PM Benjamin Netanyahu bagikan gambar buatan AI tentang kota Tel Aviv hancur dibom nuklir. Gambar rekayasa ini dibagikan jelang pemilu Israel. Foto/X @netanyahu/NDTV
TEL AVIV - Pemilu
Israel akan digelar Selasa (27/10/2026) waktu setempat. Jelang pelaksanaan pemilu, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu membagikan gambar buatan kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan kota Tel Aviv hancur dibom nuklir.
Netanyahu mengatakan Israel harus memanfaatkan sisa dua tahun masa jabatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melawan apa yang disebutnya sebagai "ancaman eksistensial" dari Iran.
Gambar rekayasa yang disebar Netanyahu di media sosial pada hari Minggu tersebut memperlihatkan awan jamur raksasa yang menjulang di atas kota berpenduduk padat, sementara ledakan melahap sejumlah bangunan di bawahnya. Bersama gambar tersebut, Netanyahu juga membagikan pernyataan dari penulis sekaligus komentator politik Israel, Yuval Blumberg.
"Negara Israel berada dalam bahaya eksistensial yang nyata dan konkret. Jika Iran memperoleh senjata nuklir, tidak akan ada lagi yang sama seperti sebelumnya. Segala sesuatu menjadi sepele jika dibandingkan dengan ancaman eksistensial dari Iran dan poros Syiah," bunyi pernyataan tersebut.
"Badai yang direkayasa dan dibuat-buat, yang muncul dari waktu ke waktu, dirancang untuk mengalihkan perhatian dari satu hal yang paling penting: menuntaskan pekerjaan di Iran. Hal ini menyangkut keberadaan fisik setiap orang di sini," lanjut pernyataan yang dibagikan Netanyahu.
"Kita masih memiliki dua tahun masa jabatan Trump untuk menuntaskan pekerjaan di Iran, dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi setelah itu—apakah Kamala Harris atau tokoh medioker lainnya yang akan muncul," sambung Netanyahu dalam unggahannya.
"Inilah jendela waktu yang tersisa bagi kita untuk menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan demi menjamin kelangsungan hidup fisik kita pada tahun-tahun mendatang. Seluruh sumber daya negara yang diperlukan harus dikerahkan untuk misi ini."
Unggahan Netanyahu segera menuai kritik tajam dari para pesaing politiknya.
Menanggapi unggahan tersebut, Ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan, menuduh Netanyahu kehilangan kendali ketika hari pemungutan suara semakin dekat.
"Perdana menteri Israel menerbitkan gambar bom atom di atas Tel Aviv. Saya meminta agar dia dijauhkan dari media sosial. Orang itu dan orang-orang di sekelilingnya sudah kehilangan akal. Tekanan semakin meningkat," kata Golan.
"Video lain dari Netanyahu yang menebar ketakutan. Anda histeris. Seperti dalam setiap kampanye pemilu, sekali lagi metode yang sama digunakan: kebohongan dan upaya menakut-nakuti," tulis Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, dalam sebuah unggahan di X.
Pemilu Israel besok akan menjadi penentu nasib politik Netanyahu karena dia menghadapi kasus skandal korupsi, dan terancam dipenjara jika tidak lagi berkuasa.
Pemilu Israel menggunakan sistem perwakilan proporsional berdasarkan perolehan suara nasional. Sebuah partai atau koalisi membutuhkan 61 kursi untuk memperoleh mayoritas di parlemen yang memiliki 120 kursi.
(mas)