Anggota DPR Iran Serukan Pembuatan Bom Nuklir, Klaim Mojtaba Tak Akan Melarang

img-redaksi Muhaimin
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB
Anggota DPR Iran Serukan Pembuatan Bom Nuklir, Klaim Mojtaba Tak Akan Melarang
Media Iran merilis gambar Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei ketika pemimpin tersebut belum pernah muncul di hadapan publik. Foto/Mehr News Agency
A
A
A
TEHERAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Iran, Ahmad Naderi, menyerukan negaranya untuk membuat bom nuklir. Dia mengeklaim Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei tidak akan melarang, berbeda dengan almarhum ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

"Berdasarkan perilaku Mojtaba Khamenei, pemahaman saya adalah bahwa fatwanya akan berbeda," ujar Ahmad Naderi, merujuk pada fatwa dari Ayatollah Ali Khamenei yang mengharamkan Iran membuat senjata nuklir, sebagaimana dikutip dari International Business Times, Selasa (20/10/2026).

Naderi menyerukan pembuatan bom nuklir karena senjata tersebut dapat menjadi pencegahan militer yang paling ampuh.

Belum jelas bagaimana sikap Mojtaba atas gagasan Iran mengembangkan senjata nuklir, namun sejumlah pejabat tinggi negara itu berulang kali menegaskan bahwa Teheran tidak berupaya memilikinya.

Awal bulan ini, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menanggapi pernyataan yang kontradiktif tersebut dengan mengatakan: "Jika Iran ingin menunjukkan komitmen untuk tidak membuat senjata nuklir, mereka harus melakukan langkah nyata terkait kapasitas pengayaan nuklir mereka."

"Jika Anda tidak menginginkan senjata nuklir, mengapa Anda membutuhkan bahan bakar yang diperkaya hingga 60%? Dan jika Anda ingin menunjukkan komitmen untuk tidak membuat senjata nuklir, jangan memproduksi bahan bakar yang diperkaya tinggi. Itu adalah masalah ambang batas yang sangat mendasar," kata Vance.

Tak lama berselang, seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya tidak akan pernah melepaskan hak untuk memperkaya uranium sebagai imbalan atas kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).

"Tidak ada negosiasi antara Iran dan AS mengenai program nuklir Teheran," ungkap pejabat senior tersebut. Dia menambahkan bahwa hak untuk melakukan pengayaan uranium merupakan "garis merah" bagi Teheran, yang tidak akan pernah melepaskan hak tersebut.

Sementara itu, ketegangan tetap memanas. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan sindiran kepada Presiden AS Donald Trump terkait klaimnya bahwa dia dapat segera "menyelesaikan tugas" di Iran.

Araghchi juga melontarkan kritik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Terakhir kali Anda ingin 'menyelesaikan tugas tersebut', Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar. Ingin mencoba peruntungan lagi? Silakan saja. Namun, berhati-hatilah; kami pun memiliki tugas-tugas yang belum selesai," ujar Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.

Pejabat tersebut lebih lanjut mengeklaim: "Netanyahu menyeret Amerika ke dalam perang lain demi menghindari penjara, apa pun konsekuensinya bagi Israel—apalagi bagi Presiden Amerika Serikat."

Pernyataan ini muncul menyusul komentar dari Trump, yang pada hari Minggu menyatakan dalam unggahan di media sosial: "Jika Teheran tidak segera mengubah perilakunya, kami akan segera menyelesaikan tugas tersebut."

Trump menambahkan bahwa AS mungkin harus terus melawan Iran sendirian jika ada sosok selain Netanyahu yang terpilih sebagai PM Israel dalam pemilu mendatang, yang dijadwalkan pada 27 Oktober.

Trump juga memberikan dukungan kepada Netanyahu, menyebutnya sebagai "Perdana Menteri yang merupakan pejuang hebat, sekaligus mitra perdamaian yang jauh lebih hebat dalam memerangi Republik Islam Iran."

Netanyahu merilis sebuah video sebagai tanggapan atas dukungan tersebut, di mana dia berterima kasih kepada Trump dan menegaskan kembali pesan mengenai kuatnya kemitraan mereka dalam melawan Iran.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump Dukung Netanyahu, Apakah AS dan Israel Akan Gelar Invasi Baru Iran?
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:06 WIB
Anggota DPR Iran Serukan Pembuatan Bom Nuklir, Klaim Mojtaba Tak Akan Melarang
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB
Houthi Terus Tebar Ancaman, Arab Saudi Batalkan Davos di Gurun
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:18 WIB
Houthi Nyatakan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Aman, Kecuali Makkah dan Madinah
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:25 WIB