima pengampunan penuh terkait kasus-kasus korupsi yang saat ini menjeratnya.

Channel 14 Israel melaporkan Presiden Isaac Herzog tengah berupaya mendorong usulan tersebut, yang dapat membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan baru menyusul pemilihan umum parlemen hari Selasa yang tidak menghasilkan pemenang mutlak.

Menurut Channel 14, Herzog telah mengupayakan kesepakatan ini selama dua tahun, jauh sebelum masa kampanye pemilihan umum dan pengumuman hasil pemilu.

Saluran tersebut menyatakan usulan ini bisa menjadi opsi yang layak jika perolehan kursi parlemen saat ini tidak berubah.

Ditambahkan pula bahwa Netanyahu kemungkinan besar akan bersikeras untuk menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun pertama agar dapat terus bekerja sama dengan Presiden AS Donald Trump.

Namun, kantor Presiden Herzog dengan tegas membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan belaka."

"Hal itu tidak pernah terjadi. Kami tidak terlibat dalam spekulasi apa pun terkait proses penunjukan pihak untuk membentuk pemerintahan," demikian pernyataan kantor tersebut.

Pihaknya menambahkan hasil resmi pemilihan umum baru akan diserahkan kepada presiden pada hari Rabu depan.

Setelah itu, Herzog akan memulai konsultasi dengan berbagai fraksi di parlemen sesuai dengan wewenang konstitusional yang dimilikinya.

Hasil sementara yang dirilis pada Rabu malam—dengan 85% suara telah dihitung, belum termasuk surat suara khusus—menunjukkan blok Netanyahu mengamankan 53 kursi, sementara blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot (pemimpin partai Yashar) meraih 48 kursi. Adapun partai-partai Arab memperoleh 19 kursi, menurut Channel 12 Israel.

Dengan hasil tersebut, tidak ada pihak yang mencapai ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas di Knesset, parlemen yang beranggotakan 120 orang.

Proses penghitungan suara masih terus berlangsung, termasuk penghitungan surat suara khusus yang diberikan oleh tentara, narapidana, diplomat, serta pemilih yang sedang dirawat di rumah sakit.

Komite Pemilihan Umum Pusat menyatakan pada hari Selasa bahwa tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7%, naik 7,1 poin persentase dibandingkan pemilihan umum tahun 2022 dan merupakan angka tertinggi sejak 1999.

Netanyahu telah menjalani persidangan selama bertahun-tahun atas tuduhan korupsi yang mencakup penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kepercayaan.

Ia juga dicari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.

Sejak akhir 2022, ia memimpin pemerintahan sayap kanan yang secara luas dianggap sebagai pemerintahan paling ekstrem dalam sejarah Israel.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Mojataba: Iran Siap Hadapi Perang Total
International
Minggu, 01 November 2026 - 01:10 WIB
Dengan Berbagai Cara, Arab Saudi Cegah Invasi AS ke Iran
International
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:25 WIB
Pemilu Israel Berakhir Buntu, Ini 4 Jalan Keluarnya
International
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB