Warga Israel Sadar Tepi Barat Berada di Ambang Ledakan

img-redaksi Syarifudin
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 22:34 WIB
Warga Israel Sadar Tepi Barat Berada di Ambang Ledakan
Pasukan Israel berada di kawasan Farsh Al Hawa di pintu masuk utara Hebron, Tepi Barat, Palestina, pada 23 Oktober 2026. Foto/Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Mantan duta besar Israel, Alon Pinkas, mengatakan menurutnya situasi di Tepi Barat tidak akan memengaruhi pemilihan umum hari Selasa. Pernyataan itu muncul setelah penembakan yang menewaskan 2 tentara Israel di Hebron.

"Seandainya situasinya berkembang atau terjadi dengan cara berbeda—misalnya jika ada banyak korban jiwa di kedua belah pihak, tentara Israel tewas, dan sebagainya—mungkin hal itu bisa memberikan dampak tertentu," ujar Pinkas kepada Al Jazeera.

"Meskipun warga Israel cenderung lebih suka hidup dalam penyangkalan mengenai apa yang terjadi di Tepi Barat, jauh di lubuk hati mereka sadar—mereka tahu betul—bahwa Tepi Barat telah menjadi wadah yang mendidih; Tepi Barat berada di ambang ledakan," katanya.

Pinkas menambahkan Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, bersama Netanyahu, berupaya menanamkan "kondisi perang permanen" di benak masyarakat Israel.

"Intinya—dan inilah alasan mengapa saya katakan hal ini tidak akan berpengaruh—adalah karena semua situasi tersebut sudah diperhitungkan, atau sudah ‘terintegrasi', ke dalam pola pemilihan suara," jelasnya.

Sementara itu, jurnalis The Washington Post, Heidi Levine, yang diserang oleh pemukim Israel pekan lalu, mengungkapkan kepada CNN bahwa hal yang paling menyakitkan baginya adalah kini ia bisa "benar-benar memahami apa yang telah dialami orang lain—apa yang telah dilalui oleh perempuan, anak-anak, dan laki-laki Palestina."

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya bagi semua korban yang pernah mengalami cobaan serupa dan harus hidup di bawah ancaman kekerasan seperti ini setiap harinya," tuturnya.

"Ada gas air mata, ada suara tembakan. Sepemahaman saya, seorang pria—seorang pria Palestina—tertembak di bagian kaki, lalu para pemukim itu menyerbu maju," ungkapnya kepada CNN.

"Saya dihempaskan ke tanah… Mereka terus menendang dan memukuli saya dengan tongkat, dan itu berlangsung terus-menerus. Saat itu saya sempat berpikir, ‘Baiklah, mungkin saya akan berpura-pura mati saja; siapa tahu mereka akan berhenti dan membiarkan saya sendiri.'" Levine, yang menyampaikan komentar tersebut pada hari Kamis setelah keluar dari rumah sakit di Israel, menggambarkan pengalaman berat itu justru memperkuat "komitmennya untuk terus berupaya membawa perubahan."

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Warga Israel Sadar Tepi Barat Berada di Ambang Ledakan
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 22:34 WIB
Iran Tetapkan 7 Syarat untuk Buka Lagi Selat Hormuz dan Lanjutkan Perundingan
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 20:31 WIB
Bos Perusahaan Minyak Arab Saudi Keluarkan Peringatan Pasokan Global
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 17:29 WIB