Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa di Kanada. Foto/global news
ONTARIO - Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, terpilih menjadi Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, setelah mengalahkan wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Bonnie Crombie dalam pemilihan pada 26 Oktober 2026.
Kemenangan Tedjo menjadi sorotan karena dia merupakan putra keluarga imigran asal Indonesia. Pria yang tumbuh di Mississauga sejak berusia empat tahun itu kini bersiap memimpin salah satu kota besar di Kanada.
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang diberitakan, Tedjo memperoleh 74.479 suara atau sekitar 39,21 persen. Dia unggul atas Carolyn Parrish yang meraih 51.853 suara atau 27,30 persen, serta Bonnie Crombie dengan 43.191 suara atau 22,74 persen.
Kemenangan tersebut menjadi puncak perjalanan panjang Tedjo di dunia politik. Sebelum terpilih sebagai wali kota, dia pernah mengalami kekalahan dalam pemilihan legislatif Ontario dan kontestasi wali kota pada 2024.
1. Anak Imigran asal Indonesia
Alvin Tedjo berasal dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia. Ayahnya, dr. Anto Tedjo, berasal dari Padang, Sumatera Barat.
Keluarga Tedjo pindah ke Kanada ketika Alvin masih berusia empat tahun. Keputusan tersebut diambil untuk mencari kehidupan yang lebih baik sekaligus membuka peluang masa depan bagi anak-anak mereka.
Perjalanan keluarga ini tidak selalu mudah. Ayahnya dikabarkan pernah bekerja sebagai pencuci piring dan pengantar makanan sebelum membangun kehidupan yang lebih mapan di Kanada.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga imigran turut membentuk pandangan Tedjo mengenai kesempatan ekonomi, keterjangkauan biaya hidup, dan pentingnya pelayanan publik.
Mississauga kemudian menjadi kota yang membesarkan Tedjo. Di tempat inilah dia menempuh pendidikan, membangun karier, membina keluarga, hingga akhirnya mendapatkan mandat untuk memimpin pemerintahan kota.
2. Aktif Berorganisasi sejak Sekolah
Ketertarikan Tedjo terhadap dunia kepemimpinan telah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah.
Dia pernah menjabat sebagai ketua dewan siswa selama dua tahun di Father Michael Goetz Secondary School. Tedjo juga terlibat dalam komite penasihat pemuda bagi wali kota Mississauga.
Dalam perjalanan tersebut, dia pernah bertemu dengan Hazel McCallion, mantan wali kota yang dikenal karena masa kepemimpinannya yang panjang.
Pengalaman itu memperkuat ketertarikannya terhadap pemerintahan lokal dan pelayanan masyarakat.
Tedjo kemudian melanjutkan pendidikan di Queen's University, Ontario. Dia mengambil ilmu politik dan meraih gelar Bachelor of Arts pada 2007.
Dia juga menempuh pendidikan di Harvard Extension School, Amerika Serikat. Pada 2020, Tedjo meraih gelar Master of Liberal Arts dengan spesialisasi Digital Media Design.
3. Berkarier di Bidang Kebijakan dan Pendidikan
Sebelum terjun lebih jauh ke politik, Tedjo membangun pengalaman profesional di bidang komunikasi, kebijakan publik, pendidikan, dan hubungan pemerintahan.
Dia pernah bekerja di Ontario Undergraduate Student Alliance, organisasi yang memperjuangkan kepentingan mahasiswa di Ontario.
Pada 2012, Tedjo bergabung dengan Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario sebagai penasihat komunikasi senior sebelum menangani bidang kebijakan.
Kariernya berlanjut di Sheridan College. Dia mengemban tanggung jawab dalam hubungan pemerintahan sebelum melanjutkan kiprah profesional di Magnet dan Toronto Metropolitan University.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Tedjo dalam memahami proses penyusunan kebijakan, pengelolaan komunikasi publik, dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.
4. Pernah Kalah dalam Kontestasi Politik
Jalan Tedjo menuju kursi wali kota tidak berlangsung mulus.
Pada pemilihan legislatif Ontario 2018, dia maju sebagai kandidat Partai Liberal Ontario di daerah pemilihan Oakville North–Burlington. Namun, dia gagal memenangkan kursi tersebut.
Tedjo juga mengikuti kontestasi pemilihan ketua Partai Liberal Ontario pada periode 2019–2020, tetapi tidak keluar sebagai pemenang.
Kesempatan berikutnya datang pada 2022. Dia terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2, wilayah yang mencakup Clarkson dan Lorne Park.
Sebagai anggota dewan kota, Tedjo terlibat dalam pembahasan berbagai persoalan lokal, mulai dari perumahan, transportasi, lingkungan, hingga anggaran pemerintah.
Pada pemilihan wali kota sela 2024, dia kembali mencoba peruntungan. Namun, saat itu Tedjo belum berhasil mengalahkan Carolyn Parrish.
Kekalahan tersebut tidak membuatnya mundur. Pada pemilihan Oktober 2026, dia kembali maju dan berhasil mengungguli Parrish serta Bonnie Crombie.
5. Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Tantangan
Kemenangan dalam pemilihan wali kota menjadi awal dari tantangan yang lebih besar bagi Tedjo.
Dia harus menghadapi berbagai persoalan perkotaan, termasuk keterjangkauan biaya hidup, kebutuhan perumahan, transportasi, keamanan lingkungan, dan kualitas pelayanan publik.
Persoalan tersebut membutuhkan kebijakan yang tidak hanya menarik secara politik, tetapi juga dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan anggaran dan kebutuhan warga.
Tedjo membawa janji perubahan dan pendekatan yang lebih responsif terhadap masyarakat. Namun, efektivitas kepemimpinannya nantinya akan dinilai berdasarkan kemampuan menerjemahkan janji kampanye menjadi hasil nyata.
Dia dijadwalkan mulai menjabat pada 15 November 2026.
6. Berkeluarga dan Menetap di Mississauga
Di luar aktivitas politik, Tedjo menjalani kehidupan keluarga bersama istrinya, Rebecca. Mereka memiliki tiga anak dan tinggal di kawasan Clarkson, Mississauga.
Keterikatannya dengan kota tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya. Mississauga bukan sekadar wilayah yang ingin dipimpinnya, melainkan tempat dia tumbuh dan membangun kehidupan.
Kisah Tedjo juga memperlihatkan perjalanan generasi keluarga imigran yang mampu berpartisipasi dalam pemerintahan di negara tempat mereka menetap.
Perjalanannya dari anak keluarga imigran menjadi wali kota terpilih memperlihatkan bahwa keterlibatan dalam politik lokal dapat membuka jalan bagi seseorang untuk ikut menentukan arah pembangunan kota tempatnya tinggal.
(sya)