Wali Kota New York Zohran Mamdani, bersama Jaksa Agung New York Letitia James, Advokat Publik Kota New York Jumaane Williams, dan Komisaris NYPD Jessica Tisch, menggelar konferensi pers di kawasan Marble Hill, Bronx, menyusul insiden di mana seorang agen
NEW YORK - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, pada hari Rabu (21/10/2026) menuntut pembebasan segera warga New York yang ditahan oleh Israel saat mendampingi petani Palestina selama musim panen zaitun di Tepi Barat. Tuntutan itu muncul dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.
Mamdani mengatakan calon anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Brad Lander, sejumlah rabi, dan warga New York lainnya telah mendampingi petani Palestina selama masa panen sebelum akhirnya ditahan pemerintah Israel.
"Memanen zaitun bukanlah tindakan ilegal. Pendudukanlah yang ilegal," ujarnya.
Ia menyambut baik pembebasan Lander, namun menyatakan warga New York lainnya masih berada dalam tahanan.
"Saya bersyukur Brad telah dibebaskan. Namun, warga New York lainnya masih ditahan, dan mereka harus segera dibebaskan," katanya.
Mamdani menuduh Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, seraya menyebutkan lebih dari 74.000 orang telah terbunuh selama beberapa tahun terakhir.
"Penahanan terhadap warga New York ini harus diakhiri. Pendudukan harus diakhiri. Genosida harus diakhiri," tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pasukan Israel pada hari Rabu menahan Lander—yang merupakan sekutu Mamdani—bersama dengan puluhan aktivis dan petani Palestina, saat mereka berpartisipasi dalam panen zaitun di Tepi Barat yang diduduki, menurut seorang aktivis.
Aktivis Palestina, Amira Muslim, mengatakan kepada Anadolu bahwa pasukan Israel menahan 45 aktivis asing serta 25 aktivis Israel saat mereka sedang memanen zaitun di kota Husan, sebelah barat Betlehem.
Serangan oleh pihak pendudukan Israel terhadap warga Palestina dan lahan mereka di Tepi Barat meningkat selama musim panen zaitun.
Serangan tersebut mencakup tindakan kekerasan terhadap petani, penghalangan akses ke lahan mereka, pencurian hasil panen, serta perusakan pohon-pohon zaitun.
Data pihak Palestina menunjukkan 750.000 warga pendudukan Israel tinggal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang tersebar di 194 permukiman dan 400 pos terdepan (outpost).
(sya)