Pernah Dorong Padel Masuk Porprov NTB, Senator Mirah Kini Bidik UMKM Dongkrak Ekonomi Daerah

img-redaksi Susanto
Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:54 WIB
Pernah Dorong Padel Masuk Porprov NTB, Senator Mirah Kini Bidik UMKM Dongkrak Ekonomi Daerah
Pernah Dorong Padel Masuk Porprov NTB, Senator Mirah Kini Bidik UMKM Dongkrak Ekonomi Daerah
A
A
A
MATARAM - Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, terus mendorong pengembangan potensi daerah, mulai dari olahraga hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Setelah mendukung padel sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB, kini dia menekankan pentingnya inovasi UMKM untuk memperkuat ekonomi dan membuka lapangan kerja di daerah.

Mirah yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia Provinsi NTB sebelumnya mengapresiasi kehadiran padel dalam Porprov sebagai langkah memperluas ekosistem olahraga prestasi. Dia menilai ajang tersebut dapat menjadi pijakan bagi pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kini, perhatian Mirah turut tertuju pada pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi NTB. Dia mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi NTB dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB dalam mendorong peningkatan kualitas produk, kreativitas, serta lahirnya wirausaha baru. Menurutnya, pembinaan UMKM harus berorientasi pada hasil nyata, bukan sebatas keikutsertaan pelaku usaha dalam berbagai pameran.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) 2024 yang dirujuk Dinas Koperasi UKM NTB, terdapat sekitar 324 ribu UMKM di provinsi tersebut. Lebih dari 99% di antaranya merupakan usaha mikro. Kondisi ini, menurut Mirah, menunjukkan perlunya pendampingan yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas skala usaha, dan memperkuat daya saing agar pelaku usaha dapat berkembang sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Pembinaan UMKM harus menghasilkan perubahan yang nyata. Bukan sekadar berapa kali pelaku usaha mengikuti pameran, tetapi bagaimana kualitas produknya meningkat, pasarnya semakin luas, omzetnya berkembang, dan usahanya mampu menciptakan lapangan kerja baru," ujar Mirah dalam keterangannya.

Dia menilai NTB memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk kerajinan, fesyen, kuliner, serta berbagai komoditas berbasis kearifan lokal. Namun, potensi tersebut perlu didukung inovasi desain, kualitas produksi, kemasan, dan penguatan identitas merek agar produk lokal memiliki nilai tambah serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mirah mencontohkan, inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi rumit atau modal besar. Perbaikan kemasan, pemilihan bahan, konsistensi kualitas, hingga pemanfaatan pemasaran digital dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing. Dia juga mendorong regenerasi pengusaha melalui pendampingan usaha rintisan, termasuk bagi masyarakat di desa yang memiliki produk unggulan.

Peluang tersebut, lanjutnya, terlihat dalam penyelenggaraan Karya Kreatif NTB 2026 yang melibatkan 119 UMKM. Kegiatan itu mencatat transaksi Rp645 juta, meningkat 64,67% dibandingkan tahun sebelumnya, serta menghasilkan komitmen pembiayaan perbankan sebesar Rp20,55 miliar.

Meski demikian, Mirah menegaskan keberhasilan program pembinaan tidak cukup diukur dari transaksi selama pameran atau besarnya komitmen pembiayaan. Pemerintah daerah dan BI NTB perlu memastikan dukungan tersebut berlanjut melalui pendampingan, peningkatan kapasitas produksi, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, serta kemitraan dengan sektor swasta dan jaringan distribusi.

"UMKM harus menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dan membangun kemandirian ekonomi. Karena itu, program pendampingan perlu memastikan semakin banyak wirausaha baru tumbuh, termasuk dari desa-desa yang memiliki potensi produk unggulan," tegasnya.

Dia berharap pengembangan UMKM NTB ke depan dapat dievaluasi melalui indikator yang terukur, mulai dari pertumbuhan omzet, perluasan pasar, peningkatan produktivitas, jumlah usaha baru, hingga penyerapan tenaga kerja. Dengan begitu, pembinaan UMKM tidak hanya memperkenalkan produk lokal kepada konsumen, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

"UMKM NTB harus diberi kesempatan untuk tumbuh, berinovasi, dan menembus pasar yang lebih besar. Tujuan akhirnya bukan hanya membuat produk lokal dikenal, tetapi memastikan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," pungkas Mirah.
(sto)
See original source
link link link link
Berita Terkait