Trump Sangkal Ada Negosiasi dengan Iran, Sebut Situasi akan Selesai dalam Waktu Dekat

img-redaksi Syarifudin
Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:14 WIB
Trump Sangkal Ada Negosiasi dengan Iran, Sebut Situasi akan Selesai dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump. Foto/mehr
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington berada dalam posisi yang "sangat baik secara militer maupun finansial" dalam menghadapi Teheran. Dia menggambarkan situasi tersebut sebagai "konflik kecil melawan Iran".

Saat berbicara kepada para wartawan di Pangkalan Bersama Andrews (Joint Base Andrews), Trump ditanya apakah ia telah menyerah untuk bernegosiasi dengan pihak Iran.

"Tidak, bukan berarti kami tidak bernegosiasi—bagaimanapun juga, akan ada penyelesaian nantinya. Hal itu akan terjadi dalam waktu dekat," ujarnya.

"Kebanyakan orang beranggapan bahwa penyelesaiannya akan terjadi setelah pemilihan umum, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," tambahnya, merujuk pada pemilihan umum paruh waktu AS yang akan datang.

"Namun, perlu saya katakan, apa yang telah kami lakukan terhadap Iran sungguh luar biasa," kata Trump.

Program nuklir Iran kembali menjadi hambatan utama dalam negosiasi untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran, mengingat Washington dan Teheran masih berselisih mengenai pengayaan uranium serta masa depan cadangan nuklir Iran.

Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan "tidak akan ada satu partikel pun uranium yang diperkaya yang akan keluar dari Iran", seraya menolak tuntutan agar Teheran memindahkan material nuklirnya ke luar negeri.

Sementara itu, AS menginginkan Iran untuk membuat komitmen jangka panjang yang dapat diverifikasi agar tidak membangun kembali kemampuan senjata nuklirnya. Wakil Presiden AS JD Vance bahkan menyerukan pengurangan yang signifikan terhadap kapasitas pengayaan uranium Iran.

Nota kesepahaman yang dicapai kedua negara pada bulan Juni mengusulkan pengurangan tingkat pengayaan uranium di bawah pengawasan internasional, namun sejumlah detail penting—termasuk jumlah material yang akan diproses dan sampai tingkat apa pengayaan tersebut dilakukan—masih belum terselesaikan.

Teheran bersikeras pengayaan uranium merupakan hak mereka berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty), sementara Washington menuntut jaminan bahwa Iran tidak akan mampu mengembangkan senjata nuklir.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump: AS Telah Lumpuhkan Iran, Rusia dan China Tak Banyak Berperan!
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:24 WIB
Alberta Tetap Bersama Kanada, Mengapa Provokasi Trump Gagal Total?
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB