4 Hadis tentang Larangan Melakukan Body Shaming, Muslim Wajib Tahu!

img-redaksi Widaningsih
Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:35 WIB
4 Hadis tentang Larangan Melakukan Body Shaming, Muslim Wajib Tahu!
Larangan body shaming tidak hanya ditegaskan dalam Al-Quran, tetapi juga dalam sejumlah hadis Rasulullah. Ajaran tersebut menjadi pengingat agar setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang lain. Foto ilustrasi/sindonews
A
A
A
Islam melarang umatnya menghina, mencela, dan merendahkan orang lain atau body shaming, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Perilaku tersebut bukan sekadar persoalan etika, tetapi juga berkaitan dengan kehormatan sesama manusia yang wajib dijaga.

Larangan ini tidak hanya ditegaskan dalam Al-Qur'an, tetapi juga dalam sejumlah hadis Nabiatau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Ajaran tersebut menjadi pengingat agar setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang lain.

Menghina seseorang, termasuk mengolok-olok kekurangan fisik (body shaming) atau menjadikannya bahan candaan, dapat melukai perasaan dan merusak persaudaraan. Bahkan, tindakan yang dianggap sepele oleh pelakunya bisa menjadi sumber penderitaan bagi orang yang menjadi sasaran.

Berikut empat hadis tentang larangan menghina orang lain beserta penjelasannya.

1. Kehormatan Sesama Muslim Harus Dijaga

Rasulullah menegaskan bahwa kehormatan seorang Muslim tidak boleh direndahkan oleh Muslim lainnya. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ


Artinya: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya, menelantarkannya, dan merendahkannya." (HR Muslim).

Hadis ini mengajarkan bahwa persaudaraan dalam Islam harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati. Seorang Muslim tidak boleh meremehkan orang lain, apalagi menghina kekurangan yang dimilikinya.

Merendahkan martabat seseorang dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari mencaci maki, menyebarkan ejekan, hingga menuliskan komentar yang mempermalukan orang lain di media sosial. Karena itu, menjaga kehormatan sesama merupakan bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

2. Menghina Orang Lain Termasuk Sikap Sombong

Mengolok-olok dan meremehkan orang lain juga dapat menjadi cerminan kesombongan. Rasulullah menjelaskan pengertian sombong dalam hadis riwayat Muslim.

Beliau bersabda:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ


Artinya: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR Muslim).

Hadis tersebut menjelaskan dua ciri kesombongan, yakni menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain.

Seseorang yang merasa dirinya lebih baik bisa terdorong untuk menghina penampilan, kondisi ekonomi, pekerjaan, atau kekurangan orang lain. Padahal, ukuran kemuliaan manusia bukanlah penampilan fisik maupun status sosialnya.

Dalam Islam, kesombongan merupakan penyakit hati yang harus dihindari. Seorang Muslim semestinya menyadari bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan tidak pantas menjadikan kelebihan yang dimilikinya sebagai alasan untuk merendahkan orang lain.

3. Menghina dengan Isyarat dan Menirukan Kekurangan Juga Dilarang

Larangan menghina tidak terbatas pada ucapan. Isyarat tubuh, ekspresi wajah, dan tindakan menirukan kekurangan seseorang juga dapat menjadi bentuk ejekan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia menceritakan pernah menirukan seseorang di hadapan Rasulullah.

Aisyah berkata bahwa ia pernah menirukan seseorang, kemudian Rasulullah bersabda:

مَا أُحِبُّ أَنِّي حَكَيْتُ إِنْسَانًا وَأَنَّ لِي كَذَا وَكَذَا


Artinya: "Aku tidak suka menirukan seseorang, sekalipun aku mendapatkan ini dan itu." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Hadis ini menjadi peringatan agar seorang Muslim tidak menjadikan perilaku atau kekurangan orang lain sebagai bahan tiruan yang bertujuan merendahkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, tindakan tersebut dapat berupa menirukan cara berjalan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, mengejek cara berbicara, atau membuat gestur yang mempermalukan orang lain.

Di media sosial, perilaku serupa dapat muncul dalam bentuk video parodi, meme, atau komentar yang menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan tertawaan.

Karena itu, setiap Muslim hendaknya mempertimbangkan tujuan dan dampak dari candaan yang dibuat. Jangan sampai sesuatu yang dianggap lucu justru menyakiti dan merendahkan martabat orang lain.

4. Ancaman bagi Orang yang Menghina Mereka yang Dimuliakan Allah

Islam juga memberikan peringatan keras terhadap tindakan merendahkan orang lain. Dalam hadis yang dinukil dari sejumlah riwayat, terdapat peringatan mengenai orang-orang yang melakukan perbuatan tercela, termasuk pihak yang menggunakan kekuasaan untuk menghina orang yang dimuliakan Allah.

Namun, hadis tentang enam golongan yang mendapat laknat tersebut perlu diperiksa kembali redaksi dan sumber periwayatannya sebelum dikutip secara lengkap. Karena itu, ancaman tersebut tidak sebaiknya dinisbatkan secara pasti kepada Rasulullah tanpa verifikasi.

Terlepas dari persoalan redaksi riwayat tersebut, prinsip untuk menjaga kehormatan manusia telah ditegaskan dalam hadis-hadis sahih yang telah disebutkan sebelumnya.

Seorang Muslim hendaknya tidak merasa berhak merendahkan orang lain karena perbedaan fisik, kedudukan, kekayaan, maupun latar belakang sosial. Kemuliaan di sisi Allah tidak dapat diukur hanya berdasarkan penampilan luar.

Menjaga Lisan dan Sikap, Termasuk di Media Sosial

Keempat pembahasan tersebut mengingatkan bahwa menghina orang lain bukanlah perilaku yang patut dianggap sepele. Perkataan yang menyakitkan, ejekan terhadap kekurangan fisik, hingga gestur yang merendahkan dapat merusak hubungan antarmanusia.

Karena itu, umat Islam perlu membiasakan diri untuk berpikir sebelum berbicara, menulis komentar, atau membagikan konten di media sosial. Apabila sebuah ucapan berpotensi mempermalukan orang lain, meninggalkannya merupakan pilihan yang lebih baik.

Menjaga kehormatan sesama bukan hanya dilakukan ketika bertatap muka. Prinsip yang sama berlaku di ruang digital, tempat sebuah ejekan dapat tersebar luas dan meninggalkan dampak berkepanjangan.

Dengan menjaga lisan, sikap, dan tulisan, seorang Muslim dapat ikut membangun lingkungan yang lebih santun serta memperkuat persaudaraan sesuai ajaran Rasulullah.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Sering Body Shaming Orang Lain? Ini Peringatan Al-Quran
Kalam
Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB