Jelang Pemilu Israel: Blok Netanyahu Kehilangan 3 Kursi Jadi 48, Oposisi Raih 54 Kursi

img-redaksi Syarifudin
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:31 WIB
Jelang Pemilu Israel: Blok Netanyahu Kehilangan 3 Kursi Jadi 48, Oposisi Raih 54 Kursi
Poster kampanye pemilihan yang menampilkan para kandidat dipajang di sepanjang jalan di Yerusalem pada 10 Oktober 2026, seiring berlanjutnya kegiatan kampanye menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Jajak pendapat di Israel yang diterbitkan pada hari Jumat menunjukkan blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kehilangan tiga kursi menjelang pemilihan umum mendatang, dengan perolehan 48 kursi dibandingkan dengan 54 kursi yang diraih oleh blok oposisi Yahudi. Hasil jajak pendapat tersebut dipublikasikan oleh surat kabar Maariv, empat hari sebelum pemilihan umum yang dijadwalkan pada 27 Oktober.

Berdasarkan proyeksi hasil tersebut, tidak satu pun dari kedua blok tersebut yang mampu membentuk pemerintahan.

Menurut jajak pendapat itu, blok Netanyahu kehilangan tiga kursi dibandingkan dengan hasil pekan sebelumnya, di mana mereka diproyeksikan meraih 51 kursi.

Jajak pendapat tersebut menemukan jika pemilihan umum diadakan hari ini, blok Netanyahu akan mengamankan 48 kursi, yang terdiri dari 19 kursi untuk partai Likud miliknya, tujuh kursi untuk partai Jewish Power pimpinan Itamar Ben-Gvir, tujuh kursi untuk partai ultra-Ortodoks United Torah Judaism, delapan kursi untuk partai ultra-Ortodoks Shas, dan tujuh kursi untuk partai Religious Zionism pimpinan Bezalel Smotrich.

Blok oposisi Yahudi akan memenangkan 54 kursi, yang mencakup 21 kursi untuk partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot, 15 kursi untuk partai Together pimpinan Naftali Bennett, 10 kursi untuk partai Democrats pimpinan Yair Golan, dan delapan kursi untuk partai Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman.

Partai-partai Arab akan mengamankan 14 kursi, dengan sembilan kursi diraih oleh Joint List yang dipimpin Yousef Jabareen, dan lima kursi oleh United Arab List yang dipimpin Mansour Abbas.

Secara terpisah, partai Reservists yang dipimpin Yoaz Hendel akan memenangkan empat kursi, meskipun jajak pendapat tersebut tidak merinci blok mana yang akan mereka dukung.

Untuk membentuk pemerintahan, diperlukan dukungan dari setidaknya 61 dari 120 anggota Knesset (parlemen Israel).

Sebagian besar pemimpin partai oposisi Yahudi telah menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan partai-partai Arab dalam membentuk pemerintahan.

Maariv mengaitkan penurunan proyeksi kursi untuk kubu Netanyahu dengan kegagalan partai "Israel Anda" (Your Israel), yang dipimpin Ofer Winter, untuk melampaui ambang batas elektoral—padahal jajak pendapat dalam beberapa pekan terakhir sempat memprediksi partai tersebut akan meraih empat kursi.

Dalam beberapa hari terakhir, Winter menghadapi tekanan dari kubu Netanyahu untuk mundur dari pencalonan, dengan alasan keikutsertaannya dapat memecah suara kelompok sayap kanan yang seharusnya bisa diraih oleh partai-partai lain yang lebih berpeluang mendapatkan kursi.

Preferensi untuk Jabatan Perdana Menteri



Jajak pendapat tersebut menunjukkan Eisenkot tetap unggul atas Netanyahu sebagai kandidat perdana menteri pilihan, dengan perolehan dukungan 49% dibandingkan 41% untuk Netanyahu.

Bennett juga tercatat mengungguli Netanyahu, dengan dukungan sebesar 45% berbanding 43% untuk perdana menteri petahana tersebut.

Perdana menteri Israel tidak dipilih secara langsung oleh masyarakat.

Jabatan ini diberikan kepada kandidat yang mampu membentuk pemerintahan dengan dukungan setidaknya 61 anggota Knesset.

Kemungkinan Pemilihan Umum Lanjutan



Jika kebuntuan saat ini terus berlanjut, Israel mungkin akan menghadapi putaran pemilihan umum lainnya—kecuali jika terbentuk pemerintahan persatuan atau pemerintahan berbasis dukungan terbatas yang didukung dari luar oleh para anggota parlemen dari kelompok Arab.

Menurut Maariv, 60% warga Israel lebih memilih pemerintahan persatuan jika pemilihan umum Knesset tidak menghasilkan pemenang yang jelas.

Dari jumlah tersebut, 33% menginginkan pemerintahan yang dipimpin tokoh dari "Blok Perubahan" (Change Bloc), sementara 19% menginginkan Netanyahu yang memimpinnya. Sebanyak 8% lainnya menyatakan tidak tertarik.

Surat kabar tersebut menambahkan 23% responden mendukung diadakannya pemilihan umum kembali jika tidak ada hasil yang menentukan—turun dari 27% dalam jajak pendapat sebelumnya—sementara 17% menyatakan tidak tahu.

Media tersebut menyatakan jajak pendapat ini dilakukan oleh lembaga swasta Lazar Research Institute dengan melibatkan sampel acak sebanyak 580 warga Israel, dengan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 3,7 poin persentase.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Pakar Ini Yakin Israel Hadapi Krisis Eksistensial Terbesar dalam Sejarahnya
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:11 WIB
2 Tentara Israel Tewas, Netanyahu: Kejutan Besar Menanti Otoritas Palestina
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:42 WIB
8 Negara Sekutu AS Tolak Rencana Trump Serang Iran pada Akhir Pekan Ini
International
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:15 WIB