Para pendukung partai-partai Arab merayakan keberhasilan dalam pemilu Israel. Foto/aljazeera
NAZARETH - Mantan anggota parlemen Arab di Knesset Israel, Osama Saadi, menyambut baik perolehan kursi yang diprediksi diraih oleh Joint List (Daftar Bersama). Dia mendedikasikan pencapaian tersebut bagi rakyat Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem Timur yang diduduki.
"Kita telah menjatuhkan pemerintahan fasis ini, pemerintahan yang melakukan genosida, pemerintahan yang melakukan pembersihan etnis," ujarnya di Nazareth.
Pengacara tersebut mengatakan rakyat Palestina di mana pun berada, beserta para pendukung di seluruh dunia, telah menantikan "momen bersejarah dan kabar baik dari kota Nazareth ini".
Saadi juga memuji para pemilih Palestina di wilayah Galilea, Segitiga (Triangle), dan Negev, serta menyampaikan salam kepada para tahanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel.
Jajak pendapat (exit poll) dari lembaga penyiaran publik Kan memprediksi Joint List akan meraih 11 kursi, sementara Ra'am mendapatkan tujuh kursi. Hasil akhir masih belum diketahui, dan susunan pemerintahan berikutnya pun belum ditentukan.
Mansour Abbas, pemimpin Ra'am—atau United Arab List (Daftar Arab Bersatu)—menyatakan partai politiknya akan mengubah realitas di Israel pascapemilu.
"Kami akan mengubah mandat yang kami terima menjadi realitas baru di negara ini," kata Abbas, sebagaimana dilaporkan oleh Channel 12 Israel.
Berdasarkan jajak pendapat atau hasil hitung cepat tidak resmi, Ra'am diprediksi akan memenangkan tujuh kursi di Knesset.
(sya)