Putin: Eropa Mengalami Skizofrenia Politik, Mereka Tak Bisa Kalahkan Rusia!

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB
Putin: Eropa Mengalami Skizofrenia Politik, Mereka Tak Bisa Kalahkan Rusia!
Presiden Rusia Vladimir Putin sebut Eropa mengalami skizofrenia politik. Menurutnya, Eropa tak bisa mengalahkan Rusia secara strategis. Foto/Kremlin.ru
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow siap melanjutkan perundingan damai trilateral mengenai Ukraina. Namun, Putin mengeklaim Eropa mengalami "skizofrenia politik", di mana negara-negara di Benua Biru itu terus menebar ketakutan mengenai kemungkinan perang dengan Rusia.

Dalam wawancara pada hari Kamis, Putin menyebut Ukraina sebagai "negara saudara" meski sedang berkonflik dengan Rusia.

"Eropa terus-menerus menebar ketakutan tentang persiapan menghadapi perang dengan Rusia. Ini semacam skizofrenia politik. Terlepas dari pernyataan Eropa mengenai ‘ancaman Rusia', jelas bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Rusia secara strategis," kata Putin.

"Orang-orang yang ingin mengalahkan Rusia pada abad-abad sebelumnya, sebagaimana yang terjadi sekarang, akan menyadari bahwa berteman dengan Rusia adalah pilihan yang lebih baik. Jelas bahwa negara-negara Eropa tidak ingin berperang dengan Rusia, dan kami juga tidak ingin berperang dengan mereka," ujarnya, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (23/10/2026).

Terkait perundingan dengan para pejabat pemerintahan Amerika Serikat (AS), Putin mengatakan Moskow telah menyepakati kesiapan untuk kembali menggelar konsultasi trilateral. "Ya, kami telah sepakat bahwa kami siap melanjutkan konsultasi trilateral," ujarnya

Pernyataan itu muncul setelah ajudan Putin, Yuri Ushakov, sebelumnya mengonfirmasi bahwa perundingan akan dilanjutkan setelah 10 November. Pertemuan trilateral tersebut melibatkan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat.

Putin melanjutkan bahwa Rusia akan berupaya maksimal untuk bernegosiasi dan mencari solusi atas konflik Ukraina.

"Hari ini, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk bernegosiasi dan mencari solusi atas konflik Ukraina. Ukraina adalah negara saudara. Studi genetika terbaru menunjukkan bahwa orang Rusia dan Ukraina sebenarnya adalah satu bangsa," katanya.

Putin juga melontarkan kritik terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan menuduh pemerintahannya memperlakukan warga Ukraina sebagai "umpan meriam".

"Rezim Kyiv memperlakukan warga Ukraina seperti umpan meriam. Mereka adalah warga negara yang berada di garis depan. Kami melihat mereka ditangkap dari jalanan...tidak ada motivasi," kata Putin.

Sebelumnya, utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff menggelar perundingan penting dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu di St Petersburg.

Pertemuan tersebut bertujuan mendorong proposal untuk mengakhiri perang di Ukraina sekaligus membuka jalan menuju perundingan yang lebih luas.

Sebagaimana dilaporkan CNN, upaya diplomatik itu berlangsung setelah Witkoff mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Zelensky di Norwegia pada Selasa.

Rekaman video setelah pertemuan di Oslo tersebut memperlihatkan Witkoff menegaskan bahwa peninjauan hasil pertemuan yang disebutnya "produktif" itu tetap menjadi salah satu agenda utama.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Imbas Kerusuhan, Macron Larang Demo yang Dinilai Tidak Sah di Prancis
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 09:50 WIB
Putin: Eropa Mengalami Skizofrenia Politik, Mereka Tak Bisa Kalahkan Rusia!
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB
Rusia Bombardir Kyiv Beberapa Jam usai Sepakat Berunding Damai dengan Ukraina
International
Jum'at, 23 Oktober 2026 - 05:46 WIB
Putin, Xi Jinping, dan Trump Mungkin akan Gelar Pertemuan Puncak Bersejarah
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:06 WIB