Mengerikan! Kelompok Teroris Tembaki Gereja Yordania, 9 Tewas dan 25 Luka, Pelaku Masih Buron

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:27 WIB
Mengerikan! Kelompok Teroris Tembaki Gereja Yordania, 9 Tewas dan 25 Luka, Pelaku Masih Buron
Gambar dari rekaman CCTV memperlihatkan detik-detika tiga pria bersenjata menembaki gereja di Yordania. Foto/Sky News
A
A
A
AMMAN - Sebuah geng bersenjata, yang oleh pemerintah Yordania disebut sebagai kelompok teroris, telah menembaki sebuah gereja Ortodoks Yunani di Yordania selatan pada Jumat. Hingga Minggu (25/10/2026), jumlah korban tewas mencapai sembilan orang dan 25 lainnya terluka.

Penembakan brutal terjadi saat upacara pemakaman berlangsung di gereja tersebut.

Awalnya, jumlah korban tewas tercatat tujuh orang. Namun, Menteri Kesehatan Yordania Ibrahim al-Bdour mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban meninggal telah bertambah setelah dua orang yang berada dalam kondisi kritis meninggal dunia akibat luka-lukanya pada hari Sabtu.

"Jumlah korban yang meninggal dalam serangan teroris di gereja di desa Al-Hamoud, Karak, meningkat menjadi sembilan," kata al-Bdour.

Dia menambahkan, sebanyak 25 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Serangan tersebut terjadi pada Jumat sore di Gereja Santo George di desa Al- Hammoud, wilayah Karak, Yordania selatan. Saat itu, sebuah prosesi pemakaman sedang berlangsung di kompleks gereja yang berada di kawasan dengan komunitas Kristen cukup besar tersebut.

Menurut keterangan otoritas Yordania, sejumlah pria bersenjata memasuki kompleks gereja dan melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang menghadiri pemakaman.

Laporan awal menyebutkan sedikitnya tiga pelaku tiba di lokasi. Dua di antaranya membawa pistol, sedangkan seorang lainnya membawa senapan serbu. Penembakan dilaporkan berlangsung sekitar 15 menit sebelum para pelaku meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan tanpa berhasil dihentikan.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV memperlihatkan para penyerang menembaki orang-orang yang berusaha menyelamatkan diri. Sejumlah korban terlihat terjatuh ketika berusaha melarikan diri di antara bangku-bangku gereja. Rekaman tersebut juga memperlihatkan para pelaku menembak korban yang telah terluka dan tergeletak di tanah.

Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Para pelaku masih buron dan aparat keamanan terus berupaya melacak keberadaan mereka.

Menteri Dalam Negeri Yordania Mazen al-Faraya menyebut para pelaku sebagai kelompok teroris. Dalam konferensi pers, dia mengatakan aparat keamanan bekerja tanpa henti untuk memburu para tersangka.

"Sebuah kelompok teroris telah melakukan tindakan mengerikan yang patut dikecam dalam segala hal, dan aparat keamanan bekerja sepanjang waktu untuk melacak mereka," kata al-Faraya.

Raja Abdullah II mengecam serangan tersebut dan berjanji bahwa para pelaku akan menghadapi hukuman berat. Pada hari Jumat, dia berjanji akan menghadapi aksi teror yang menargetkan Karak dengan hukuman paling berat.

Dalam rapat Dewan Keamanan Nasional pada hari Sabtu, Raja Abdullah kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat Yordania.

"Keamanan dan keselamatan warga Yordania adalah garis merah," katanya. "Tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris," imbuh dia.

Raja Abdullah juga mengunjungi para korban di rumah sakit pada hari Jumat. Dia terlihat mengenakan seragam lapangan militer dan didampingi rombongan pengamanan saat mendatangi fasilitas kesehatan tersebut.

Serangan itu memicu pengerahan besar-besaran aparat keamanan ke desa Al-Hamoud. Langkah-langkah pengamanan juga diperketat di Karak, tempat sebagian besar korban luka dipindahkan untuk mendapatkan perawatan.

Perdana Menteri Jafar Hassan turut memerintahkan masa berkabung nasional selama tiga hari, terhitung mulai Jumat. Selama masa berkabung, bendera dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintah dan institusi publik.

Karak merupakan wilayah yang memiliki komunitas Kristen cukup besar di Yordania, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Umat Kristen diperkirakan mencakup sekitar 2 hingga 3 persen dari total populasi kerajaan tersebut.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Kapal Induk AS Sudah Ancang-ancang Menyerang Iran, Teheran Malah Menantang
International
Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:29 WIB
Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Rudal Houthi, Pecahannya Jatuh di Makkah dan Madinah
International
Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:56 WIB