Persiapan Proprov VII, KONI Banten Verifikasi Atlet hingga Kelayakan Venue

img-redaksi Puguh Hariyanto
Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:25 WIB
Persiapan Proprov VII, KONI Banten Verifikasi Atlet hingga Kelayakan Venue
Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid mengatakan, pihaknya telah berkunjung ke Tangsel dan menugaskan Panwasrah melakukan verifikasi terkait persiapan Porprov VII Banten. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SERANG - Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten memasuki tahap penting. KONI Banten bersama Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) serta Panitia Besar Porprov terus memeriksa kesiapan penyelenggaraan, mulai dari persyaratan atlet hingga fasilitas pertandingan.

Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid mengatakan, pihaknya telah mengadakan kunjungan ke Tangerang Selatan dan menugaskan Panwasrah melakukan verifikasi. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan menjelang dimulainya kompetisi pada 15 November mendatang. "Minggu ini juga kita dari KONI Banten akan turun ke sana, akan mencoba memverifikasi kembali, sudah sejauh mana kesiapan di Tangerang Selatan," katanya di Serang, Rabu (21/10/2026).

Porprov VII dijadwalkan berlangsung pada 15–23 November 2026 di Tangsel dengan peserta dari delapan kabupaten dan kota di Banten. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan meningkat dari 45 cabang pada Porprov VI tahun 2022 menjadi 60 cabang pada tahun ini. "Perbedaan dengan Porprov ke-7 di Tangerang Selatan ini ada 60. Jadi lebih banyak di Tangerang Selatan," ujarnya.

Agus mengatakan KONI Banten telah menetapkan technical delegate (TD) untuk masing-masing cabang olahraga. Mereka berasal dari pengurus provinsi cabang olahraga dan memahami persyaratan peserta serta aturan teknis pertandingan.

"Kita sudah SK-kan masing-masing TD, karena TD ini memang kita ambil dari masing-masing pengprov. Karena TD ini yang lebih menguasai tentang aturan main, persyaratan atlet, apa yang dipertandingkan," ujarnya.

Menurut Agus, koordinasi dengan delegasi teknis diperlukan untuk menentukan nomor-nomor pertandingan sekaligus mengantisipasi perbedaan penafsiran ketentuan. "Kalaupun ada dinamika di luar itu, juga tetap kita akan melaksanakan diskusi, duduk bersama, supaya semua satu frekuensi ketika dipertandingkan," ujarnya.

Ketua Panwasrah Porprov VII Banten Roni Alfianto menjelaskan, pengawasan telah dilakukan sejak pendaftaran kontingen dan pemeriksaan identitas atlet. Panwasrah bekerja bersama Panitia Besar untuk memastikan peserta memenuhi ketentuan administrasi, termasuk dokumen kependudukan dan aturan perpindahan atlet.

"Pertama, kita menurunkan tim bekerja sama dengan OC, yaitu PB, untuk mengawasi pendataan atlet, pendataan kontingen. Apakah atlet tersebut memenuhi syarat untuk tanding di Porprov?" kata Roni.

Menurut Roni, pemeriksaan keabsahan juga berkaitan dengan kepentingan pembinaan jangka panjang. KONI Banten ingin atlet yang muncul dari Porprov dapat dipersiapkan untuk mewakili daerah pada ajang nasional, tanpa kemudian terkendala status asal daerah. "Yang pertama status atlet. Status atlet itu sangat penting karena atlet ini yang akan digunakan Provinsi Banten nanti memperkuat Banten di ajang PON," ujarnya.

Roni mengungkapkan, sekitar 95 persen data atlet telah dapat diterima dalam proses verifikasi, sementara sekitar 5 persen masih harus diperiksa kembali. Ia menyebut sekitar 300 pendaftaran memerlukan verifikasi lanjutan. Angka tersebut merupakan perkembangan pemeriksaan pada saat keterangan diberikan, bukan hasil final keabsahan atlet. "Dari 6.000 sekian, 6.000 itu lolos administrasi, verifikasi. Kemudian ada 5 persen, atau sekitar 300, masih perlu verifikasi ulang," jelasnya.

Panwasrah juga merekomendasikan perpanjangan waktu dalam tahapan administrasi karena sejumlah peserta menghadapi kendala dokumen dan penggunaan sistem pendaftaran berbasis teknologi informasi. Jika muncul perbedaan pendapat mengenai hasil verifikasi, pihak yang berkepentingan dapat menempuh masa sanggah dan, sesuai mekanisme yang tersedia, mengajukan perkara kepada Dewan Hakim. Ketentuan usia atlet pun harus mengikuti aturan pengurus pusat masing-masing cabang olahraga, bukan ditetapkan secara sepihak.

Pada aspek fasilitas, Agus menyatakan pertandingan diprioritaskan berlangsung di Tangerang Selatan. Namun, cabang yang memerlukan arena khusus dan tidak tersedia di kota tersebut dapat dipertandingkan di daerah lain. Ia mencontohkan selancar ombak yang memerlukan kawasan pantai.

"Kita prioritaskan seluruh venue dari 60 cabang olahraga ini akan digelar di Tangerang Selatan. Namun demikian, ada beberapa venue, hanya beberapa saja, yang tentunya tidak ada venue-nya di sana, kita laksanakan di luar Tangerang Selatan," terangnya.
(poe)
See original source
link link link link
Berita Terkait