Iran Janjikan Respons Tak Terbayangkan Jika AS Luncurkan Agresi Lagi

img-redaksi Muhaimin
Senin, 26 Oktober 2026 - 11:20 WIB
Iran Janjikan Respons Tak Terbayangkan Jika AS Luncurkan Agresi Lagi
Iran janjikan respons yang tak terbayangkan jika AS kembali meluncurkan agresi. Foto/Mehr News Agency
A
A
A
TEHERAN - Iran berjanji militernya akan memberikan respons yang "ter terbayangkan" jika Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan agresi terhadap republik Islam. Janji itu disampaikan negosiator yang juga Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf.

Saat berbicara di hadapan Parlemen, Qalibaf mengatakan bahwa pemerintah Iran tidak akan gentar oleh ancaman atau tekanan militer AS, serta akan mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai integritas wilayah negara.

"Pihak Amerika mengira bahwa dengan menggunakan tekanan media atau ancaman militer, mereka bisa membuat bangsa yang besar ini menyerah kepada mereka," ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.

"Mereka tidak sadar bahwa Iran saat ini bukanlah Iran di era Pahlavi yang penuh penghinaan, melainkan sebuah benteng yang tak tertembus—dibangun di atas kepercayaan diri, kekuatan pertahanan, dan tekad yang sekuat baja," imbuh dia.

"Selama pihak Amerika tidak mengubah perilakunya, berhenti bersikap koersif dan serakah, serta memberikan kompensasi atas kewajiban-kewajiban yang telah mereka langgar secara objektif, konkret, dan nyata di lapangan, maka klaim apa pun terhadap Republik Islam Iran tidak akan memiliki kredibilitas sedikit pun," ujar Qalibaf.

Qalibaf menyatakan bahwa Washington telah menempatkan dirinya dalam posisi sulit akibat keputusan-keputusannya untuk menyerang Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington dapat menyerang Iran paling cepat pada hari Minggu, atau justru mencapai kesepakatan yang "besar dan indah" dengan Teheran, di tengah meningkatnya ketegangan terkait masa depan Selat Hormuz.

Pada hari Minggu, militer Iran menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah menembak jatuh sebuah drone AS di atas Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan di Iran selatan yang terletak di dekat Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa perang dengan AS dan Israel telah mengubah situasi keamanan di kawasan tersebut secara total, dan pengelolaan selat itu tidak akan kembali seperti sedia kala.

"Perang saat ini telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas baru telah muncul," ujar Araghchi dalam pernyataan sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Senin (26/10/2026).

"Rute pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, begitu pula dengan cara pengelolaan selat tersebut yang tidak akan lagi seperti di masa lalu," imbuh dia.

Araghchi mengatakan bahwa Teheran akan menyambut baik pengaturan keamanan yang dikembangkan oleh negara-negara di kawasan tersebut, alih-alih pengaturan yang dipaksakan oleh kekuatan luar.

Jalur perairan yang terletak di antara Iran dan Oman ini merupakan salah satu yang terpenting di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Keamanan di wilayah ini sangat krusial bagi pengiriman energi internasional.

Iran dan AS masih berselisih mengenai bagaimana selat tersebut harus dikelola pascakonflik. Teheran menegaskan otoritasnya atas lalu lintas di jalur perairan tersebut, sementara Washington menuntut kebebasan navigasi tanpa batasan. Namun, meskipun sebuah kesepakatan sementara telah ditandatangani oleh kedua negara pada bulan Juni untuk menyelesaikan konflik tersebut, negosiasi diplomatik kini terhenti di tengah ketegangan yang kembali muncul.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Diplomasi Gagal Total, Iran Siap Hadapi Skenario Apa Pun
International
Senin, 26 Oktober 2026 - 18:25 WIB
Yordania Tangkap 3 Tersangka dalam Serangan Mematikan di Gereja
International
Senin, 26 Oktober 2026 - 17:20 WIB
3 Alasan Aliansi Mekkah Merapat ke Iran, Posisi Tawar Teheran Makin Menguat
International
Senin, 26 Oktober 2026 - 16:16 WIB