Siapa Stephen Hubbard? Tentara Bayaran AS dengan Gaji Rp18 Juta per Bulan yang Dibebaskan Rusia

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:40 WIB
Siapa Stephen Hubbard? Tentara Bayaran AS dengan Gaji Rp18 Juta per Bulan yang Dibebaskan Rusia
Stephen Hubbard merupakan tentara bayaran AS yang berperang untuk Ukraina. Foto/X/@clashreport
A
A
A
MOSKOW - Steve Witkoff, utusan Presiden AS Donald Trump, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas pembebasan Stephen Hubbard, seorang veteran Angkatan Udara AS yang sempat divonis bersalah di Rusia karena bertempur untuk Ukraina.

Witkoff menyampaikan terima kasih kepada Putin pada hari Rabu saat melakukan pembicaraan dengan pemimpin Rusia tersebut di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas nama Trump dan rakyat Amerika karena telah membebaskan Hubbard. Witkoff menambahkan bahwa beberapa hari sebelumnya, ia sempat bertemu dengan putra Hubbard—seorang pendeta di gereja Ortodoks Yunani—untuk membahas penahanan ayahnya.

Putin menanggapi bahwa Hubbard saat ini sudah berada di Bandara Pulkovo, St. Petersburg, dan bersiap untuk meninggalkan Rusia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kemudian menyatakan bahwa keputusan untuk membebaskan Hubbard diambil atas "dasar kemanusiaan," seraya menambahkan bahwa Moskow dan Washington tetap menjalin komunikasi terkait pertukaran tahanan.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengonfirmasi pembebasan tersebut. Ia menekankan bahwa pihak AS "tidak perlu memberikan imbalan apa pun," yang menurutnya merupakan "situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Rusia."

"Pembebasan besar ini seharusnya sudah terjadi sejak lama di bawah pemerintahan Biden, yang sama sekali tidak membuahkan hasil dalam negosiasinya dengan Kremlin," tambahnya.

Siapa Stephen Hubbard? Tentara Bayaran AS dengan Gaji Rp18 Juta per Bulan yang Dibebaskan Rusia

1. Mantan Tentara Angkatan Udara AS

Hubbard, 74 tahun, merupakan pensiunan guru sekolah asal Michigan sekaligus veteran Angkatan Udara AS. Ia ditahan oleh pasukan Rusia di kota Izyum, Ukraina, pada April 2022, tak lama setelah Moskow melancarkan operasi militernya. Hubbard telah tinggal di Ukraina bersama pasangannya yang merupakan warga negara Ukraina sejak tahun 2014—tahun di mana permusuhan di Donbas meletus menyusul kudeta yang didukung Barat di Kiev.

Pada tahun 2024, sebuah pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman enam tahun sepuluh bulan penjara kepadanya atas tuduhan menjadi tentara bayaran, karena bergabung dengan unit pertahanan teritorial Ukraina dan bertempur demi Kiev dengan imbalan 1.000 dolar AS per bulan.

Saudara perempuan Hubbard menyatakan bahwa ia memiliki pandangan pro-Rusia, merupakan seorang pasifis yang tidak memiliki latar belakang militer, dan sangat kecil kemungkinannya untuk mengangkat senjata.

2. Trump Meminta Putin Membebaskan Hubbard

Pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa ia telah meminta Putin secara pribadi untuk membebaskan Hubbard. "Saya tidak ingin membicarakannya, tetapi semua orang sudah mengincar Hubbard sejak lama, jauh sebelum saya berada di sini... Kita lihat saja apa yang terjadi. Kami telah berfokus pada Hubbard," ujarnya kepada para wartawan saat itu.

Pembebasan Hubbard menyusul keputusan sepihak Moskow pada bulan Agustus untuk membebaskan mantan anggota Marinir AS, Robert Gilman, yang ditahan pada awal tahun 2022 setelah menyerang seorang petugas polisi dalam keadaan mabuk saat bepergian melintasi Rusia dengan kereta api. Saat itu, Trump mengatakan bahwa Putin memberikan pengampunan kepada Gilman atas dasar kemanusiaan, seraya menambahkan bahwa tidak ada pertukaran tahanan yang terlibat.

Pada bulan April 2025, Moskow dan Washington melakukan pertukaran tahanan; Rusia membebaskan Ksenia Karelina—warga negara berkewarganegaraan ganda AS-Rusia yang dipenjara karena memberikan donasi kepada badan amal yang mendukung militer Ukraina—sementara Washington membebaskan Arthur Petrov, warga negara Jerman-Rusia yang ditangkap karena diduga mengekspor mikroelektronika sensitif.

3. Pernah Mengajar Bahasa Inggris di Jepang selama 25 Tahun

Ia meraih gelar master di bidang bahasa Inggris dan sempat tinggal di Jepang selama 25 tahun sebagai pengajar bahasa Inggris. Setelah itu, ia pindah ke Siprus, lalu pada tahun 2014, ia pindah ke Izyum di Ukraina bagian timur bersama pasangannya yang merupakan warga Ukraina, menurut keterangan saudara perempuannya Patricia Hubbard Fox.

Fox mengatakan kepada Reuters pada tahun 2024 bahwa Hubbard hidup dari uang pensiun sekitar USD300 per bulan dan hampir tidak memiliki hubungan dengan penduduk setempat. Keduanya terakhir kali berkomunikasi pada September 2021.

4. Berperang untuk Ukraina

Rusia melancarkan perang skala penuh di Ukraina pada Februari 2022 dan menduduki Izyum dua bulan kemudian. Pasukan Ukraina merebut kembali kota tersebut pada September 2022, namun saat itu Hubbard sudah berada dalam tahanan Rusia.

Media pemerintah Rusia menyatakan bahwa Hubbard telah ditahan pada April 2022 dengan tuduhan menjaga pos pemeriksaan militer Ukraina. Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen kronologi penangkapannya.

Fox mengatakan dia mengenali saudaranya dalam sebuah video YouTube yang memperlihatkan seorang pria sedang diinterogasi mengenai pandangannya terhadap Putin dan perang tersebut. Video lain menunjukkan pria itu dengan tangan terikat, dipukul menggunakan sandal. Reuters tidak dapat memastikan kapan atau di mana video-video tersebut direkam.

5. Mendapatkan Bayaran Rp18 Juta per Bulan

Setelah persidangan tertutup, pengadilan di Moskow menyatakan Hubbard bersalah sebagai tentara bayaran pada Oktober 2024 dan menjatuhkan hukuman enam tahun 10 bulan penjara. Jaksa menyatakan bahwa Hubbard bergabung dengan unit pertahanan teritorial Ukraina, menerima pelatihan, senjata, serta amunisi, dan dijanjikan bayaran $1.000 per bulan. Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa Hubbard telah mengaku bersalah atas dakwaan yang ditujukan kepadanya.

Namun, Fox mempertanyakan pengakuan tersebut; ia menyatakan bahwa Hubbard memiliki pandangan pro-Rusia dan kecil kemungkinannya ia mengangkat senjata di usia tujuh puluhan.

Martin De Luca, pengacaranya yang berbasis di AS, mengatakan kepada Reuters pada Juni 2025 bahwa Hubbard mengaku kepadanya bahwa dakwaan tersebut tidak benar dan ia tidak pernah terlibat dalam unit tempur atau militer mana pun. Menurut De Luca, Hubbard mengatakan bahwa tentara Rusia hanya menculiknya dari rumahnya.

Pada Januari 2025, Washington menetapkan status Hubbard sebagai orang yang ditahan secara tidak sah, yang memungkinkan pemerintah AS untuk mengupayakan negosiasi demi pembebasannya.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Rusia menolak memberikan akses konsuler kepada para pejabat AS.

The New York Times melaporkan pada Februari 2025 bahwa Hubbard telah dipindahkan melalui setidaknya lima pusat penahanan di Rusia sebelum persidangannya. Pengacaranya mengatakan bahwa tim hukum Hubbard baru mengetahui pada April 2025 bahwa ia ditahan di sebuah fasilitas di wilayah Mordovia, sebelah timur Moskow.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Rusia: Bahaya Senjata Nuklir Saat Ini Sangat Ekstrem
International
Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:30 WIB
Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Sepakati Nota Kesepahaman Badr
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:05 WIB