Kontingen DKI Jakarta kembali menunjukkan dominasinya di panggung catur nasional. Dengan meraih total 17 medali, terdiri atas enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu, Jakarta sukses mempertahankan gelar juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Ser
Kontingen DKI Jakarta kembali menunjukkan dominasinya di panggung catur nasional. Dengan meraih total 17 medali, terdiri atas enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu, Jakarta sukses mempertahankan gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 Tahun 2026 di Serang, Banten. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan konsistensi pembinaan catur Jakarta setelah sebelumnya meraih gelar juara umum pada Kejurnas Catur 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.
Enam medali emas Jakarta diraih oleh IM Satria Duta Cahaya di kategori Open, FM Syarif Mahmud di kategori Veteran, NM Claudio Lasama di kategori U-19 Putra, Steven Tan di kategori U-17 Putra, WCM Hillary Rooca Theng di kategori U-11 Putri, serta Evelyn Tria Lienora di kategori U-9 Putri.
Empat medali perak disumbangkan GM Novendra Priasmoro di kategori Open, WCM Theodora Paulina Walukow di kategori Senior Putri, Dominicus Winston Lin di kategori U-15 Putra, dan Haidar Manaf Abrisam di kategori U-7 Putra.
Adapun tujuh medali perunggu diraih IM Gilbert Elroy Tarigan di kategori Open, WGM Laysa Latifah di kategori Senior Putri, Clementia Adeline di kategori U-19 Putri, PM Uriel Noah Oloan Sidabutar di kategori U-17 Putra, Safin Aldebaran Amir di kategori U-13 Putra, Kyle Darrel Gunawan di kategori U-11 Putra, serta Kaiden Kamsari di kategori U-9 Putra.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh keluarga besar Percasi DKI Jakarta yang telah bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten," ujar Kenneth dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan buah dari persiapan matang, kedisiplinan, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet. Ia bersyukur target yang ditetapkan sebelum kontingen bertolak ke Serang berhasil tercapai.
"Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa," kata anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Kenneth, keberhasilan ini bukan sekadar tentang jumlah medali dan trofi, melainkan juga menjadi bukti bahwa pembinaan catur di Jakarta terus berjalan dengan baik. Ia mengaku bangga karena pecatur dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat nasional.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang mendampingi atlet sejak masa persiapan hingga pertandingan berakhir. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen organisasi Percasi DKI Jakarta.
"Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional," tutur alumnus PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu.
Dedikasikan Prestasi untuk Jakarta dan Generasi Muda
Kenneth mendedikasikan trofi juara umum Kejurnas Catur 2026 kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan seluruh masyarakat Jakarta yang telah mendukung perkembangan olahraga, khususnya cabang catur. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober juga menjadi alasan bagi Kenneth untuk mempersembahkan pencapaian tersebut kepada generasi muda Indonesia. Ia berharap prestasi itu dapat menginspirasi para pemuda dan pemudi untuk terus bekerja keras serta berani mengejar cita-cita.
"Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM, dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya juga mempersembahkan pencapaian ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa," ungkapnya.
Meski berhasil mempertahankan gelar, Kenneth mengingatkan seluruh jajaran Percasi DKI Jakarta agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan, pencapaian tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
"Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.
Kenneth juga menyoroti rencana penyelenggaraan Kejurnas Catur 2027 di Jakarta, yang bertepatan dengan momentum peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menunjukkan kesiapan Jakarta dalam menyelenggarakan kejuaraan catur tingkat nasional.
"Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi," kata Kenneth, yang juga menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta.
Ia berharap keberhasilan mempertahankan gelar juara umum dapat menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus mengukir prestasi. "Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Jakarta juara, catur Indonesia semakin berjaya," pungkasnya.
Salah satu penyumbang medali emas bagi Jakarta, WCM Hillary Rooca Theng, turut mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil membantu kontingen mempertahankan gelar juara umum. Hillary mengatakan, persiapan intensif bersama pelatih Kristianus Liem menjadi salah satu faktor penting dalam meraih hasil maksimal. Ia mengakui persaingan di Kejurnas Catur 2026 berlangsung ketat, dengan pecatur Jawa Timur menjadi salah satu lawan terberatnya.
"Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus," tutur Hillary.
Sementara itu, Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, menilai persaingan tahun ini berlangsung sengit karena kejuaraan digelar di Pulau Jawa dan diikuti hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah. "Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak," kata Upi.
(yov)