Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Diminta Sportif dan Peduli Lingkungan

img-redaksi Susanto
Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:37 WIB
Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Diminta Sportif dan Peduli Lingkungan
Potret generasi muda peduli isu lingkungan. Gelorakan semangat dan sportivitas di tengah peringatan Sumpah Pemuda. Foto: Kolase
A
A
A
JAKARTA - Semangat Sumpah Pemuda dinilai perlu diwujudkan melalui sikap sportif, kepedulian sosial, dan aksi nyata menjaga lingkungan. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjunjung sportivitas dalam olahraga, tetapi juga berperan aktif mengawal persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data dari SiPongi dan BNPB terus mencatat ribuan titik panas yang menyebar di berbagai wilayahIndonesia – bukan lagi bencana alam yang tak terduga, melainkan bukti nyata bahwa pengelolaan lahan dan gambut kita selama ini perlu perhatian lebih dari pemerintah.

Aktivis perempuan asal Nusa Tenggara Timur, Raineldis Bero, mengatakan semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk melindungi lingkungan. Menurut dia, keterlibatan generasi muda tidak cukup sebatas kampanye, tetapi juga perlu mencakup pengawasan kebijakan dan evaluasi upaya pencegahan karhutla.

"Kita sudah punya peta, sudah punya data, sudah punya peraturan – tapi kenapa titik-titik rawan tetap dibiarkan terbuka, sementara banyak izin lahan masih tumpang tindih dan sulit dilacak oleh masyarakat biasa?" kata Raineldis kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Ia menilai penanganan karhutla perlu lebih menekankan pencegahan daripada hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah meluas. Menurut Raineldis, keterbukaan informasi mengenai perizinan lahan, kondisi gambut, dan pelaksanaan program perlindungan hutan diperlukan agar masyarakat, termasuk pemuda dan masyarakat adat, dapat ikut mengawasi kebijakan lingkungan.

Raineldis juga mengingatkan agar penanganan karhutla tidak hanya menyoroti pembakaran oleh petani kecil, tetapi turut mengevaluasi pengelolaan lahan berskala besar. Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penerapan sanksi terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan. Namun, penilaian mengenai pelanggaran dan tanggung jawab setiap pihak perlu didasarkan pada data serta hasil pemeriksaan yang dapat diverifikasi.

Menurut dia, pemuda di wilayah hutan dan kawasan rawan kebakaran kerap berada dekat dengan persoalan lingkungan, tetapi belum selalu memiliki akses memadai terhadap dokumen perizinan dan data pengelolaan hutan. Karena itu, ia mendorong keterlibatan mereka dalam forum pengambilan keputusan serta pemantauan program pencegahan dan pemulihan lingkungan.

"Persatuan Sumpah Pemuda tidak bisa hanya berarti pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk foto bersama, melainkan bersatu untuk menuntut transparansi di seluruh wilayah nusantara," ujarnya.

Raineldis berharap peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat gerakan generasi muda lintas daerah dalam mengawal kebijakan lingkungan. Ia menekankan bahwa komitmen menjaga satu tanah air perlu diwujudkan melalui pengawasan yang konsisten, keterbukaan data, dan langkah pencegahan karhutla yang dapat dievaluasi publik.

"Kita bukan generasi yang hanya menerima warisan hutan yang indah di buku pelajaran; kita adalah generasi yang harus berani membongkar semua alasan palsu yang membuat bumi kita terus terluka tahun demi tahun," tuturnya.
(sto)
See original source
link link link link
Berita Terkait
19 Perenang Siap Taklukkan Selat Madura dalam Xtreme Impact 2026
Sports
Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:56 WIB