Sukses bujuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, utusan AS bertemu Presiden Vladimir Putin membahas akhiri perang Ukraina. Foto/X/@ZelenskyyUa
MOSKOW - Utusan AS Steve Witkoff telah tiba di Saint Petersburg untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyusul pembicaraan yang digambarkan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai pertemuan yang "positif" dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Kunjungan ini dilakukan di tengah upaya untuk meredakan ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Zelensky terkait perang Rusia di Ukraina.
Setelah pembicaraan dengan Witkoff di Oslo, Zelensky pada hari Selasa menyampaikan terima kasih kepada Washington karena telah melanjutkan kembali pertukaran intelijen mengenai serangan Rusia.
"Kami bersyukur bahwa kerja sama intelijen ini berjalan," ujar Zelenskyy kepada para wartawan di Oslo, dilansir Euro News. Ia menyebut peringatan dini tersebut "sangat, sangat penting bagi rakyat kami—bagi anak-anak, orang dewasa, dan warga sipil"—terutama saat rudal balistik hendak menghantam.
Pembicaraan terbaru ini berlangsung setelah beberapa hari ketegangan antara Kyiv dan Washington.
Hubungan antara Zelensky dan Trump memang tidak stabil sejak presiden AS tersebut memulai masa jabatan keduanya pada Januari tahun lalu. Namun, hubungan tersebut kian memburuk dalam beberapa pekan terakhir setelah Trump menyepakati kesepakatan diesel dengan Putin, serta mengkritik dampak serangan Ukraina terhadap sektor energi Rusia yang memengaruhi harga bahan bakar global. Presiden Ukraina Zelenskyy memeluk utusan AS Steve Witkoff, sementara Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre dan Presiden Finlandia Alexander Stubb menyaksikan di Oslo, 20 Oktober 2026.
Berbicara di Gedung Putih pada hari Selasa, Trump kembali mendesak Zelensky untuk "membuat kesepakatan" dengan Rusia, di tengah meningkatnya serangan Moskow terhadap Ukraina menjelang musim dingin.
Sementara itu, Zelensky menuduh Washington menunda pengiriman rudal pencegat yang telah dibayar oleh negara-negara Eropa; beberapa pengiriman dilaporkan masih menunggu persetujuan dari AS.
Presiden Ukraina tersebut juga menegaskan bahwa Kyiv harus dilibatkan dalam setiap negosiasi yang menyangkut masa depannya.
"Jika ada persoalan mengenai Ukraina, mengenai masa depan kami, hal itu hanya dapat diterima jika kami turut duduk di meja perundingan," ujar Zelenskyy pada hari Selasa.
(ahm)