Alberta tetap bersama Kanada. Foto/X/@SprinterPress
OTTAWA - "Berikan suara seolah-olah masa depan Kanada bergantung padanya," seru Perdana Menteri Mark Carney di hadapan massa yang bersorak di Calgary pekan lalu, di atas panggung yang dihiasi spanduk merah-putih bertuliskan "Forever Canadian" (Selamanya Kanada). Itu menunjukkan bagaimana provokasi Donald Trump untuk memecah belah Kanada justru menemui jalan buntu.
Pesan ini tampaknya sangat berkesan bagi para pemilih; hasil sementara menunjukkan lebih dari dua pertiga pemilih di Alberta menyatakan ingin tetap menjadi bagian dari Kanada.
Namun, masa depan federasi ini memang masih bergantung pada provinsi terkaya tersebut.
Alberta Tetap Bersama Kanada, Mengapa Provokasi Trump Gagal Total?
1. Alberta Memilih Persatuan
Alberta—yang menyimpan sebagian besar cadangan minyak terbukti Kanada serta kekayaan gas dan mineral yang melimpah—memainkan peran krusial dalam upaya Ottawa untuk bertahan dari perang dagang yang berat dengan AS. Upaya ini mencakup diversifikasi perdagangan, penguatan ekonomi, dan pembentukan aliansi baru di belahan dunia lain.
Carney, mantan bankir sentral yang tumbuh besar di Alberta, kini menjadi tokoh utama dalam pembangunan Kanada—baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Perhatikan penekanan dalam pernyataan pertamanya setelah pemungutan suara hari Senin mengenai separatisme di provinsi tersebut, tepat setelah skala kemenangan terlihat jelas: "Mereka memilih persatuan, untuk membangun bersama, dan untuk saling menjaga satu sama lain."
2. Kanada Tak Suka Diancam
Dukungan luar biasa dari warga Alberta untuk tetap bergabung dengan Kanada juga memberikan landasan politik yang kuat bagi Carney.
"Jangan macam-macam dengan Kanada," tegas Thomas Lukaszuk, mantan anggota parlemen yang kampanye "Forever Canadian"-nya memainkan peran kunci dalam hasil referendum ini.
Saat berbicara di hadapan para pendukung yang bersukacita di Edmonton, ibu kota provinsi tersebut—sementara perolehan suara untuk tetap bersama Kanada terus bertambah—Lukaszuk menegaskan bahwa pemungutan suara ini "akan mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada dunia".
Pada hari yang sama ketika penduduk Alberta memberikan suara mengenai masa depan mereka di Kanada, Trump mengirimkan sinyal ke arah utara dalam sebuah rapat umum di Kansas, menjelang pemilihan paruh waktu AS bulan depan.
"Saya akan membiarkan kalian tetap memiliki hoki es, dan saya juga akan membiarkan kalian tetap memiliki lagu kebangsaan 'O Canada'," ujarnya, lalu menambahkan, "Kami hanya bercanda."
Bagi warga Kanada, hal ini bukanlah bahan tertawaan.
3. Kekalahan Kelompok yang Ingin Memecah Belah Kanada
Menjelang referendum ini, Carney kembali melontarkan peringatan yang sering ia sampaikan: "Ada pihak-pihak di luar perbatasan kita yang berupaya memecah belah kita agar mereka bisa menguasai kita" – meskipun ia tidak merinci siapa yang dimaksud dengan "mereka".
Ia pun tidak perlu menjelaskannya.
Di saat-saat krusial bagi kubu separatis ini, beberapa tokoh di antara mereka tidak menutupi arah tujuan mereka. Beberapa pemimpin terkemuka mereka mengakui telah berkunjung ke Washington sebanyak tiga kali tahun lalu untuk menemui para pejabat Departemen Luar Negeri AS, guna memaparkan apa yang bisa ditawarkan oleh Alberta jika menjadi negara merdeka—termasuk kemungkinan pembangunan jalur pipa minyak yang melintasi wilayah AS menuju Pasifik.
Namun, dunia mungkin hanya memberikan perhatian sekilas terhadap peristiwa yang bagi Kanada merupakan pemungutan suara bersejarah—sebuah momen yang memicu perdebatan dan kekhawatiran di seluruh penjuru negeri, dari pesisir ke pesisir.
4. Fokus pada Ekonomi
Mark Carney dan pemimpin Alberta, Danielle Smith, telah bekerja sama erat dalam mendorong pembangunan jalur pipa minyak dari provinsi yang terkunci di daratan tersebut menuju pantai barat.
"Kecuali jika ada keputusan untuk memisahkan diri, sebagian besar pemerintah asing—dengan pengecualian Amerika Serikat—hampir tidak tertarik pada politik domestik Kanada," ujar Profesor Janice Stein, direktur pendiri Munk School of Global Affairs and Public Policy di University of Toronto.
"Para investor asing berfokus pada durasi penyelesaian proyek-proyek infrastruktur besar, imbal hasil investasi, serta regulasi yang dapat diprediksi," jelasnya, merujuk pada daftar panjang megaproyek yang diharapkan Carney dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Semua proyek tersebut menelan biaya besar; banyak di antaranya akan memakan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.
Sebuah cetak biru ambisius telah mencakup usulan pembangunan jalur pipa menuju pesisir Pasifik, yang membuka peluang bagi minyak dari Alberta untuk menjangkau pasar Asia—sebuah langkah yang sekaligus menjawab keluhan lama Alberta bahwa perekonomian mereka terhambat oleh kebijakan pemerintah federal, termasuk regulasi lingkungan.
Dalam sebuah pertemuan di Alberta pekan lalu, pernyataan Carney bahwa jalur pipa tersebut "akan mengurangi ketergantungan kita pada Amerika Serikat" memicu tepuk tangan paling meriah dan paling lama sepanjang malam itu.
Setelah pemungutan suara pada hari Senin, Carney—mantan Utusan Khusus PBB untuk Aksi Iklim dan Keuangan—menekankan pentingnya "mengerahkan potensi penuh kita sebagai negara adidaya energi global, dengan Alberta sebagai intinya". Tekanan politik dan ekonomi kini tampak lebih mendominasi dibandingkan rekam jejaknya di bidang lingkungan.
"Hasil yang baik bagi Kanada," ujar Carney saat Alberta memilih untuk menolak separatisme.
Sebuah kemunduran besar bagi gerakan separatis Alberta setelah mengalami kekalahan telak.
"Membangun Kanada yang Kuat" telah menjadi semboyan Carney sejak ia pertama kali terjun ke dunia politik—sebagai sosok yang benar-benar baru—pada awal tahun lalu.
Di dalam negeri, hasil akhir dari sembilan pertanyaan lain dalam referendum tersebut—yang mencakup berbagai isu mulai dari perluasan wewenang provinsi, biaya imigrasi, hingga potensi perubahan konstitusi—dapat menimbulkan dampak yang luas.
Hasil-hasil tersebut dipastikan akan memicu perdebatan serta proses negosiasi—yang bisa berujung pada kesepakatan atau justru kegagalan—yang melibatkan sembilan provinsi dan tiga wilayah lain di Kanada. Mereka semua pun memiliki keluhan masing-masing.
(ahm)