Rapper AS Macklemore terus berjuang untuk Palestina. Foto/X/@QudsNen
DUBLIN -
Rapper Amerika, Macklemore, berjanji untuk terus berjuang demi Palestina hingga "embusan napas terakhirnya". Pernyataan ini muncul menyusul keretakan hubungannya dengan penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, akibat dukungannya terhadap rakyat Palestina.
Saat berbicara dalam pembukaan tur Free Palestine di Dublin pada hari Selasa, Macklemore menegaskan bahwa ia bangga dapat berdiri bersama rakyat Palestina.
Sambil mengibarkan bendera Palestina, ia menyatakan akan terus berjuang demi "pembebasan kolektif" hingga "embusan napas terakhirnya".
Para penggemar yang datang dari berbagai penjuru negeri tampak mengenakan kaus pro-Palestina, topi berhiaskan bendera Palestina, serta syal keffiyeh—simbol identitas Palestina. Sepanjang konser, mereka terus menyerukan slogan "Bebaskan, bebaskan Palestina".
Tiket konser tersebut terjual habis dengan cepat; sebanyak 13.000 tiket untuk pertunjukan di 3Arena, Dublin, ludes dalam hitungan menit. Macklemore telah berkomitmen untuk menyumbangkan hasil dari tur ini kepada berbagai organisasi yang mendukung rakyat Palestina.
Tur yang mencakup tiga kota ini digelar setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian konser Ed Sheeran, menyusul pernyataan sang rapper yang mendukung Palestina.
Keretakan hubungan antara kedua penyanyi tersebut bermula saat Macklemore, yang tampil sebagai penampil pembuka untuk Ed Sheeran dalam sebuah konser di New Jersey pada bulan September, mengatakan bahwa ia ingin menyampaikan dua kata yang "sangat berarti" baginya, yaitu: "Bebaskan Palestina".
"Dua kata itu terasa begitu mengancam bagi sebagian orang, sehingga kita lebih memilih untuk membungkam kedua kata tersebut daripada menghadapi makna yang sebenarnya... Entah bagaimana, kata-kata itu justru menjadi lebih kontroversial daripada penderitaan yang membuat kata-kata tersebut harus diucapkan," ujarnya di atas panggung dalam rangkaian tur Free Palestine.
Tur ini juga melibatkan sejumlah penyanyi dan grup musik lain yang mendukung Palestina, dan akan berlanjut di Paris serta London minggu ini. Tur di Amerika Serikat juga telah direncanakan, dengan jadwal yang akan diumumkan kemudian.
Macklemore telah berulang kali mengecam Israel atas genosida yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina. Pada Mei 2024, ia merilis "Hind's Hall," sebuah lagu protes untuk mengenang Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia lima tahun yang tewas di tangan pasukan Israel di Gaza.
Sejak rezim Israel memulai perang genosida terhadap rakyat Palestina pada Oktober 2023, lebih dari 74.000 orang telah terbunuh oleh rezim tersebut. Komisi Penyelidikan PBB baru-baru ini menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.
(ahm)