Bandara dan Situs Minyak Arab Saudi Diserang, 3 Tewas, 10 Lainnya Terluka

img-redaksi Muhaimin
Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:05 WIB
Bandara dan Situs Minyak Arab Saudi Diserang, 3 Tewas, 10 Lainnya Terluka
Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Kerajaan Arab Saudi, diserang pada Rabu malam di tengah perang melawan kelompok Houthi Yaman yang semakin memanas. Foto/Anadolu
A
A
A
RIYADH - Wilayah Kerajaan Arab Saudi kembali diserang di tengah perang melawan kelompok Houthi Yaman yang semakin memanas. Kali ini, serangan menyasar Bandara Internasional King Fahd di Dammam dan situs minyak yang dioperasikan oleh Aramco.

Otoritas penerbangan sipil kerajaan mengatakan sebuah serangan menyasar Bandara Internasional King Fahd pada Rabu malam. Satu orang tewas dan delapan lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Mengutip laporan Saudi Press Agency (SPA), Kamis (22/10/2026), otoritas tersebut tidak merinci jenis serangan yang terjadi, dan tidak pula menyebut kelompok Houthi sebagai pelaku serangan.

Dalam sebuah pernyataan, otoritas itu menyebutkan bahwa tingkat cedera akibat serangan berkisar dari "ringan hingga serius", dan kerusakan material pada bandara saat ini sedang dalam penilaian.

Pada hari yang sama, sebuah ladang minyak yang dioperasikan oleh Aramco di wilayah tenggara kerajaan menjadi target serangan drone. Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan drone tersebut berhasil dicegat, namun puing-puing dari drone tersebut menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.

Kementerian itu mengungkapkan bahwa dua korban tewas merupakan warga negara Nepal dan Filipina, sementara korban luka-luka adalah warga negara Pakistan dan India.

Puing-puing yang jatuh juga memicu kebakaran pada kendaraan milik kontraktor di ladang minyak Shaybah.

Kerajaan Arab Saudi telah mengalami berbagai serangan terhadap bandara dan fasilitas minyaknya yang dilancarkan oleh kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Bulan lalu, puing-puing dari drone Houthi yang dicegat menewaskan seorang penduduk Yaman yang tinggal di Arab Saudi. Ini merupakan korban sipil pertama sejak kelompok Houthi meningkatkan serangan mereka terhadap kerajaan tersebut, dengan menyasar fasilitas pelayaran dan minyak Arab Saudi.

Awal bulan ini, kebakaran terbatas sempat terjadi di sebuah gedung administrasi milik Aramco—salah satu fasilitas minyak terbesar di dunia—yang menjadi sasaran serangan di Provinsi Timur Arab Saudi.

Serangan-serangan ini terjadi di tengah pertempuran baru antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, yang telah memutus gencatan senjata selama empat tahun. Konflik di Yaman ini menandai eskalasi baru dalam krisis yang kian meluas di Timur Tengah.

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang sempat diserang beberapa kali oleh kelompok Houthi bulan ini dan ditutup pada 10 Oktober, telah dibuka kembali untuk penerbangan domestik pada hari Rabu.

Menurut data FlightAware, maskapai Saudia dan FlyNas telah kembali melayani penerbangan. Namun, maskapai-maskapai penerbangan utama, termasuk Lufthansa dan Air France, telah membatalkan layanan hingga pertengahan November.

Kelompok Houthi mengakui telah menyerang bandara tersebut, dengan mengeklaim—tanpa disertai bukti—bahwa Arab Saudi memasok peralatan militer kepada pasukan pemerintah Yaman melalui fasilitas itu.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Tak Takut dengan Ibu Segala Bom AS, Iran Siap Luncurkan Bapak Segala Bom
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:02 WIB
Bandara dan Situs Minyak Arab Saudi Diserang, 3 Tewas, 10 Lainnya Terluka
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:05 WIB
Meski Dukung Teheran, 6 Keuntungan Rusia dari Perang Iran dan AS
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:30 WIB
AS Tuding IRGC Tak Mampu Bayar Tentaranya, Ini 4 Strategi Iran Bisa Bertahan
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:20 WIB