Raja Charles III Kutip Hadis Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Arab saat Menjamu Sultan Oman

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 13:03 WIB
Raja Charles III Kutip Hadis Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Arab saat Menjamu Sultan Oman
Raja Inggris Charles III dan Ratu Camilla dari Kerajaan Inggris menyambut kunjungan Sultan Oman Haitham bin Tariq di Kastil Windsor. Foto/Anadolu
A
A
A
LONDON - Raja Inggris Charles III dari Kerajaan Inggris menjadi sorotan setelah mengutip hadis Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab saat menjamu Sultan Oman Haitham bin Tariq di Kastil Windsor. Momen tersebut berlangsung dalam jamuan kenegaraan pada Selasa lalu dan videonya sekarang viral di media sosial.

Dalam pidatonya, Raja Charles mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang memuji karakter penduduk Oman. Kutipan tersebut disampaikan ketika penguasa Inggris itu menyoroti hubungan panjang antara Inggris dan Oman serta peran penting negara Teluk itu dalam menjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Lau anna ahla 'Umaana ataita, maa sabbuuka wa laa dharabuuka," demikian hadis Nabi Muhammad SAW yang dikutip Raja Charles. Terjemahan dari sabda Rasulullah tersebut adalah "Seandainya engkau mendatangi penduduk Oman, niscaya mereka tidak akan mencacimu dan tidak akan memukulmu."

Dalam pidatonya, Charles memperkenalkan kutipan tersebut dengan menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai sumber perkataan yang menggambarkan karakter masyarakat Oman.

Kutipan itu menarik perhatian karena disampaikan oleh seorang raja, kepala negara, sekaligus pemimpin tertinggi Gereja Inggris. Video Raja Charles melafalkan hadis tersebut dalam bahasa Arab menuai beragam respons di media sosial.

Bagi sebagian pengguna media sosial, kemampuan Charles mengutip perkataan Nabi Muhammad menunjukkan pengetahuannya mengenai Islam dan kebudayaan masyarakat Arab.

Namun, momen tersebut juga perlu dipahami dalam konteks diplomasi. Charles menggunakan kutipan itu untuk menegaskan penghormatan terhadap masyarakat Oman sekaligus memperkuat pesan mengenai persahabatan dan kerja sama lintas budaya.

Kutipan tersebut tidak berarti Charles memeluk Islam. Raja Charles III tetap merupakan pemimpin Gereja Inggris, sedangkan penyebutan hadis itu menjadi bagian dari pidato diplomatiknya untuk menghormati tamu negara.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, pesan Charles mengenai karakter masyarakat Oman dan pentingnya dialog menjadi simbol hubungan historis kedua negara yang ingin terus dipertahankan.

Raja Charles Puji Peran Oman di Timur Tengah



Selain mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, Charles memuji peran Oman dalam membangun komunikasi di tengah konflik yang kembali mengguncang Timur Tengah.

Dia secara khusus menyoroti upaya Oman untuk menjaga jalur pelayaran strategis Selat Hormuz tetap terbuka. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan maritim terpenting di dunia, terutama bagi distribusi energi global.

"Upaya mulia Oman dalam menjaga agar salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia tetap terbuka telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi seluruh komunitas internasional," kata Charles dalam pidatonya.

Charles menilai upaya Oman memberikan manfaat bagi masyarakat internasional, terutama kelompok rentan yang terdampak konflik.

Dia juga menghargai pendekatan diplomasi Oman yang berupaya menemukan titik temu di antara pihak-pihak yang berselisih.

Menurut Charles, sikap netral konstruktif yang dijalankan Oman di kawasan Teluk layak mendapatkan penghormatan.

Kunjungan Bersejarah Sultan Oman ke Inggris



Jamuan kenegaraan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Sultan Haitham bin Tariq ke Inggris selama tiga hari. Kunjungan ini menjadi kunjungan kenegaraan pertama oleh seorang sultan Oman ke Inggris sejak 1982.

Raja Charles dan Ratu Camilla menyambut Sultan Haitham dalam rangkaian acara resmi di Kastil Windsor. Kunjungan tersebut juga menegaskan hubungan historis kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad.

Dalam pidatonya, Charles mengingatkan bahwa hubungan Inggris dan Oman berkembang melalui perdagangan maritim, kerja sama pertahanan, diplomasi, dan perdagangan.

Dia juga mengenang Sultan Qaboos bin Said, pendahulu Sultan Haitham, yang dinilainya berhasil memodernisasi Oman sembari mempertahankan tradisi dan kebudayaan negara tersebut.

Hubungan kedua negara kini berlanjut melalui berbagai bidang kerja sama, termasuk investasi, pendidikan, pertahanan, dan pelestarian lingkungan.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Zelensky Yakin Putin Tak Akan Berani Gunakan Bom Nuklir, Ini Alasannya
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 13:20 WIB
Imbas Kerusuhan, Macron Larang Demo yang Dinilai Tidak Sah di Prancis
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 09:50 WIB
Putin: Eropa Mengalami Skizofrenia Politik, Mereka Tak Bisa Kalahkan Rusia!
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB
Rusia Bombardir Kyiv Beberapa Jam usai Sepakat Berunding Damai dengan Ukraina
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 05:46 WIB