Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan. Foto/anadolu
TEL AVIV - Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, mengatakan para pemilih di Israel telah "memecat pemerintahan Netanyahu". Ia berjanji untuk bekerja sama dengan mitra-mitra politik guna membentuk pemerintahan yang baru.
"Kita telah mendapatkan kesempatan bersejarah untuk membentuk pemerintahan yang benar-benar membawa perubahan di Israel, dan kita tidak berniat untuk menyia-nyiakan kesempatan ini," tulisnya di platform X.
Golan memberikan apresiasi kepada para pendukung yang telah melakukan aksi protes selama empat tahun, bergabung dengan partai tersebut, serta berkampanye untuk meyakinkan para pemilih.
"Kami akan melakukan segalanya untuk memastikan pemerintahan seperti itu terbentuk," ujarnya. "Kami siap bekerja sama dengan semua mitra kami, menjembatani perbedaan, dan memikul tanggung jawab. Publik telah bersuara. Kini giliran kita untuk bekerja."
Pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, telah mendesak Netanyahu untuk mundur.
Menurut laporan Channel 12 Israel, Lieberman—yang merupakan mantan menteri keuangan sekaligus mantan wakil perdana menteri—menyatakan dalam pidato di kantor pusat partainya bahwa para anggota partai Likud harus menyingkirkan Netanyahu.
"Jika ia pergi, maka akan ada peluang untuk membangun kembali kubu nasional," ujar Lieberman mengenai perdana menteri Israel tersebut.
Pemimpin partai Yisrael Beiteinu itu juga mengungkapkan keraguan terkait hasil jajak pendapat saat pemungutan suara (exit polls), dengan mengatakan, "Saya tidak yakin jajak pendapat tersebut mencerminkan hasil yang sebenarnya."
(sya)