Kelompok Houthi Yaman menyatakan wilayah udara Kerajaan Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas kota Makkah dan Madinah. Foto/Houthi Military Media
RIYADH - Kelompok Houthi di Yaman menyatakan bahwa wilayah udara
Kerajaan Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas kota Makkah dan Madinah. Kelompok pemberontak tersebut kembali memperingatkan para pegawai, pekerja, dan warga sipil untuk menjauhi fasilitas minyak Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan sumber militer Houthi yang disiarkan kantor berita
Saba. "Mereka yang telah diperingatkan tidak memiliki alasan lagi," katanya, sebagai isyarat ancaman baru di tengah eskalasi militer yang terus berlanjut di kawasan tersebut.
Sumber militer itu juga mendesak para pemegang saham di perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, untuk menjual saham mereka. "Untuk menghindari kerugian, kami menyarankan para pemegang saham Aramco untuk menarik saham mereka sebelum terlambat," katanya.
Kelompok tersebut tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai sifat ancaman barunya atau tindakan apa pun yang mungkin mereka ambil.
Sebelumnya, Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan bahwa enam orang terluka setelah sebuah proyektil menghantam kawasan permukiman di kota Najran. Koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah Khamis Mushait di Arab Saudi.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dan eskalasi bentrokan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi sejak awal Oktober. Pihak koalisi telah mengumumkan "operasi skala besar" yang menargetkan kemampuan kelompok tersebut, sementara kelompok Houthi telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap bandara serta berbagai fasilitas di Arab Saudi.
Houthi Serang Kamp Militer Yaman
Sementara itu, sebanyak 53 orang tewas dan 200 lainnya terluka dalam serangan yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah Yaman di provinsi Shabwa pada hari Senin.
Data jumlah korban itu disampaikan oleh otoritas setempat di tengah meningkatnya pertempuran di negara yang dilanda kemiskinan tersebut.
Rekaman video dari provinsi Shabwa, yang telah diverifikasi oleh
Reuters, Selasa (20/10/2026), memperlihatkan orang-orang yang terluka serta jenazah berlumuran darah tergeletak di tanah.
Kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah saling melancarkan serangan sejak kelompok tersebut bergerak maju pada bulan September menuju wilayah di dekat Selat Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran strategis di mulut Laut Merah.
Sumber dari otoritas Yaman, yang berbicara dengan syarat anonim, menyatakan bahwa kelompok Houthi menembakkan tiga rudal balistik ke arah pasukan keamanan yang sedang menjalani latihan.
Shabwa, sebuah provinsi kaya energi di wilayah pesisir selatan-tengah Yaman yang menghadap ke Teluk Aden, merupakan lokasi fasilitas gas alam cair (LNG) Balhaf—investasi industri terbesar di Yaman.
Bulan ini, pasukan pemerintah melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh Houthi dan memulihkan kendali di dekat selat tersebut. Sedangkan kelompok Houthi terus mengepung Taiz, yang merupakan benteng perkotaan utama terakhir bagi pasukan anti-Houthi di wilayah dataran tinggi selatan Yaman.
(mas)