Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto/mehr
TEHERAN - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan Amerika Serikat tidak akan bisa mendapatkan kepercayaan Iran tanpa memenuhi tujuh syarat yang diajukan oleh Iran di New York. Pernyataan itu muncul dalam pertemuan dengan panglima militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, di Teheran.
Ghalibaf menyampaikan terima kasih kepada rakyat dan pemerintah Pakistan karena telah berdiri bersama Iran, baik "dalam situasi perang maupun perundingan".
Merujuk pada pembicaraan AS-Iran di Islamabad, Ghalibaf mengatakan, "Saya sampaikan secara tegas kepada wakil presiden AS bahwa rekam jejak panjang tindakan negatif AS terhadap Iran, baik sebelum maupun sesudah Revolusi Islam kami, telah membuat tingkat ketidakpercayaan kami terhadap Amerika mencapai puncaknya. Kini, dengan pelanggaran pemerintahan Trump terhadap nota kesepahaman Islamabad serta ancaman-ancaman yang terus berulang, fondasi ketidakpercayaan ini menjadi semakin kuat dibandingkan sebelumnya."
"Kami tidak memiliki pernyataan baru; AS tidak akan bisa mendapatkan kepercayaan Iran kecuali dengan memenuhi tujuh syarat yang telah diajukan Iran di New York," ujarnya.
Dia menegaskan, "Kami bukanlah pihak yang gemar berperang, namun kami sepenuhnya siap untuk membela tanah air dan martabat nasional kami. Ancaman maupun pergerakan militer tidak akan mampu memengaruhi keputusan strategis Republik Islam Iran. Amerika-lah yang terperosok ke dalam rawa masalah akibat perhitungan yang keliru dan perang melawan Iran; kini, merekalah yang harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk keluar dari situasi tersebut."
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan satu kapal tanker raksasa yang melanggar protokol Iran di Selat Hormuz telah menabrak ranjau laut dan terbakar.
Menurut angkatan laut IRGC, sebagaimana dikutip kantor berita Iran, Fars, kapal tanker minyak tersebut mematikan sistem navigasi dan radarnya serta mengabaikan peringatan dari pihak Iran. Kapal itu diketahui membawa lebih dari dua juta barel minyak.
Sebelumnya, IRGC melaporkan dua kapal tanker lainnya terbakar setelah menabrak ranjau laut di jalur perairan yang krusial bagi perdagangan global tersebut.
Seorang juru bicara Komando Pusat AS (US Central Command) mengatakan kepada Al Jazeera bahwa klaim tersebut "tidak benar".
(sya)