5 Strategi Mojtaba Dorong Iran Jadi Negara Adidaya, Kembangkan Sains dan Bentuk Tatanan Dunia Baru

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:30 WIB
5 Strategi Mojtaba Dorong Iran Jadi Negara Adidaya, Kembangkan Sains dan Bentuk Tatanan Dunia Baru
Mojtaba Khamenei dorong Iran jadi negara adidaya. Foto/Press TV
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, memaparkan peta jalan komprehensif untuk mewujudkan "Iran yang semakin kuat" atau menjadi negara adidaya. Beliau menyerukan kepada kaum elite untuk mendobrak batasan-batasan ilmiah dan menggeser pusat pengetahuan dunia ke arah Iran.

Vertepatan dengan peringatan wafatnya Sayyidah Fatimah Zahra, Mojtaba menyampaikan pesan kepada para peraih medali Iran di bidang sains dan olahraga.

Ayatollah Khamenei mengucapkan selamat kepada rakyat Iran atas keberhasilan yang diraih baru-baru ini dalam berbagai Olimpiade sains—meliputi bidang astronomi, matematika, fisika, kimia, biologi, ilmu komputer, kecerdasan buatan, dan humaniora—serta atas pencapaian gemilang mereka di kancah olahraga internasional.

"Motivasi dan harapan yang dimiliki oleh kaum elite kita untuk membawa perubahan bagi negara ini merupakan nyala api terang yang telah saya saksikan—baik dari dekat maupun jauh—selama bertahun-tahun bahkan berdekade-dekade."

Pemimpin Revolusi Islam secara khusus memuji para atlet yang telah bekerja keras dalam menunjukkan vitalitas dan kekuatan Iran kepada dunia. Beliau juga menyoroti peran para atlet perempuan yang "membuat simbol kehormatan busana perempuan Iran bersinar di mata dunia."

5 Strategi Mojtaba Dorong Iran Jadi Negara Adidaya, Kembangkan Sains dan Bentuk Tatanan Dunia Baru

1. Ajak Muda Kembangkan Sains

Saat mendefinisikan hakikat seorang elite, beliau menyatakan, "Kaum elite yang sesungguhnya bukanlah orang-orang yang—hanya karena memiliki bakat dan kecerdasan luar biasa—menganggap diri mereka lebih istimewa daripada orang lain, atau hanya memikirkan keinginan pribadi yang bersifat sementara."

"Seorang elite adalah sosok yang memiliki kepedulian mendalam untuk mengembangkan kemampuannya, memandang dirinya sebagai anggota masyarakat yang bermanfaat, serta menggunakan bakat dan potensinya demi kemajuan diri sendiri maupun masyarakatnya." Ayatollah Khamenei menyoroti dampak nyata dari kalangan elite Iran dalam menyelesaikan berbagai persoalan di dunia nyata. "Kalangan elite Iran telah membuktikan bahwa pengetahuan dan bakat dapat diubah menjadi sarana untuk mengatasi masalah-masalah nyata yang dihadapi oleh masyarakat dan negara."

"Mulai dari penelitian sel punca, nanoteknologi, dan bioteknologi, hingga teknologi kedirgantaraan mutakhir serta teknologi di sektor industri, pertambangan, kedokteran, pertanian, energi nuklir, dan infrastruktur; mereka secara konsisten berupaya menerapkan pengetahuan, keahlian ilmiah, dan kemampuan mereka untuk tujuan praktis."

"Kita semua dapat melihat dampak dan wujud nyata dari gerakan progresif ini dalam kehidupan kita sehari-hari."

Pemimpin Tertinggi tersebut menyebutkan contoh-contoh seperti listrik yang dihasilkan oleh turbin buatan Iran, instalasi desalinasi berbasis pengetahuan, drone pertanian, teknologi canggih di Institut Royan, serta radiofarmaka, satelit penginderaan jauh, dan berbagai kemajuan terobosan di sektor pertahanan dan militer.

2. Membentuk Tatanan Dunia Baru

"Kekuatan Iran bergantung pada kemampuan ilmiah dan teknologinya. Pilar utama ini merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan peran Iran dalam konstelasi global yang sedang berkembang serta tatanan dunia baru."

Pemimpin Tertinggi menyoroti permusuhan dari pihak-pihak yang memusuhi Iran, seraya menegaskan bahwa kejahatan yang mereka lakukan menjadi bukti betapa krusialnya peran kalangan elite dalam menjaga kekuatan Iran.

"Musuh yang sama—yang telah membunuh para ilmuwan terkemuka dan tokoh elite berpengaruh di masyarakat kita selama ‘Perang yang Dipaksakan' (Imposed Wars) kedua dan ketiga—bahkan jauh sebelumnya, baik di lingkungan akademis maupun dalam kehidupan sehari-hari mereka—tidak sanggup melihat Iran maju dan menjadi semakin kuat."

Seraya memberikan peringatan mengenai perang psikologis dan budaya yang dilancarkan oleh Barat, Pemimpin Tertinggi menyatakan, "Mereka menggunakan segala cara dan metode untuk melemahkan kalangan elite Iran tercinta. Upaya ini mencakup penyebaran rasa putus asa dan hilangnya semangat di kalangan elite, penguasaan terhadap pikiran dan jiwa mereka, penjeratan masyarakat ke dalam cengkeraman neokolonialisme, serta mengubah mereka sekadar menjadi roda penggerak dalam mesin penjarahan dan kapitalisme Barat."

Akan tetapi, Ayatollah Khamenei menegaskan bahwa musuh tidak menyadari fakta bahwa "setiap tetes darah yang tumpah dari tubuh para syuhada bangsa ini—mulai dari kalangan elite, ilmuwan, profesor, mahasiswa, hingga pelajar—telah memicu, dan terus memicu, badai tekad serta kemajuan."

3. Memecahkan Masalah yang Belum Selesai

Seraya merenungkan peradaban Iran yang telah ada sejak zaman dahulu dan membandingkannya dengan dua abad stagnasi pada era Qajar dan Pahlavi, Sang Pemimpin menyoroti pesatnya pertumbuhan ilmiah dalam tiga dekade terakhir. Beliau mencatat bahwa sebagian besar dari kemajuan tersebut "berkat langkah-langkah dan arahan khusus dari Pemimpin kita yang syahid dan mulia—semoga Allah menyucikan jiwa beliau yang murni."

Ayatollah Khamenei menyatakan bahwa perang yang dipaksakan baru-baru ini menunjukkan bahwa lonjakan ilmiah yang baru haruslah "mendalam sekaligus dipercepat."

Untuk mencapai tujuan tersebut, Sang Pemimpin menjabarkan strategi komprehensif bagi para pejabat dan komunitas akademis.

Beliau menekankan perlunya rencana yang serius, praktis, dan terarah dengan jelas untuk memajukan ilmu-ilmu dasar serta humaniora. Beliau mencatat bahwa disiplin ilmu seperti fisika, kimia, biologi, dan matematika merupakan penggerak utama di balik kemajuan ilmiah dan teknologi suatu bangsa.

Bersamaan dengan pengembangan fondasi ini, beliau mengarahkan perhatian yang berkelanjutan terhadap realitas yang belum terungkap, serta upaya tak kenal lelah untuk memecahkan masalah-masalah yang belum terselesaikan dalam bidang-bidang seperti matematika.

Sang Pemimpin menyatakan bahwa landasan dari setiap kemajuan ilmiah yang sejati terletak pada kreativitas dan inovasi.

Beliau menyerukan terciptanya lingkungan yang mendorong imajinasi positif dan keberanian ilmiah, yang didukung oleh insentif bermakna bagi mereka yang menawarkan solusi praktis dan kreatif.

Hal yang tak kalah penting, menurut Sang Pemimpin, adalah perlunya kemandirian dalam mengatasi tantangan ilmiah dan hambatan teknologi. Kemandirian ini akan membangun kekuatan internal yang diperlukan untuk keterlibatan lintas negara dan pengaruh di tingkat global.

4. Menjembatani Dunia Akademis dan Industri

Untuk memastikan pencapaian ilmiah ini diterjemahkan menjadi kemajuan nasional yang nyata, beliau menyoroti pentingnya menjembatani kesenjangan antara dunia akademis dan industri.

Dengan membina kerja sama sejak tahap awal pendidikan siswa serta memfasilitasi perusahaan berbasis pengetahuan, Ayatollah Khamenei menyatakan bahwa karya praktis para profesor dan mahasiswa harus beralih dari laboratorium universitas langsung ke bengkel dan pabrik, guna menjawab tantangan-tantangan paling mendesak di negara ini.

Lebih lanjut, Sang Pemimpin menegaskan bahwa kaum elite harus memainkan peran langsung dan efektif dalam perencanaan serta perumusan kebijakan. Beliau mendesak para pejabat untuk "memanfaatkan sepenuhnya kapasitas individu, pemikiran rasional, dan kebijaksanaan kolektif dari kalangan elite yang berkomitmen."

5. Menjadi Bahasa Persia sebagai Bahasa Ilmiah

Menutup pesannya, Sang Pemimpin memaparkan sebuah visi untuk masa depan.

"Jika jalan ini ditempuh dengan tepat, maka pusat gravitasi dan simpul-simpul utama pengetahuan—khususnya dalam beberapa ilmu dasar—akan bergeser secara bertahap dari negara-negara Barat ke Iran."

Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, ungkap Sang Pemimpin, Republik Islam Iran akan muncul sebagai otoritas terkemuka di bidang sains dan teknologi, sekaligus mewujudkan "tujuan yang telah dicanangkan oleh Pemimpin kita yang bijaksana dan telah gugur sebagai syahid, yakni menjadikan bahasa Persia sebagai salah satu bahasa ilmiah utama di dunia."

Sang Pemimpin memanjatkan doa agar, berkat berkah dari darah para syuhada serta doa Imam Mahdi, lonjakan ilmiah yang mendalam ini dapat membuka jalan bagi terwujudnya peradaban baru Islam-Iran.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Qatar Sangkal Ikut Campur dalam Pemilu Israel
International
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 19:28 WIB
Para Pemimpin Oposisi Israel Ingin Bentuk Pemerintahan Secepat Mungkin
International
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 18:28 WIB