5 Sinyal Kemenangan Besar bagi Iran setelah Bertemu dengan Aliansi Mekkah

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:40 WIB
5 Sinyal Kemenangan Besar bagi Iran setelah Bertemu dengan Aliansi Mekkah
Iran raih kemenangan besar setelah anggota Aliansi Mekkah bertemu di Teheran. Foto/Press TV
A
A
A
TEHERAN - Seorang pejabat keamanan senior Iran menggambarkan pertemuan segi empat di Teheran pada hari Senin antara Iran, Pakistan, Arab Saudi, dan Turki sebagai buah langsung dari perlawanan heroik bangsa Iran dan keberanian gemilang Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

Berbicara setelah pertemuan tingkat tinggi yang dipimpin oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, Wakil Sekretaris SNSC Ali Bagheri Kani mengatakan pertemuan tersebut mencerminkan pemahaman bersama di antara keempat pihak tentang perlunya kerja sama, meskipun prioritas dan pendekatan berbeda.

5 Sinyal Kemenangan Besar bagi Iran setelah Bertemu dengan Aliansi Mekkah

1. Mengandalkan Kemampuan Internal

Ia menekankan bahwa mengandalkan kemampuan internal tetap menjadi kunci kemajuan dan keamanan.

"Beberapa negara di kawasan ini pernah membayangkan bahwa dengan bersekutu dengan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, mereka dapat melindungi diri dari ancaman apa pun. Namun, dalam praktiknya, mereka menemukan bahwa gagasan ini tidak sesuai dengan kenyataan," kata Bagheri Kani.

"Akibatnya, negara-negara ini menyimpulkan bahwa tidak ada alternatif lain selain mengandalkan keterlibatan regional dan membangun keamanan berdasarkan kerja sama dan sinergi di antara negara-negara di kawasan ini," ujarnya.

Ia mencatat bahwa Pakistan, Arab Saudi, dan Turki sebelumnya telah mengadakan pertemuan di antara mereka sendiri dan telah menyatakan minat yang kuat terhadap partisipasi Iran, tetapi syarat untuk kehadiran Teheran tidak terpenuhi. Kemudian, ketiga negara tersebut sendiri mengusulkan untuk melakukan perjalanan ke Iran agar pertemuan tersebut dapat berlangsung di Teheran.

2. Destabilisasi Rezim Zionis

Selama kunjungan baru-baru ini ke ibu kota Iran, Kepala Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, menyampaikan kepada Mayor Jenderal Mohsen Rezaei bahwa salah satu tujuan utama perjalanannya adalah untuk memberi tahu para pejabat Iran tentang keinginan ketiga negara untuk mengadakan pertemuan bersama di Teheran.

Bagheri Kani mengaitkan momentum dialog tersebut dengan peran destabilisasi rezim Zionis.

Ia mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir rezim tersebut telah berupaya untuk memproyeksikan kekuasaan tetapi pada kenyataannya hanya menunjukkan kebiadabannya dan nafsu ekspansi yang tak terkendali.

Konsep "Israel Raya," yang mencakup banyak negara di kawasan itu, telah menggarisbawahi bahwa rezim tersebut bertindak sebagai sumber ketidakstabilan. Pengakuan ini telah menciptakan kerangka kerja untuk konsensus di antara negara-negara regional yang bertujuan untuk membangun keamanan internal, menjadikan pertemuan bilateral dan multilateral yang berpusat pada Republik Islam Iran sebagai upaya yang diperlukan.

Pertemuan Teheran berlangsung setelah perkembangan strategis yang signifikan yang didorong terutama oleh agresi brutal rezim Zionis dan pemerintahan teroris Amerika Serikat.

3. Membuat AS Makin Putus Asa

Bagheri Kani menekankan bahwa perlawanan Angkatan Bersenjata dan rakyat Iran, di bawah kepemimpinan bijaksana Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, tidak hanya menggagalkan Amerika Serikat mencapai tujuannya tetapi juga membuat mereka berada dalam keadaan putus asa.

Rezim Zionis, tambahnya, juga tidak berada dalam posisi yang menguntungkan; skenario yang mereka bayangkan setelah agresi mereka terhadap Republik Islam Iran tidak berjalan sesuai rencana mereka.

4. Pengakuan Kemampuan Militer Iran

Ia menyoroti dua poin mendasar: pertama, bahwa Republik Islam Iran, dengan mengandalkan kemampuan nasional dan internalnya sendiri, berdiri teguh melawan dua tindakan agresi terbuka oleh dua rezim yang berbeda dan berhasil dalam kedua kasus tersebut; kedua, bahwa kemampuan untuk melawan agresi ini sepenuhnya berasal dari sumber daya domestik.

"Peralatan dan persenjataan kita adalah produk dari kecerdasan dan kepintaran para ilmuwan muda bangsa kita, serta upaya para ahli industri dan teknolog bangsa kita. Kemampuan ini telah terbukti secara efektif di lapangan," katanya.

Meskipun sanksi Barat selama beberapa dekade bertujuan untuk mencegah Iran memperoleh peralatan dan teknologi canggih, khususnya di bidang militer, kemajuan yang dicapai melalui dedikasi personel muda di Angkatan Bersenjata telah membuktikan efektivitasnya.

"Bukti paling jelas dari hal ini adalah kenyataan bahwa baik Amerika Serikat maupun rezim Zionis gagal mencapai tujuan mereka," kata Bagheri Kani. Sanksi telah mengambil bentuk baru, sementara sifat mengerikan dan biadab dari mereka yang memberlakukannya semakin jelas bagi dunia.

5. Melanjutkan Dialog

Perundingan segi empat tersebut, yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dari pihak Iran, mempertemukan Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Kepala intelijen Turki, Ibrahim Kalin.

Sebuah pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan tersebut menyebutkan bahwa para peserta sepakat untuk melanjutkan dialog guna memperkuat kerja sama di antara keempat negara kawasan tersebut, termasuk demi perdamaian dan keamanan di wilayah itu.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terpisah menerima para pejabat yang berkunjung tersebut dan menegaskan dukungannya terhadap setiap kesepahaman yang memperkuat persatuan serta kerja sama konstruktif di antara negara-negara Muslim di Asia Barat.

Pertemuan ini sejalan dengan upaya yang lebih luas untuk memajukan keamanan yang bersumber dari dalam kawasan itu sendiri, dengan merujuk pada keberhasilan model Iran dalam membangun keamanan nasional melalui kemampuan mandiri dan partisipasi aktor-aktor regional, tanpa campur tangan pihak asing.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Gadi Eisenkot Bertekad Bentuk Pemerintahan, Janjikan Era Baru Israel
International
Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:28 WIB