Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei desak Iran kuasai sains dan teknologi dunia. Foto/Press TV
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi
Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyerukan percepatan kemajuan sains setelah meredanya perang melawan Amerika Serikat (AS). Tak mau kalah dari Amerika, dia mendesak Iran berfokus pada penguasaan sains dan teknologi dunia.
"Penyediaan infrastruktur yang diperlukan dan penghapusan hambatan teknologi agar dapat bertindak dan beroperasi melampaui batas-batas nasional akan menciptakan perpaduan kekuatan internal untuk memperluas cakrawala dalam skala global," kata Mojtaba dalam sebuah pesan yang disampaikan pada hari Senin, bertepatan dengan peringatan wafatnya Sayyidah Fatimah az-Zahra (putri Nabi Muhammad SAW), yang ditujukan kepada para peraih medali Iran di bidang sains dan olahraga.
Mojtaba mengucapkan selamat kepada rakyat Iran atas keberhasilan dalam berbagai olimpiade sains, termasuk astronomi, matematika, fisika, kimia, biologi, ilmu komputer, kecerdasan buatan (AI), dan humaniora. Dia juga memuji keberhasilan para atlet Iran di berbagai kompetisi olahraga internasional.
Pemimpin Iran itu turut memberikan apresiasi kepada atlet perempuan. "Mereka membuat simbol terhormat busana perempuan Iran bersinar di hadapan dunia," paparnya.
Mojtaba mengatakan kepada para elite Iran serta peraih medali di bidang sains dan olahraga, "Kunci untuk menjadikan Iran semakin kuat adalah karya para elite negara yang mampu menembus batas-batas pengetahuan dan memecahkan berbagai persoalan di bidang sains."
Dia mendesak para pejabat untuk "menyediakan infrastruktur yang diperlukan" guna mewujudkan lompatan besar dalam kemajuan sains secara mendalam dan cepat. Dia mengaitkan dukungan tersebut dengan penguatan kemampuan sains Iran.
Dalam pernyataan yang dikutip
Middle East Eye, Selasa (27/10/2026), Mojtaba mengatakan, "Kebencian dan kejahatan yang dilakukan musuh-musuh Republik Islam Iran terhadap para ilmuwan dan elite negara menunjukkan betapa besar peran mereka dalam memperkuat negara."
Dia menjadikan permusuhan musuh-musuh Iran sebagai salah satu alasan bagi kalangan elite untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
"Iran yang kuat bergantung pada kekuatan sains dan teknologi. Pilar utama ini merupakan salah satu faktor terpenting dalam membentuk peran Iran dalam konstelasi global yang sedang berkembang dan tatanan dunia baru," katanya.
Dia juga memperingatkan bahwa musuh-musuh Iran menggunakan segala cara dan metode yang mereka miliki untuk melemahkan kalangan elite Iran, termasuk dengan menyebarkan keputusasaan dan mengikis semangat mereka.
Pesan Mojtaba muncul ketika AS dan Israel bersiap untuk meluncurkan agresi gabungan terbaru. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lagi, namun tidak akan dilakukan sebelum pemilu sela AS 3 November.
Sedangkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka telah memerintahkan militer dan Mossad untuk menggulingkan rezim Iran.
(mas)