Presiden Kongres Yahudi Dunia Sebut Israel Kini Jadi Republik Pisang

img-redaksi Syarifudin
Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:31 WIB
Presiden Kongres Yahudi Dunia Sebut Israel Kini Jadi Republik Pisang
Presiden Kongres Yahudi Dunia Ronald Lauder di Oswiecim, Polandia, pada 27 Januari 2025. Foto/Jakub Porzycki/Anadolu Agency
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Kongres Yahudi Dunia, Ronald Lauder, melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia memperingatkan Israel semakin menyerupai "republik pisang" dan menuduh sang perdana menteri memusatkan kekuasaan di tangannya sendiri, seraya lebih mengutamakan kepentingan politik pribadi daripada kepentingan negara.

Dalam wawancara dengan surat kabar Israel, Haaretz, Lauder—seorang miliarder asal Amerika yang dulunya merupakan sekutu dekat Netanyahu—menyatakan kekhawatiran yang kian mendalam mengenai arah politik Israel serta terkikisnya institusi-institusi demokrasi di negara tersebut.

Lauder mengatakan ia memutuskan untuk mengakhiri sikap diam yang telah ia pegang selama ini karena merasa khawatir akan masa depan negara yang telah ia dukung sepanjang sebagian besar hidupnya.

Kritiknya berfokus pada apa yang ia gambarkan sebagai gaya pemerintahan Netanyahu yang semakin terpusat; di mana berbagai keputusan dibentuk oleh kepentingan politik sang perdana menteri beserta lingkaran dalamnya, alih-alih didasarkan pada pertimbangan nasional yang lebih luas.

Menurut Lauder, masalah ini melampaui sekadar keputusan kebijakan tertentu, melainkan mencerminkan pelemahan norma-norma demokrasi dan akuntabilitas kelembagaan secara lebih luas.

Pernyataan ini menjadi sangat signifikan mengingat hubungan panjang antara Lauder dan Netanyahu, serta peran penting Lauder dalam berbagai organisasi Yahudi Amerika yang selama ini mendukung Israel.

Lauder pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Austria pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan dan telah memimpin Kongres Yahudi Dunia sejak tahun 2007.

Dalam kapasitas tersebut, ia telah menjalin hubungan dengan para pemimpin politik di seluruh dunia, melakukan advokasi bagi Israel, serta menangani berbagai isu yang berdampak pada komunitas Yahudi secara internasional.

Penyebutannya mengenai Israel sebagai "republik pisang" menandai perubahan drastis dari dukungannya terhadap Netanyahu di masa lalu, sekaligus mencerminkan kekhawatirannya terkait pemusatan otoritas politik dan melemahnya mekanisme pengawasan kelembagaan terhadap kekuasaan pemerintah.

Kritik ini juga menyoroti ketegangan yang kian meningkat antara Netanyahu dan sejumlah tokoh dalam komunitas Yahudi internasional—pihak-pihak yang selama ini secara tradisional membela institusi politik serta kredibilitas demokrasi Israel.

Sebagai seseorang yang pernah menjadi sekutu dekat dengan koneksi mendalam di lingkaran politik Israel maupun Amerika, pernyataan Lauder ini menggarisbawahi kekhawatiran mengenai arah kepemimpinan Netanyahu serta masa depan tata kelola demokrasi di Israel.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Presiden Kongres Yahudi Dunia Sebut Israel Kini Jadi Republik Pisang
International
Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:31 WIB
Amerika Bombardir Duluan, tapi Trump Sebut Iran yang Memulai Perang dengan AS
International
Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:01 WIB
Meski Berseteru, Kanada Terima Jet Tempur Siluman F-35 Pertama dari AS
International
Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:17 WIB