Pemimpin Oposisi Maria Machado Pulang ke Venezuela setelah Hampir Setahun Berada di Pengasingan

img-redaksi Muhaimin
Senin, 26 Oktober 2026 - 08:17 WIB
Pemimpin Oposisi Maria Machado Pulang ke Venezuela setelah Hampir Setahun Berada di Pengasingan
Pemimpin oposisi Venezuela sekaligus peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, telah pulang ke negara asalnya setelah hampir satu tahun berada di pengasingan. Foto/X @MariaCorinaYA
A
A
A
CARACAS - Pemimpin oposisi Venezuela sekaligus peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, mengatakan bahwa dirinya telah pulang ke negara asalnya setelah hampir satu tahun berada di pengasingan. Musuh politik mantan presiden Nicolas Maduro itu melarikan diri secara diam-diam pada akhir 2025.

"Saya di sini. Bersama kalian," tulis Machado dalam unggahan singkat berbahasa Spanyol di platform X, yang dikutip AFP, Senin (26/10/2026).

Sekutunya, mantan kandidat presiden yang juga berada di pengasingan, Edmundo Gonzalez Urrutia, segera mengunggah ulang pesan tersebut dan mengatakan, "Venezuela! Saya dengan gembira mengumumkan kepada kalian bahwa pemimpin kita, Maria Corina yang saya sayangi, kini telah menginjakkan kaki di tanah Venezuela."

"Hari ini merupakan hari yang sangat penting bagi rakyat Venezuela. Suara berdaulat kita kembali bersamanya untuk memimpin dan mengarahkan proses ini! Dalam waktu dekat, saya akan bersama kalian dan bersamanya agar negara kita benar-benar bergerak menuju kebebasan," imbuh dia.

Machado berada di pengasingan sejak meninggalkan tanah airnya di Amerika Selatan itu secara diam-diam pada akhir 2025 untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Menurut partai yang didirikan Machado, Vente Venezuela, pemimpin oposisi itu telah setidaknya tujuh kali berupaya kembali ke Venezuela, tetapi selalu dihalangi oleh otoritas negara tersebut.

Sebulan setelah Machado meninggalkan Venezuela, pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap pemimpin Venezuela yang telah lama berkuasa, Nicolas Maduro, dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan pidana.

Machado berulang kali memuji Presiden AS Donald Trump karena melancarkan operasi berisiko tersebut. Namun, Washington mengizinkan wakil Maduro, Delcy Rodriguez, untuk memerintah sebagai presiden sementara.

Banyak pengamat meyakini Washington turut berperan dalam menghalangi kepulangan Machado, mengingat Trump berulang kali menyatakan kepuasannya terhadap Rodriguez.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Menlu AS Ajak Warga Kuba Jalin Kemitraan Rahasia dengan CIA
International
Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:15 WIB