Ukraina kirim drone ke Rusia untuk sabotase perundingan damai. Foto/Sputnik
MOSKOW - Ancaman
drone diumumkan di sebelah selatan St. Petersburg, tak lama setelah utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, tiba di kota tersebut untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai konflik Ukraina. Peringatan ini muncul hanya beberapa hari setelah serangan drone besar-besaran oleh Ukraina di kota tersebut dan wilayah sekitarnya, yang menewaskan satu orang dan melukai 15 orang lainnya.
Witkoff tiba di Bandara Pulkovo pada Rabu pagi. Iring-iringan kendaraannya kemudian menuju Istana Constantine, yang terletak sekitar 20 km di tenggara St. Petersburg.
Tak lama setelah kedatangannya, Gubernur Wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, mengumumkan adanya ancaman pesawat nirawak (UAV) di wilayah udara Distrik Luga, sekitar 125 km di selatan lokasi pembicaraan.
Gubernur memperingatkan bahwa kecepatan internet seluler mungkin akan melambat, namun ia tidak merinci jumlah, lokasi pasti, maupun arah pergerakan drone tersebut, serta tidak melaporkan adanya upaya pencegatan.
Otoritas penerbangan Rusia juga memberlakukan pembatasan sementara di wilayah udara sekitar Bandara Pulkovo demi alasan keselamatan penerbangan. Bandara tersebut sebelumnya menjadi tempat mendaratnya pesawat yang membawa Witkoff dari Oslo, di mana ia sempat bertemu dengan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky dan sejumlah pejabat Eropa pada hari Selasa.
Peringatan ini menyusul serangan drone Ukraina yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Minggu di St. Petersburg dan wilayah Leningrad di sekitarnya. Menurut pihak berwenang Rusia, serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 15 orang, merusak bangunan tempat tinggal, serta memicu kebakaran di terminal minyak, depot minyak, dan fasilitas industri.
Mengomentari serangan tersebut pada saat itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebutnya sebagai "manifestasi terakhir dari sakaratul maut" Ukraina. "Rezim Kiev memang melakukan perlawanan, [namun] mereka tidak dapat mengubah jalannya sejarah."
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, mengatakan bahwa pembicaraan antara Putin dan Witkoff akan berpusat pada konflik Ukraina.
Hal ini menyusul perundingan di Oslo—di mana Amerika Serikat, Ukraina, dan pihak-pihak Barat pendukung Kiev membahas jaminan keamanan, rencana ekonomi pascaperang, serta arsitektur keamanan Eropa yang lebih luas—sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.
(ahm)