Huang Yi-hao, komedian stand-up asal Taiwan, menjadi target penabrakan mobil setelah melontarkan ejekan terhadap Presiden China Xi Jinping dan Partai Komunis China. Foto/Facebook Huang Yi-hao
TAIPEI - Huang Yi-hao, seorang komedian
stand-up asal Taiwan, telah menjadi target penabrakan mobil setelah melontarkan ejekan terhadap Presiden
China Xi Jinping dan Partai Komunis China. Setidaknya, lima pria terlibat dalam rencana untuk menabrak komedian tersebut.
Jaksa Taiwan menyatakan kelima pria tersebut berencana mencelakai Huang dengan imbalan uang dari seorang pria dari China, yang diidentifikasi dengan inisial "K".
Taiwan berulang kali menuduh China melakukan penindasan transnasional untuk membungkam para pengkritik di pulau yang memerintah dirinya sendiri tersebut—wilayah yang diklaim oleh Beijing sebagai bagian dari kedaulatan China dan yang telah mereka janjikan untuk direbut dengan paksa jika diperlukan.
Dalam salah satu penampilannya, Huang mengejek penampilan Presiden Xi Jinping, menyamakannya dengan karakter Winnie-the-Pooh, serta melontarkan kritik tajam terhadap rekam jejak politiknya.
Jaksa di New Taipei menyatakan pada hari Rabu bahwa "K" telah membayar kelima terdakwa untuk mencelakai Huang hingga dia harus dirawat di rumah sakit.
"Kasus ini melibatkan insiden serius di mana Partai Komunis China diduga menggunakan taktik penindasan lintas batas untuk mengarahkan elemen-elemen pelanggar hukum di negara kita guna membungkam suara-suara politik yang berbeda pendapat melalui kekerasan ekstrem," kata pihak jaksa, sebagaimana dikutip
The Guardian, Kamis (22/10/2026).
Kantor Urusan Taiwan milik China tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.
Menurut laporan
Central News Agency (
CNA) yang berbasis di Taiwan, sebuah alat pelacak GPS diduga dipasang pada skuter milik Huang beberapa bulan sebelum serangan terjadi, dengan tujuan untuk memantau rutinitas sehari-harinya.
Jaksa mengungkapkan bahwa pada 11 September, dua terdakwa menabrakkan kendaraan ke skuter Huang Yi-hao saat dia sedang dalam perjalanan pulang, namun mereka berhenti setelah mendengar Huang berteriak.
Komedian tersebut mengalami memar di bagian panggul. Para tersangka kemudian diduga berpura-pura membantu pengurusan klaim asuransi agar bisa mengirimkan foto surat keterangan medis Huang kepada "K".
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa "K" menolak membayar penuh jumlah sebesar TWD450.000 (USD13.900) yang telah dijanjikan kepada para tersangka, karena cedera yang dialami Huang ternyata hanya tergolong ringan.
Pada hari Rabu, Huang mengunggah ulang sebuah video dari Desember 2025, di mana dia meminta penonton untuk membantunya dengan meneriakkan nama sosok yang hendak dia gambarkan.
Dalam serangkaian kritik tajam yang disampaikan dengan tempo cepat, komedian yang mengenakan pakaian tradisional itu menyebutkan ciri-ciri seperti "rambut yang disisir ke belakang" dan "tubuh yang berisi", sembari melontarkan kritik terhadap kebijakan terkait Hong Kong, Covid, dan pasar properti. Setelah mengakhiri ucapannya dengan sebuah kata kasar, penonton pun meneriakkan nama Xi, lalu menyambutnya dengan tepuk tangan.
Pada bulan Mei, dua orang dituntut setelah menyebarkan kotoran dan cat di sebuah kelab di Taipei, beberapa jam sebelum pertunjukan Huang dimulai.
Lev Nachman, seorang profesor ilmu politik di National Taiwan University, mengatakan: "Penting untuk diingat bahwa apa yang kita baca ini jelas merupakan kasus yang lebih ekstrem, namun ancaman dan tindakan kekerasan terhadap pihak-pihak yang mengkritik Partai Komunis China (CCP) memang telah terjadi di Taiwan selama bertahun-tahun."
Dewan Urusan Daratan Taiwan menyatakan pada bulan Oktober bahwa setidaknya 126 individu telah menjadi korban represi transnasional oleh China.
Dalam sebuah unggahan pada hari Rabu, Huang menulis: "Jika seseorang bisa diperlakukan seperti ini hanya karena mengkritik Partai Komunis China—padahal partai tersebut bahkan tidak memerintah Taiwan—bagaimana mungkin kita bisa mempertahankan kebebasan berpendapat yang kita miliki sekarang seandainya CCP kelak berkuasa di Taiwan?"
Dalam unggahan lain di Facebook, Huang menyatakan bahwa dia tidak akan membatalkan pertunjukan-pertunjukan mendatang, namun dia menegaskan bahwa dirinya "bukanlah seorang pahlawan".
"Saya menulis materi ini karena menurut saya lucu," ujarnya. "Jika saya berhenti, itu semata-mata karena saya sudah bosan melakukannya."
(mas)