Kanada menerima sepasang jet tempur siluman F-35 baru dari Amerika Serikat di tengah perseteruan kedua negara. Foto/Nicholas Brunshaw/via The Canadian Press
OTTAWA - Kanada telah menerima sepasang
jet tempur siluman F-35 baru dari Amerika Serikat (AS) di tengah perseteruan kedua negara NATO tersebut. Dua jet tempur itu merupakan kiriman pertama dari total 88 unit yang sebelumnya telah dipesan.
Mengutip laporan dari
The Globe and Mail, Selasa (27/10/2026), Angkatan Udara Kerajaan Kanada mengumumkan melalui media sosial bahwa mereka telah menerima dua jet tempur produksi Lockheed Martin tersebut, seraya membagikan foto dari Pangkalan Udara Luke di Phoenix yang memperlihatkan salah satu pesawat dengan lambang daun mapel.
Angkatan Udara tidak langsung mengungkapkan kapan mereka akan mulai melatih pilot menggunakan pesawat-pesawat baru ini—pesawat yang belum lama ini disebut oleh Duta Besar AS Pete Hoekstra sebagai "jet tempur terbaik di dunia."
Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney sebelumnya telah menunda rencana untuk melanjutkan pemesanan 88 unit jet tempur siluman F-35 tersebut. Sebagai gantinya, Ottawa kemungkinan akan memiliki armada campuran yang mencakup jet Gripen buatan Saab.
Langkah Carney itu dipicu oleh ancaman pengenaan tarif dan aneksasi Kanada yang berulang kali dilontarkan Presiden AS Donald Trump. Masalah inilah yang menjadi penyebab perseteruan dua negara NATO tersebut.
Pada Maret lalu, Carney menginstruksikan pemerintah untuk meninjau kembali pengadaan 88 unit pesawat F-35. Dokumen resmi pertahanan Kanada yang diterbitkan pada tahun 2026 menyatakan bahwa peninjauan tersebut masih berlangsung, sementara persiapan untuk memperkenalkan F-35 terus berjalan.
Dua fakta yang berlawanan tersebut memicu pertanyaan apakah Kanada harus tetap melanjutkan rencana pengadaan armada sebanyak 88 pesawat, atau mempertimbangkan kembali jumlah dan komposisi kekuatan pesawat tempur masa depannya.
Sebanyak 16 pesawat pertama umumnya dianggap sebagai bagian awal dari pengadaan tersebut, sementara 72 pesawat sisanya menjadi fokus perdebatan saat ini. Namun, konsekuensi kontraktual dan finansial yang tepat dari perubahan program ini akan bergantung pada keputusan pemerintah serta ketentuan dalam perjanjian yang sudah ada.
Tahun lalu, Trump sempat melontarkan gagasan untuk menyediakan jet tempur dengan kemampuan terbatas kepada negara-negara sekutu demi mempertahankan supremasi Amerika. Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Kanada Lloyd Axworthy memperingatkan dalam sebuah tulisan blog pada hari Sabtu bahwa Washington memegang kendali atas perangkat lunak yang digunakan oleh jet-jet F-35 tersebut.
(mas)