Trump Sebut Pemilu Brasil Curang dan Korup usai Sekutunya Dikalahkan Lula

img-redaksi Muhaimin
Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:08 WIB
Trump Sebut Pemilu Brasil Curang dan Korup usai Sekutunya Dikalahkan Lula
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva (kanan) mengalahkan Flavio Bolsonaro dalam pemilu Brasil. Foto/Montagem/g1
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa pemilihan umum (pemilu) Brasil berlangsung "curang" dan "sangat korup" setelah Presiden Luiz Inacio Lula da Silva mengalahkan sekutu Trump dari kubu sayap kanan, Flavio Bolsonaro.

Flavio (45), putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, menyerukan pembatalan hasil pemilu yang menggagalkan terwujudnya peta politik Amerika Selatan seperti yang diinginkan Trump.

"Menurut saya, pemilu itu terlihat buruk," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai pemilu Brasil.

Pernyataan itu disampaikan saat Trump meninggalkan Washington untuk menghadiri kampanye menjelang pemilu sela AS pekan depan.

"Saya tidak memihak siapa pun, tetapi sejujurnya, pemilu itu terlihat seperti pemilu curang lainnya... Itu menjadi tontonan yang sangat buruk di mata dunia," ujar Trump, seperti dikutip AFP, Selasa (27/10/2026).

Trump sendiri pernah menggugat kekalahannya dalam pemilihan presiden AS 2020 dengan menyebut pemilu tersebut dicurangi. Dia juga mempertanyakan integritas pemilu sela AS pada 3 November mendatang, ketika Partai Republik yang dipimpinnya berisiko kehilangan kendali atas Kongres.

Sebagai sekutu keluarga Bolsonaro, Trump jelas berharap Flavio meraih kemenangan. Flavio sebelumnya berjanji akan bergabung dengan gelombang pemimpin konservatif Amerika Latin yang semakin mendekatkan diri kepada Washington.

"Pemilu harus menghasilkan sesuatu yang tidak terbantahkan, dan menurut saya, pemilu itu terlihat sangat buruk," kata Trump. "Saya tidak mendukung siapa pun atau apa pun, tetapi saya menyaksikan pemilu tersebut dan hasilnya terlihat sangat korup, sangat buruk."

Namun, Trump menghindar ketika ditanya apakah dirinya berencana mengambil tindakan terkait hasil pemilu Brasil.

"Saya tidak mencalonkan diri untuk memimpin Brasil. Saya mencalonkan diri untuk memimpin AS," kata Trump.

"Saya menyukai Lula dan memiliki hubungan yang sangat baik dengannya. Saya hanya merasa cara penghitungan suaranya—termasuk perpanjangan waktu pemungutan suara—memberikan kesan yang sangat buruk," imbuh dia.

Flavio Bolsonaro memprotes hasil pemilu setelah waktu pemungutan suara diperpanjang selama dua jam atas permintaan Lula. Perpanjangan itu dilakukan karena masalah transportasi di sejumlah kota.

Meskipun memiliki kedekatan dengan keluarga Bolsonaro, Trump juga menunjukkan ketertarikan yang tidak biasa terhadap Lula. Trump pernah mengatakan bahwa meskipun hubungan perdagangan kedua negara mengalami gejolak, dirinya dan Lula, yang sama-sama berusia 80 tahun, memiliki "kecocokan yang sangat baik".

Namun, Trump juga berulang kali membanggakan bagaimana pemerintahannya mengubah peta politik Amerika Latin. Salah satu contohnya adalah operasi militer AS yang menggulingkan Nicolas Maduro dari Venezuela pada Januari.

"Di Amerika Selatan, semuanya sebelumnya condong kuat ke kiri—sekarang semuanya ke kanan," kata Trump kepada wartawan pekan lalu.

"Dan, seperti yang Anda ketahui, saya mendukung banyak dari mereka. Setiap orang yang saya dukung berhasil menang," ujarnya.

"Dalam waktu singkat, mereka menjadi sangat konservatif dengan cara yang sangat positif," imbuh orang nomor satu Amerika tersebut.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Meski Berseteru, Kanada Terima Jet Tempur Siluman F-35 Pertama dari AS
International
Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:17 WIB
Trump Sebut Pemilu Brasil Curang dan Korup usai Sekutunya Dikalahkan Lula
International
Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:08 WIB
Apa yang Akan Dilakukan Pemimpin Oposisi setelah Kembali ke Venezuela?
International
Senin, 26 Oktober 2026 - 21:30 WIB
Didukung China dan Rusia, Trump Dukung Pencalonan Orban sebagai Sekjen PBB
International
Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIB