Houthi Terus Tebar Ancaman, Arab Saudi Batalkan Davos di Gurun

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:18 WIB
Houthi Terus Tebar Ancaman, Arab Saudi Batalkan Davos di Gurun
Houthi terus tebar ancaman, Arab Saudi batalkan Davos di Gurun. Foto/X/@ArenbergPaul
A
A
A
RIYADH - Konferensi Future Investment Initiative (FII) Arab Saudi atau dikenal sebagai Davos di Gurun ditunda hingga tahun depan. Itu terjadi seiring dengan berlanjutnya serangan mematikan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kerajaan tersebut.

Acara tahunan ini sedianya akan dimulai minggu depan, yakni pada 26 Oktober hingga 29 Oktober. Tanggal pelaksanaan untuk tahun depan akan diumumkan "dalam waktu dekat", demikian bunyi pernyataan yang dirilis pada hari Selasa.

Kepala Eksekutif FII Institute, Maha binti Mishari Al Saud, menyatakan bahwa keputusan tersebut "didasari oleh komitmen mendalam terhadap para mitra, anggota, pembicara, dan delegasi kami".

"Karena ini merupakan edisi kesepuluh yang menjadi tonggak pencapaian penting, kami ingin memastikan acara ini menghadirkan skala penuh, kualitas luar biasa, dan dampak tak terlupakan—sesuatu yang dinantikan oleh komunitas kami dan memang layak mereka dapatkan," ujarnya.

Konferensi yang didukung oleh negara ini—yang secara informal dijuluki "Davos di Gurun" (merujuk pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Swiss)—menampilkan rencana investasi ambisius kerajaan tersebut. Langkah ini bertujuan menarik miliaran dolar yang diperlukan untuk mendanai transformasi ekonomi negara itu, beralih dari ketergantungan pada hidrokarbon menuju sektor pariwisata, olahraga, dan teknologi.

Menurut situs web FII, sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain: Presiden sekaligus Chief Information Officer Alphabet & Google, Ruth Porat; Chairman dan CEO Goldman Sachs Group, David Solomon; serta Chairman dan CEO BlackRock, Laurence Fink.

Konflik antara koalisi pimpinan Arab Saudi—yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional—dengan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Kelompok Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, telah menyerang berbagai infrastruktur militer, energi, dan sipil di seluruh Arab Saudi, termasuk bandara internasional Riyadh. Serangan-serangan ini telah menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai ratusan lainnya.

Lembaga-lembaga pemerintah di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, telah menginstruksikan para pegawai untuk bekerja dari rumah. Informasi ini disampaikan oleh seorang pekerja dan dua konsultan kepada kantor berita AFP, di tengah situasi kota tersebut yang terus-menerus menjadi sasaran serangan kelompok Houthi.

Kingdom Centre, sebuah menara setinggi 99 lantai di pusat kota Riyadh yang juga menampung kantor regional Dana Moneter Internasional (IMF), turut meminta para pekerja untuk tidak datang ke lokasi hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Pada hari Minggu, seorang pegawai instansi pemerintah di ibu kota menerima pesan yang berbunyi, "Telah diputuskan untuk menerapkan sistem kerja jarak jauh mulai hari Senin hingga Kamis minggu ini". Pesan tersebut menambahkan: "Kami meminta semua pihak untuk tetap menjalankan kegiatan seperti biasa."

Menurut sumber lain, sejumlah perusahaan yang berbasis di King Abdullah Financial District—kawasan yang juga menampung kantor berbagai perusahaan besar asal Amerika Serikat—telah meminta para pegawainya untuk bekerja dari rumah.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump Dukung Netanyahu, Apakah AS dan Israel Akan Gelar Invasi Baru Iran?
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:06 WIB
Anggota DPR Iran Serukan Pembuatan Bom Nuklir, Klaim Mojtaba Tak Akan Melarang
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB
Houthi Terus Tebar Ancaman, Arab Saudi Batalkan Davos di Gurun
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:18 WIB
Houthi Nyatakan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Aman, Kecuali Makkah dan Madinah
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:25 WIB