Ukraina Kepung Iran dengan Ribuan Drone, Teheran Siapkan Respons Tegas

img-redaksi Syarifudin
Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:19 WIB
Ukraina Kepung Iran dengan Ribuan Drone, Teheran Siapkan Respons Tegas
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato untuk parlemen Israel. Foto/pc
A
A
A
TEHERAN - Ukraina telah mengerahkan unit drone khusus di negara-negara sekitar Iran dan membentuk jaringan operasional yang terdiri dari drone mikro. Kabar itu diungkap seorang sumber keamanan kepada kantor berita Iran, Tasnim, pada hari Selasa (20/10/2026).

Sumber tersebut menyatakan personel dan peralatan Ukraina beroperasi di beberapa negara di kawasan tersebut. Identitas negara-negara tuan rumah tidak diungkapkan dan akan disampaikan pada waktu yang tepat.

Menurut sumber itu, ribuan drone mikro Ukraina telah dikerahkan di wilayah Irak utara.

Teheran memandang kegiatan ini sebagai bagian dari kampanye operasi bermusuhan yang lebih luas oleh Eropa dan NATO terhadap Iran, serta tengah mempertimbangkan respons yang tepat, lapor Tasnim.

Sumber tersebut menyebut kegiatan Ukraina itu sebagai "upaya yang gagal" dan "skandal", seraya menambahkan pihak berwenang Iran telah mengetahui sepenuhnya dan terus memantau operasi tersebut dengan cermat.

Peringatan tersebut juga menyinggung serangan Ukraina sebelumnya terhadap satu kapal Iran di Laut Kaspia. Sumber itu mengatakan Iran telah menahan diri setelah insiden tersebut, namun tidak akan membiarkan Ukraina atau negara-negara Eropa melanjutkan operasi yang menargetkan mereka.

Kegiatan Ukraina di Kawasan Timur Tengah



Tasnim mengaitkan pengerahan tersebut dengan laporan mengenai bantuan Ukraina terkait drone kepada pihak-pihak yang terlibat dalam perang AS-Israel melawan Iran, termasuk negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

Kantor berita tersebut menyatakan kegiatan Ukraina di Asia Barat mencakup operasi sabotase dan pelatihan bagi kelompok bersenjata dalam penggunaan drone.

Tasnim merujuk pada pengumuman kepolisian Sulaymaniyah pada musim panas 2025 mengenai penangkapan tiga warga Ukraina yang sedang mengawasi pelatihan penggunaan kendaraan udara nirawak (UAV) kecil bagi satu kelompok lokal.

Berdasarkan pernyataan kepolisian yang dikutip Tasnim, pelatihan tersebut ditujukan untuk memfasilitasi operasi pembunuhan, serta didanai dan diawasi oleh satu kelompok yang beroperasi di Irak utara—kelompok yang oleh pihak kepolisian disebut sebagai organisasi teroris.

Tasnim juga melaporkan personel keamanan Ukraina beroperasi sebagai tentara bayaran di berbagai wilayah tersebut, dengan menerima bayaran dari Amerika Serikat, Inggris, dan Israel.

Laporan itu menunjuk pada serangan drone pada Oktober 2023 terhadap upacara kelulusan akademi militer di Homs, Suriah, sebagai contoh keterlibatan Ukraina sebelumnya.

Menurut Tasnim, sumber-sumber Rusia menyatakan operasi tersebut diarahkan oleh pihak Ukraina. Serangan tersebut menewaskan 100 orang, termasuk kerabat yang menghadiri upacara kelulusan, lapor kantor berita tersebut.

Peringatan dari Garda Revolusi



Secara terpisah, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menyatakan Iran telah bersiap menghadapi segala kemungkinan. Ia memperingatkan respons Iran terhadap serangan berikutnya akan "jauh lebih keras kali ini," seperti dilaporkan Al-Mayadeen.

Mohebbi memperingatkan dunia akan menghadapi krisis energi yang serius "bahkan jika tindakan Amerika hanya terbatas."

Ia menambahkan eskalasi lebih lanjut akan mengungkap kemampuan lain yang dimiliki Garda Revolusi.

Menurut Mohebbi, kapasitas Iran dalam memproduksi rudal dan pesawat nirawak (drone) telah meningkat hingga setidaknya satu setengah kali lipat dari tingkat sebelumnya.

"Kami terus memproduksi dan mengembangkan rudal serta pesawat nirawak, meningkatkan jangkauan, akurasi, dan daya hancurnya, sekaligus mengembangkan senjata-senjata baru," ujarnya.

Israel melancarkan perang selama 12 hari terhadap Iran pada Juni 2025, dengan Amerika Serikat turut serta dalam serangan tersebut dengan mengebom fasilitas nuklir Iran.

AS dan Israel melancarkan perang lainnya pada 28 Februari 2026, yang memicu serangan balasan dari Iran terhadap Israel serta fasilitas militer AS di seluruh kawasan tersebut.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Iran Sangkal akan Segera Runtuh, AS Klaim IRGC Kehabisan Uang
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:28 WIB
Ukraina Kepung Iran dengan Ribuan Drone, Teheran Siapkan Respons Tegas
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:19 WIB
Iran Bertekad Tidak Berikan Kemenangan Politik pada Trump
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:16 WIB
Arab Saudi dan Houthi Belum Tanggapi Tawaran Mediasi dari Iran
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:03 WIB