Aliansi Mekkah dan Iran sepakat membentuk suasana baru yang positif di Timur Tengah. Foto/Press TV
TEHERAN - Arab Saudi,Iran, Turki, dan Pakistan telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan demi "perdamaian dan keamanan" regional. Kesepakatan ini tercapai di saat koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman menyatakan telah mencegat serangkaian rudal dan pesawat nirawak yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi.
Pembicaraan yang berlangsung di Teheran pada hari Senin tersebut merupakan kontak tingkat tinggi pertama antara Iran dan ketiga negara itu—yang menandatangani pakta pertahanan bersama Mekkah pada bulan Agustus—sejak pecahnya perang yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian meluas hingga ke Arab Saudi dan Yaman.
4 Kesepakatan Hasil Pertemuan Anggota Aliansi Mekkah dan Iran, Membentuk Suasana Baru yang Positif
1. Melanjutkan Dialog dan Kerja Sama
Menurut media pemerintah Iran, dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin malam, keempat negara tersebut "sepakat untuk melanjutkan dialog guna memperkuat kerja sama di antara keempat negara kawasan ini, termasuk demi perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut."
Beberapa jam kemudian, pada Selasa dini hari, Kolonel Turki al-Maliki, juru bicara koalisi, menyatakan bahwa tiga rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi dengan sasaran Provinsi Timur Arab Saudi telah berhasil dicegat, tanpa menimbulkan korban jiwa. Ia menambahkan, empat pesawat nirawak (drone) yang mengarah ke wilayah selatan kerajaan tersebut juga telah ditembak jatuh.
Koalisi tersebut menyatakan telah menjatuhkan tiga pesawat nirawak lainnya di atas Riyadh dan wilayah selatan Arab Saudi pada Senin malam.
Belum ada tanggapan langsung dari pihak Houthi.
2. Mencegah Eskalasi Perang
Arab Saudi menyatakan bahwa kunjungan ke Teheran bertujuan untuk membuka jalur negosiasi guna "mencegah kembalinya eskalasi militer". Kerajaan tersebut mengutus Menteri Pertahanan, Pangeran Khalid bin Salman, yang merupakan adik dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pakistan mengirim kepala angkatan daratnya, Jenderal Asim Munir, sementara Turki mengutus kepala intelijennya, Ibrahim Kalin.
Media pemerintah Iran merilis foto-foto yang memperlihatkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan Mohsen Rezaei—sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi—tengah menghadiri pertemuan tersebut.
Seorang pejabat tinggi keamanan Pakistan mengungkapkan kepada kantor berita Reuters bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada pembangunan jaringan non-agresi regional. Pejabat itu menyebutkan bahwa agenda pertemuan juga mencakup negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serangan Houthi terhadap Arab Saudi, situasi di Selat Hormuz, serta blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
3. Mengutamakan Jalur Diplomasi
Seorang pejabat Pakistan lainnya mengatakan kepada Reuters bahwa Field Marshal Munir—dengan restu Presiden AS Donald Trump untuk menempuh jalur diplomasi—telah mengajukan proposal kepada Iran yang menawarkan keuntungan bagi Washington maupun Teheran. Kantor berita tersebut melaporkan bahwa pejabat itu tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Pejabat tersebut menambahkan, negara-negara yang tergabung dalam pakta Mekkah, bersama dengan Qatar, dapat bertindak sebagai penjamin jika proposal tersebut diterima.
4. Membentuk Suasana Baru yang Positif
Sementara itu, Rezaei, kepala keamanan Iran, menyatakan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan bahwa "ancaman Amerika hanya berdampak kecil terhadap negara-negara di seluruh dunia". Ia juga menyebutkan adanya "suasana baru yang positif" di kawasan tersebut.
Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan yang diusulkan saat Field Marshal Munir berkunjung ke Teheran pekan lalu itu bisa menjadi langkah awal menuju pengaturan keamanan regional.
Pembicaraan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran belakangan ini, dengan Trump yang pada hari Jumat menyatakan bahwa AS mungkin akan kembali menyerang Iran.
Upaya mediasi yang dipimpin oleh Pakistan dan Qatar sempat menghasilkan perjanjian damai sementara pada bulan Juni, namun pertempuran antara Iran dan AS tak lama kemudian...
(ahm)