Senator sayap kanan Brasil, Flavio Bolsonaro, telah melarikan diri ke Amerika Serikat. Foto/anadolu
BRASILIA - Senator sayap kanan Brasil, Flavio Bolsonaro, telah melarikan diri ke Amerika Serikat menyusul kekalahannya dalam pemilihan umum melawan petahana Luiz Inacio Lula da Silva. Demikian dilaporkan Reuters dan media Brasil, Jovem Pan, pada hari Selasa (27/10/2026), dengan mengutip sejumlah sumber.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada AP pada hari Selasa bahwa Bolsonaro dan keluarganya akan diberikan visa AS.
Flavio Bolsonaro—putra dari mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang kini dipenjara, sekaligus sekutu mantan Presiden AS Donald Trump—kalah tipis dalam putaran kedua pemilihan umum hari Minggu melawan Lula, meskipun ia sempat memperoleh suara terbanyak pada putaran pertama awal bulan ini.
Ia saat ini sedang diselidiki atas dugaan pencucian uang dan penghindaran mata uang yang melibatkan hubungan keuangan dengan pengacara Willer Tomaz serta sejumlah bisnis yang terkait dengan perjudian daring.
Flavio Bolsonaro juga menghadapi penyelidikan terpisah terkait dugaan penyimpangan dalam pendanaan Dark Horse, sebuah film biografi tentang ayahnya. Bolsonaro membantah telah melakukan kesalahan.
Saudaranya, Eduardo—yang juga seorang politisi—pindah ke AS pada Februari 2025 dengan alasan kekhawatiran akan persekusi politik dan penangkapan.
Eduardo kemudian dinyatakan bersalah karena berupaya mengintervensi proses peradilan terhadap ayahnya dengan melobi Washington agar menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat Brasil. Eduardo, yang hingga kini masih berada di AS, dijatuhi hukuman empat tahun dua bulan penjara pada Juni 2026.
Awalnya, Flavio Bolsonaro menolak mengakui hasil pemilihan umum dan bersumpah akan menuntut pembatalannya, dengan alasan adanya perpanjangan waktu pemungutan suara selama dua jam.
"Mereka tidak akan bisa membungkam saya. Mereka tidak akan bisa mengintimidasi saya. Mari kita tetap tegak dan terus berjuang demi Brasil kita, apa pun yang terjadi," ujar Flavio Bolsonaro dalam video yang diunggah pada hari Senin, meskipun belakangan ia membatalkan tuntutannya untuk membatalkan hasil pemilihan.
Pada hari Senin, Flavio Bolsonaro diberi waktu 24 jam untuk menyerahkan paspornya sebagai bagian dari penyelidikan yang melibatkan Tomaz.
Dokumen-dokumen tersebut dilaporkan telah dibatalkan pada hari Selasa setelah ia gagal memenuhi tenggat waktu tersebut.
Flavio Bolsonaro, yang berpotensi menghadapi tuntutan hukum di pengadilan tingkat lebih rendah setelah masa jabatannya sebagai senator berakhir pada 31 Januari, sempat bersikeras pada hari Senin bahwa ia tidak memiliki rencana untuk melarikan diri.
Trump juga mempertanyakan hasil pemilihan umum tersebut. "Pemilihan itu terlihat sangat buruk, terutama cara penghitungan suaranya," ujarnya kepada para wartawan pada hari Senin. "Perpanjangan waktu yang diberikan itu sangat aneh."
Menurut Mahkamah Pemilihan Umum Brasil, kedua kubu kampanye sempat meminta perpanjangan waktu pemungutan suara selama dua jam pada hari pemilihan, dengan alasan adanya kendala yang dihadapi para pemilih.
Ayah Bolsonaro saat ini tengah menjalani hukuman penjara selama 27 tahun karena merencanakan kudeta setelah kalah dalam pemilihan umum 2022 melawan Lula.
Bolsonaro senior juga sempat pergi ke Amerika Serikat setelah kekalahannya, sebelum akhirnya kembali ke Brasil. Ia membantah melakukan kesalahan dan berargumen bahwa kasus tersebut bermotif politik.
Lula sebelumnya pernah menjabat sebagai presiden selama dua periode, dari tahun 2003 hingga 2010. Ia sempat dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan umum 2018 setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi dan dipenjara.
Mahkamah Agung Brasil kemudian membatalkan vonis tersebut, memulihkan hak-hak politiknya, dan memungkinkannya untuk maju dalam pemilihan umum 2022, di mana ia berhasil mengalahkan Jair Bolsonaro.
Lula juga membantah melakukan kesalahan dan bersikeras bahwa kasus korupsi yang menjeratnya bermotif politik.
(sya)