Rasulullah Shallallahu ALaihi Wassalam pernah mencontohkan beberapa doa minta hujan untuk umatnya dan bisa kita amalkan saat musim kemarau panjang ini. Foto ilustrasi/ist
Umat islam dianjurkan untuk berikhtiar dengan memanjatkan
doa meminta hujansaat musim kemarau panjang yang saat ini terjadi. Doa ini bertujuan supaya bumi kita senantiasa mendapatkan kelimpahan berkah, rahmat, dan turunnya hujan.
Rasulullah Shallallahu ALaihi Wassalam pernah mencontohkan beberapa doa minta hujan untuk umatnya. Berikut
kumpulan doameminta hujan saat musim kemarau yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW:
1. Doa pertama
Doa ini mencerminkan keimanan dan ketergantungan manusia terhadap kebaikan Allah SAW. Rasulullah SAW mengajarkan doa meminta hujan yang menyuburkan, tidak mencelakakan, dan mendatangkan manfaat.
Hal tersebut sesuai dengan yang telah diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Adapun bacaan doa meminta hujan saat musim kemarau adalah seperti berikut ini:
اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا, نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du'a al-Ma'tsurat wa Adabuhu wa Ma Yajibu ‘ala al-Da'i Ittiba'uhu wa Ijtinabuhu, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002, h. 174)
2. Doa kedua
Rasulullah SAW pernah memanjatkan doa meminta hujan saat sekelompok orang Badui mengeluh akibat kekeringan.Kekeringan ini membuat binatang ternak mereka menjadi mati dan mengalami gagal panen.
Selain itu, anak-anak juga kelaparan karena kesulitan mendapatkan susu atau air bersih untuk diminum. Setelahnya beliau duduk di atas mimbar, kemudian bertahmid dan memuji Allah SAW.
Rasulullah SAW mengangkat tangannya seraya memanjatkan doa berikut:
اللهمّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا سَرِيْعًا مَرِيْعًا غَدَقًا طَبَقًا، عَاجِلًا غَيْرَ رَائِفٍ، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ تَمْلَأُ بِهِ الضَّرْعُ، وَيَنْبُتُ بِهِ الزَّرْعُ وَتُحْيِي بِهِ الْأَرْضُ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang merata, segera, menyuburkan, lebat, merata, segera tanpa kelambatan, bermanfaat tanpa bahaya. Hujan yang dapat memenuhkan ambing (kantong kelenjar) susu binatang ternak, yang menumbuhkan tanaman, yang menghidupkan tanah setelah mati (karena kekeringan)." (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du'a al-Ma'tsurat wa Adabuhu wa Ma Yajibu ‘ala al-Da'i Ittiba'uhu wa Ijtinabuhu, 2002, h. 174)
3. Doa Ketiga
Doa meminta hujan saat musim kemarau ini bertujuan untuk meminta rahmat dan keberkahan Allah SAW. Rasulullah SAW memanjatkan doa turunnya hujan untuk seluruh hamba Allah SWWT dan binatang ciptaan-Nya.
Sepenuhnya menginginkan untuk dihidupkan lagi negeri yang sudah mati akibat kekeringan berkepanjangan. Bacaan doa ini bisa diamalkan dengan mudah setelah mengerjakan sholat fardhu. Bunyi bacaannya yang cukup singkat adalah sebagai berikut:
اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan binatang-binatang (ciptaan)-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang sebelumnya mati." (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du'a al-Ma'tsurat wa Adabuhu wa Ma Yajibu ‘ala al-Da'i Ittiba'uhu wa Ijtinabuhu, 2002, h. 176)
4. Doa Keempat
Doa meminta hujan yang terakhir ini dipanjatkan Rasulullah SAW saat mendengar keluhan akibat kekeringan. Musim hujan yang datang terlambat menyebabkan kelangkaan air dan tanah-tanah menjadi tandus.
Rasulullah SAW langsung meminta mimbar kepada pengikutnya untuk diletakkan di musala. Setelah itu, beliau berjanji bahwa setelah matahari terbit maka akan segera menemui mereka.
Rasulullah SAW duduk tepat diatas mimbar dan berkata kepada mereka:
إنكم شكوتم جدب دياركم واستئخار المطر عن إبان زمانه عنكم وقد أمركم الله سبحانه أن تدعوه ووعدكم أن يستجيب لكم
Artinya: Sesungguhnya kalian mengeluhkan gersangnya tanah-tanah kalian dan terlambatnya hujan dari masa biasanya. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya, dan menjanjikan akan mengabulkan (doa) kalian."
Lalu, beliau memanjatkan doa meminta hujan saat musim kemarau sebagai berikut:
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهمَّ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ, وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلْيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَي حِيْنٍ
Artinya: Segala puji milik Allah, Tuhan seluruh semesta, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Tuhan yang menguasai hari pembalasan. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Engkau yang Maha Kaya, sedangkan kami makhluk yang membutuhkan, turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan dan pencapaian hingga akhir masa.
Rasulullah SAW mengangkat tangannya dan memposisikan tubuhnya menghadap orang-orang didepannya. Beliau kemudian menjalankan salat sunnah dua rakaat yang setiap rakaatnya membaca Subhanallah dan Masyaallah.
Tak lama kemudian, turunlah hujan dengan sangat deras dan lebat hingga memenuhi masjid. Rasulullah SAW pun tersenyum saat orang-orang bergegas pergi dari masjid untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
(wid)