Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki sekaligus utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack. Foto/anadolu
DOHA - Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki sekaligus utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan AS kini tidak lagi berupaya mengendalikan negara lain, namun akan tetap mempertahankan kehadirannya di Timur Tengah. Pernyataan itu muncul saat dia berbicara di Forum Keamanan Global di Doha.
Barrack menyatakan hubungan Washington dengan kawasan tersebut sedang mengalami pergeseran mendasar. "AS bukan lagi penguasa dunia," ujarnya.
Dia merujuk pada keterlibatan AS di masa lalu di Libya, Afghanistan, Suriah, dan Irak, serta mempertanyakan konsekuensi dari upaya Washington untuk mengendalikan perkembangan di negara-negara tersebut.
Dia menjelaskan, "Kesepakatannya bukan untuk mengendalikan, melainkan untuk tidak pergi. Kami tidak akan pergi."
Meski demikian, Barrack mengakui negara-negara di kawasan tersebut semakin menyadari batasan keterlibatan AS.
"Apa yang dikatakan semua orang adalah: Baiklah, saya tidak bisa mengandalkan Amerika untuk menyelesaikan semua masalah saya," katanya.
Barrack mempertanyakan rekam jejak intervensi militer Washington di Timur Tengah, seraya menyebut upaya untuk mengubah pemerintahan telah berulang kali gagal.
Dia mengatakan AS harus belajar dari kesalahan masa lalunya di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan Iran.
"Setiap kali kami mencoba melakukan intervensi, mengubah seseorang atau rezim, hal itu tampaknya justru menjadi sebuah kesalahan," ujarnya.
Ketika ditanya apakah perang AS-Israel melawan Iran merupakan suatu kesalahan, Barrack menjawab, "Saya tidak tahu apakah itu sebuah kesalahan atau bukan."
Ia tampak mengakui konflik tersebut telah menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan di seluruh kawasan, seraya menggambarkan situasinya sebagai sesuatu yang "mengerikan".
(sya)