Jet-jet tempur Israel dilaporkan mendekati perbatasan Iran, diduga sebagai upaya provokasi agar Teheran menembak jatuh sehingga jadi dalih bagi Israel untuk perang lagi. Foto/US Air Force/Master Sgt. Kevin J. Gruenwald
TEL AVIV - Puluhan jet tempur
Israel telah terbang mendekati perbatasan Iran pada awal pekan ini dalam sebuah manuver yang diduga bertujuan memancing respons militer Teheran. Manuver militer Zionis itu diungkap media Israel;
Channel 12, dengan mengutip sumber-sumber Amerika Serikat (AS).
Laporan itu menyebutkan bahwa operasi tersebut berlangsung pada Senin malam hingga Selasa dini hari. Misi itu melibatkan puluhan jet tempur yang didampingi pesawat pengisi bahan bakar milik Angkatan Udara Israel.
Menurut stasiun televisi Israel tersebut, pesawat-pesawat itu terbang melintasi wilayah udara Suriah dan Irak sebelum berbalik menuju Israel setelah mendekati perbatasan Iran dari jarak yang sangat dekat.
Sumber-sumber AS mengatakan bahwa Israel mungkin berharap pasukan Iran akan melepaskan tembakan ke arah pesawat-pesawat tersebut. Hal itu berpotensi memberikan dalih bagi Israel untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Para pejabat AS dan Israel menggambarkan operasi tersebut sebagai latihan untuk menunjukkan kemampuan militer sekaligus mencegah Iran melakukan tindakan agresif. Namun, menurut laporan
Channel 12, manuver itu berisiko memicu kesalahan perhitungan dari pihak Iran, yang dapat memancing respons militer dan kembali menyulut perang.
Sumber-sumber AS mengatakan Israel telah memberi tahu Washington mengenai operasi tersebut sebelum pelaksanaannya. Israel menyebut misi itu sebagai latihan militer yang bertujuan memperlihatkan kemampuan militernya sekaligus mencegah Iran mengambil tindakan yang mengancam keamanan Israel.
Mereka menambahkan bahwa Israel mengetahui sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi keberadaan pesawat-pesawat tersebut.
Operasi itu berlangsung bersamaan dengan kunjungan Menteri Perang AS Pete Hegseth ke Israel. Dalam kunjungan tersebut, Hegseth bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz di Pangkalan Udara Ovda.
Netanyahu Siapkan Serangan Baru terhadap Iran
Secara terpisah,
Financial Times melaporkan pada Kamis (22/10/2026) bahwa Netanyahu telah memerintahkan militer Israel pada awal bulan ini untuk mempersiapkan serangan besar-besaran baru terhadap Iran.
Dengan mengutip tiga orang yang mengetahui rencana tersebut, surat kabar itu melaporkan bahwa militer Israel telah menyiapkan kampanye serangan selama beberapa hari. Targetnya mencakup fasilitas nuklir Iran, lokasi yang terkait dengan pemerintah, serta infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik.
Menurut laporan tersebut, serangan itu semula direncanakan berlangsung pada 10 Oktober. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Presiden AS Donald Trump menentang dimulainya kembali perang menjelang pemilu sela AS pada 3 November.
Sekadar diketahui, AS dan Israel sebelumnya telah melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran merespons dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah di kawasan Timur Tengah tersebut serta secara efektif menutup Selat Hormuz. Washington kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(mas)