Iran dan Aliansi Mekkah bentuk kerangka keamanan endogen. Foto/X
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar NegeriIran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pertemuan di Teheran dengan pejabat senior dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi dapat meletakkan dasar bagi kerangka keamanan regional berdasarkan kepentingan dan keputusan negara-negara di kawasan tersebut.
Berbicara pada konferensi pers mingguan pada hari Senin, Baghaei mengatakan Teheran akan menjadi tuan rumah bagi menteri pertahanan Arab Saudi, kepala angkatan darat Pakistan, dan kepala intelijen Turki sebagai bagian dari inisiatif untuk membahas keamanan regional.
Ia menyatakan bahwa inisiatif tersebut diusulkan selama kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir ke Teheran dan disambut baik oleh Republik Islam Iran.
Mengapa Iran dan Aliansi Mekkah Bentuk Kerangka Keamanan Endogen?
1. Pembentukan Mekanisme Keamanan Regional
Menanggapi pertanyaan dari IRNA tentang tujuan dan format pertemuan tersebut, Baghaei mengatakan bahwa partisipasi para pejabat senior dari ketiga negara tersebut mencerminkan upaya untuk mengeksplorasi mekanisme keamanan regional.
"Dari perspektif kami, fakta bahwa negara-negara regional berupaya untuk membangun, atau setidaknya mempertimbangkan, mekanisme keamanan regional berdasarkan kepentingan dan kekhawatiran mereka sendiri merupakan perkembangan yang menggembirakan," katanya, dilansir Press TV.
2. Membentuk Keamanan Endogen yang Berbasis Kemauan
"Pertemuan ini dapat berfungsi sebagai pendahuluan untuk langkah-langkah lebih lanjut menuju pembentukan keamanan endogen, sebuah isu yang telah kami tekankan selama beberapa dekade. Kami secara konsisten menekankan bahwa keamanan regional hanya dapat dipastikan dengan mengandalkan kemauan dan pertimbangan keamanan negara-negara di kawasan ini," tambah Baghaei.
Ia mencatat bahwa perkembangan selama dua tahun terakhir, khususnya delapan bulan terakhir, telah menunjukkan pentingnya kerja sama antar negara-negara regional.
"Peristiwa baru-baru ini telah menunjukkan bahwa keamanan yang berkelanjutan dan andal di kawasan kita hanya dapat dicapai melalui pembangunan kepercayaan dan kerja sama antar negara-negara regional," kata juru bicara tersebut.
Baghaei mengatakan para pejabat yang berkunjung akan mengadakan diskusi dengan presiden Iran dan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
3. Mempertimbangkan Konsekuensi Agresi Militer AS
Karena ini adalah pertemuan pertama yang sejenis, katanya, berbagai isu akan masuk dalam agenda, dengan tantangan keamanan regional diperkirakan akan menjadi fokus utama.
"Pertemuan seperti ini tidak dapat diadakan tanpa mempertimbangkan konsekuensi agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran bagi keamanan seluruh kawasan," kata Baghaei, menggambarkan isu tersebut sebagai subjek penting lain yang harus dipertimbangkan dalam kerangka diskusi keamanan regional.
Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Bagheri Kani mengatakan ketiga pejabat senior tersebut dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris SNSC Mayor Jenderal Mohsen Rezaei dan berpartisipasi dalam sesi gabungan pada hari Senin.
Menanggapi laporan tentang perbedaan pendapat antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kepala militer Israel mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran, Baghaei mengatakan perbedaan tersebut tidak akan berdampak pada kesiapan pertahanan Iran.
"Terlepas dari kemungkinan perbedaan taktik, kelompok ini bersatu dalam agresi dan ekspansionismenya," katanya, menambahkan bahwa tindakan rezim di seluruh kawasan menunjukkan bahwa mereka mengejar tujuan bersama yang bertujuan untuk melemahkan keamanan regional.
Ia menekankan bahwa negara-negara di kawasan harus meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi ancaman dan tindakan destabilisasi rezim Israel.
(ahm)