5 Ciri Orang yang Yakin kepada Allah SWT, Tak Gelisah soal Rezeki

img-redaksi Widaningsih
Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WIB
5 Ciri Orang yang Yakin kepada Allah SWT, Tak Gelisah soal Rezeki
Orang yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah akan lebih tenang menghadapi berbagai persoalan hidup, termasuk urusan rezeki yang kerap menjadi sumber kegelisahan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Keyakinan kepada Allah SWT merupakan salah satu nikmat terbesar dalam kehidupan seorang Muslim. Orang yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah akan lebih tenang menghadapi berbagai persoalan hidup, termasuk urusan rezeki yang kerap menjadi sumber kegelisahan.

Dalam materi kajian di Pondok Pesantren An Nahl Darunnajah yang disampaikan Ustaz Muhammad Hafidz, dijelaskan bahwa keberuntungan sejati terletak pada nikmat keyakinan kepada Allah SWT. Sebab, ketika keyakinan itu tertanam kuat, seseorang tidak mudah larut dalam kecemasan terhadap sesuatu yang berada di luar kendalinya.

Persoalan rezeki, misalnya, sering membuat seseorang merasa khawatir. Ada yang takut kekurangan, kehilangan pekerjaan, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, bagi orang yang yakin kepada Allah SWT, rezeki diyakini berada dalam ketetapan dan kekuasaan-Nya.

Allah SWT yang melapangkan dan menyempitkan rezeki. Karena itu, seorang Muslim tetap perlu berikhtiar dengan sungguh-sungguh, tanpa membiarkan kecemasan menguasai kehidupannya.

Lantas, apa saja ciri orang yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah SWT?

1. Mengutamakan Keberkahan Rezeki

Orang yang yakin kepada Allah SWT tidak hanya memikirkan banyaknya rezeki yang diperoleh. Hal yang lebih dikhawatirkannya adalah apakah rezeki tersebut membawa keberkahan atau justru diperoleh melalui cara yang tidak diridai Allah.

Baginya, harta yang melimpah tidak selalu menjadi tanda keberuntungan apabila diperoleh dengan cara yang salah atau digunakan untuk melakukan kemaksiatan.

Karena itu, ia berusaha meluruskan niat, mencari rezeki melalui jalan yang halal, dan memanfaatkannya untuk kebaikan. Keberkahan menjadi lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah kekayaan.

2. Takut Tidak Mampu Bersyukur

Ciri kedua adalah senantiasa berusaha bersyukur atas nikmat yang diterima. Orang yang memiliki keyakinan kepada Allah memahami bahwa rezeki bukan semata-mata hasil kerja kerasnya, melainkan juga karunia dari Allah SWT.

Ia tidak hanya bersyukur ketika mendapatkan keuntungan besar atau mengalami peningkatan penghasilan. Nikmat sederhana, kesehatan, kesempatan bekerja, dan kecukupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga menjadi alasan untuk bersyukur.

Baginya, persoalan bukan sekadar seberapa banyak rezeki yang diterima, tetapi apakah nikmat tersebut digunakan dengan baik dan disyukuri dengan benar.

3. Bersabar ketika Rezeki Terasa Sempit

Orang yang yakin kepada Allah SWT juga berusaha menjaga kesabaran ketika menghadapi kesulitan ekonomi atau ketika harapannya belum terwujud.

Ia memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada kalanya usaha membuahkan hasil, tetapi ada pula masa ketika penghasilan berkurang atau kebutuhan meningkat.

Dalam keadaan tersebut, ia tidak serta-merta berputus asa. Ia tetap berikhtiar, mengevaluasi langkah yang ditempuh, dan memohon pertolongan Allah SWT.

Dengan demikian, persoalan utama bukan hanya berkurangnya harta, melainkan bagaimana menjaga kesabaran dan keteguhan iman ketika menghadapi keterbatasan.

4. Ridha ketika Kehilangan Sebagian Rezeki

Kehilangan harta, pekerjaan, atau kesempatan sering kali menimbulkan kesedihan. Namun, orang yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah berusaha menerima kenyataan dengan lapang dada.

Ia menyadari bahwa apa yang dimiliki manusia tidak selamanya menetap. Ada rezeki yang datang, ada pula yang pergi. Karena itu, kehilangan tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan seluruh harapan dan semangat hidupnya.

Ridha bukan berarti berhenti berusaha atau membiarkan keadaan tanpa perbaikan. Sebaliknya, ridha berarti menerima ketetapan Allah sembari tetap melakukan ikhtiar terbaik untuk memperbaiki keadaan.

5. Tidak Dengki terhadap Rezeki Orang Lain

Ciri berikutnya adalah tidak mudah iri atau dengki terhadap apa yang diperoleh orang lain.

Orang yang yakin kepada Allah memahami bahwa setiap manusia memiliki keadaan, ujian, dan karunia yang berbeda. Ketika melihat orang lain lebih kaya, sukses, atau memiliki kehidupan yang tampak lebih mudah, ia tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk membenci atau merendahkan orang tersebut.

Sebaliknya, ia berusaha menjaga hati, bersyukur atas apa yang dimiliki, dan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai motivasi untuk memperbaiki diri.

Keyakinan kepada Allah membantu seseorang menyadari bahwa rezeki bukan alasan untuk saling menjatuhkan, melainkan kesempatan untuk berbuat baik dan memberi manfaat kepada sesama.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
5 Ciri Orang yang Yakin kepada Allah SWT, Tak Gelisah soal Rezeki
Kalam
Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WIB
Doa Hanya dalam Hati, Sah atau Tidak? Simak Penjelasannya
Kalam
Senin, 26 Oktober 2026 - 12:50 WIB