Iran Bertekad Tidak Berikan Kemenangan Politik pada Trump

img-redaksi Syarifudin
Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:16 WIB
Iran Bertekad Tidak Berikan Kemenangan Politik pada Trump
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Foto/mehr
A
A
A
TEHERAN - Laporan berita menyebutkan Iran sengaja mengulur-ulur pembicaraan dengan Amerika Serikat demi melemahkan posisi politik Presiden Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu AS pada bulan November. Kantor berita Reuters mengutip sejumlah pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya terkait laporan itu.

Reuters melaporkan pemerintah di Teheran yakin pemimpin AS tersebut bersiap melancarkan kembali serangan terhadap Iran guna memecah kebuntuan dalam konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan ini.

"Iran sedang bersiap menghadapi serangan baru dari Israel dan AS, bukan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika guna mengakhiri perang," ujar salah satu pejabat tersebut.

Dia menjelaskan, "Kelompok ulama yang berkuasa bertekad untuk tidak memberikan kemenangan politik kepada Trump."

Analis asal Teheran, Saeed Leylaz, mengatakan, dengan memperpanjang negosiasi, "Iran memengaruhi pemilihan umum AS tanpa melakukan tindakan apa pun yang melanggar hukum."

Trump telah menyatakan AS tidak akan mengebom Iran lagi sebelum tanggal 3 November. Namun, para pejabat tersebut mengatakan Teheran tetap mengantisipasi bahwa pengeboman akan kembali terjadi—cepat atau lambat.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Washington menerima persyaratan yang diajukan Teheran, sementara pembicaraan tidak langsung terus berlangsung melalui perantara Pakistan dan Qatar.

"Pihak Amerika harus menerima persyaratan kami agar selat tersebut dapat dibuka kembali bagi kapal-kapal," ujarnya kepada Haider Zuwair di saluran berita Al-Iraqiya, Irak.

Selama belum ada kesepakatan yang tercapai, "selat tersebut tentu akan tetap tertutup," katanya.

Araghchi mengungkapkan Washington sebenarnya telah menyetujui "Rencana Tujuh Hari" yang diusulkan Iran—yang mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz pada hari keenam—namun pihak AS menginginkan klausul tambahan terkait isu-isu yang sempat dibahas dalam negosiasi sebelumnya.

Ia menegaskan AS harus memenuhi seluruh komitmen dalam nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani di Islamabad sebelum pembahasan mengenai isu-isu lain dapat dimulai.

Ia menambahkan, setiap masalah yang diangkat oleh salah satu pihak dapat didiskusikan pada tahap akhir negosiasi.

Araghchi juga menolak sanksi ekonomi maupun ancaman militer dari AS. "Iran sama sekali tidak akan menyerah pada sanksi ekonomi ataupun ancaman militer. Satu-satunya solusi yang tepat adalah diplomasi dan penyelesaian melalui perundingan," tegasnya.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Ukraina Kepung Iran dengan Ribuan Drone, Teheran Siapkan Respons Tegas
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:19 WIB
Iran Bertekad Tidak Berikan Kemenangan Politik pada Trump
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:16 WIB
Arab Saudi dan Houthi Belum Tanggapi Tawaran Mediasi dari Iran
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:03 WIB
Iran pada Pakistan: AS Harus Memenuhi Syarat-syarat Teheran
International
Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:23 WIB