Netanyahu Sebut Israel Siap Menyerang Iran Tanpa AS

img-redaksi Muhaimin
Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:56 WIB
Netanyahu Sebut Israel Siap Menyerang Iran Tanpa AS
PM Benjamin Netanyahu menyatakan Israel siap menyerang Iran tanpa partisipasi Amerika Serikat jika diperlukan. Foto/gov.il
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel siap menyerang Iran tanpa partisipasi Amerika Serikat (AS) jika diperlukan. Dia pun berjanji akan menggulingkan pemerintahan Teheran dan menjadikan serangan pendahuluan sebagai prinsip utama dalam doktrin keamanan Israel.

Pernyataannya muncul di tengah negosiasi tidak langsung yang masih berlangsung terkait perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel sejak Februari. Israel, yang merupakan penerima utama pendanaan militer dan persenjataan dari Amerika, membenarkan serangan-serangannya dengan alasan keamanan—meskipun konflik tersebut telah meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah, mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, dan memicu kenaikan harga energi global.

Dalam pidatonya pada hari Minggu yang memaparkan doktrin keamanannya, Netanyahu berargumen bahwa Iran akan membangun kembali kemampuan nuklir dan militernya selama pemerintahannya masih berdiri. Dia menegaskan bahwa Israel siap melancarkan serangan lebih lanjut tanpa harus menunggu partisipasi Amerika.

"Jika kami harus bertindak sendiri, kami akan bertindak sendiri," ujarnya, yang dilansir Russia Today, Senin (19/10/2026).

Netanyahu merujuk pada kampanye Israel sebelumnya terhadap Iran sebagai sebuah model. Dia mengenang kembali saat dirinya memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa dia akan tetap menyerang Teheran "bagaimanapun caranya", seraya mengajak AS untuk turut serta dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Fordow.

Dia menggambarkan tindakan lebih lanjut terhadap Iran sebagai urusan yang belum tuntas, dengan secara eksplisit menyebut penggulingan pemerintahan Iran sebagai tujuan akhir. "Kami sedang mengupayakannya dan kami akan mewujudkannya," kata Netanyahu.

Meskipun Teheran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan membantah upaya pengembangan senjata nuklir, Netanyahu kembali mengeklaim bahwa serangan AS-Israel telah mencegah Iran memperoleh bom atom yang ditujukan untuk menghancurkan Israel.

Netanyahu menempatkan serangan-serangan baru ini sebagai bagian dari doktrin yang lebih luas, yang memprioritaskan serangan daripada pertahanan. Dia mengibaratkan tindakan menyerang lebih dulu seperti mendapatkan keunggulan dalam perkelahian jalanan semasa kanak-kanak, seraya menambahkan bahwa Israel dapat mendirikan pangkalan jauh di luar perbatasannya.

"Kita harus hidup dengan mengandalkan pedang agar bisa terus bertahan selama bertahun-tahun," ujarnya.

Dia juga memaparkan rencana untuk menyita dan menghancurkan apa yang dia sebut sebagai pusat-pusat ancaman di wilayah Tepi Barat yang diduduki, menetapkan pencegahan berdirinya negara Palestina sebagai prinsip dasar, serta memasukkan upaya untuk mengganggu sistem militer maupun "sistem sipil" ke dalam strategi pencegahannya.

Negosiasi antara AS dan Iran saat ini telah menemui jalan buntu. Bulan lalu, Trump menolak usulan Teheran dengan menyebutnya "tidak dapat diterima". Dia bersikeras bahwa blokade AS telah membuat Iran "kalah telak" dan kini harus menyepakati perjanjian sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Washington.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada akhir pekan lalu menegaskan kembali bahwa pelayaran normal di Selat Hormuz dapat kembali berjalan dalam waktu tujuh hari jika Washington menerima syarat-syarat yang diajukan Teheran. Syarat tersebut mencakup pencabutan blokade Angkatan Laut, pelonggaran pembatasan ekspor minyak, pelepasan aset yang dibekukan, serta penghentian permusuhan di semua lini—termasuk operasi Israel di Gaza dan Lebanon.

Meski demikian, Trump telah melontarkan ancaman untuk kembali melancarkan pengeboman. Laporan dari Axios baru-baru ini menyebutkan bahwa para pejabat AS memperkirakan operasi tempur skala besar dapat kembali terjadi setelah pemilihan paruh waktu pada bulan November.

Teheran telah memperingatkan bahwa serangan lain akan memicu pembalasan yang lebih luas, dengan kemungkinan menyasar infrastruktur teknologi Amerika di seluruh kawasan Teluk.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump Dukung Netanyahu, Apakah AS dan Israel Akan Gelar Invasi Baru Iran?
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:06 WIB
Anggota DPR Iran Serukan Pembuatan Bom Nuklir, Klaim Mojtaba Tak Akan Melarang
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31 WIB
Houthi Terus Tebar Ancaman, Arab Saudi Batalkan Davos di Gurun
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:18 WIB
Houthi Nyatakan Wilayah Udara Arab Saudi Tak Aman, Kecuali Makkah dan Madinah
International
Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:25 WIB