IRGC: Perang Apokaliptik Akan Tentukan Iran Jadi Negara Adidaya

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB
IRGC: Perang Apokaliptik Akan Tentukan Iran Jadi Negara Adidaya
IRGC tegaskan perang apokaliptik akan tentukan Iran jadi negara adidaya. Foto/Press TV
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi memperingatkan bahwa agresi gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel dapat menimbulkan dampak yang meluas hingga ke luar Iran serta menentukan nasib bangsa-bangsa lain di kawasan tersebut.

Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi mengatakan bahwa masyarakat Iran harus memahami situasi seputar konfrontasi saat ini, menjaga kohesi nasional, serta mengandalkan kemampuan dalam negeri untuk menentukan nasib mereka secara sadar dan bertanggung jawab.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan meraih "kemenangan mutlak" dalam "perang apokaliptik" ini dan muncul sebagai negara adidaya global.

Ia menambahkan bahwa konfrontasi Iran dengan Amerika Serikat dan Israel melampaui ranah militer, mencakup persoalan identitas, budaya, agama, dan peradaban Islam-Iran.

"Menjaga integritas [wilayah] negara serta melindungi identitas nasional dan religiusnya merupakan salah satu tanggung jawab terpenting bangsa Iran saat ini," tegas juru bicara IRGC tersebut, dilansir Press TV.

Ia lebih lanjut memperingatkan bahwa AS dan Israel berupaya melemahkan dan memecah belah Iran dengan merongrong identitasnya, menghapus budayanya, serta berusaha menggantinya dengan nilai-nilai dan model mereka sendiri.

Mohebbi mengatakan bahwa keteguhan dan perlawanan masyarakat terhadap musuh dapat membantu Iran melewati fase saat ini serta membangun masa depan yang berlandaskan pada martabat dan kekuatan.

Ia menekankan perlunya pertahanan komprehensif bagi negara, seraya menambahkan, "Hari ini, kita harus mempertahankan integritas wilayah, budaya, identitas nasional dan religius, serta peradaban Iran."

Pernyataan juru bicara IRGC ini muncul di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum terselesaikan melalui negosiasi maupun dialog selama beberapa bulan terakhir.

Laporan mengenai militer AS yang telah menyusun rencana untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran—dengan kemungkinan menyasar infrastruktur energi dan fasilitas nuklir damai negara tersebut menggunakan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), yang dijuluki "Ibu dari Segala Bom" (Mother of All Bombs)—menunjukkan adanya ancaman agresi lebih lanjut dari AS terhadap Republik Islam tersebut.

Ancaman terbaru ini muncul di tengah pelanggaran berulang yang dilakukan Washington terhadap Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, yang dicapai setelah 40 hari agresi AS-Israel terhadap Iran.

Perang tersebut pecah pada 28 Februari 2026, saat Teheran dan Washington tengah terlibat dalam negosiasi mengenai program nuklir damai Iran.

Iran segera membalas dengan meluncurkan rentetan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar wilayah pendudukan Israel, serta pangkalan dan kepentingan AS di seluruh kawasan tersebut.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
IRGC: Perang Apokaliptik Akan Tentukan Iran Jadi Negara Adidaya
International
Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB