Diktator Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan telah meninggal dunia. Namun, pemerintah Korea Utara belum bersedia mengonfirmasi. Foto/KCNA
PYONGYANG - Sejumlah media asing melaporkan bahwa diktator Korea Utara (Korut),
Kim Jong-un, telah meninggal dunia.
TMZ menjadi media pertama yang melaporkannya, dengan menulis: "Pemimpin Tertinggi/diktator Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan telah meninggal dunia, atau sedang sekarat tanpa harapan untuk pulih—menurut berbagai media di China dan Jepang."
Media Inggris,
Express, juga melaporkan berita tersebut dengan mengutip berbagai sumber dari Korea Utara dan Timur Jauh.
The New York Post dalam laporannya mengutip sebuah jaringan penyiaran Hong Kong dan sebuah majalah Jepang.
The New York Post menambahkan bahwa laporan yang belum terkonfirmasi—yang bersumber dari pejabat senior Partai Komunis China di Beijing—menyebutkan bahwa prosedur pemasangan stent pada jantung Kim Jong-un gagal karena tangan dokter bedah tersebut gemetar hebat.
Semua laporan tersebut menyampaikan informasi dasar yang sama, yakni diktator berusia 36 tahun itu dilaporkan tiba-tiba jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit untuk menjalani prosedur jantung.
Pada hari Selasa,
CNN melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang memantau intelijen yang mengindikasikan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, berada dalam kondisi sangat kritis setelah menjalani operasi.
Media-media yang melaporkan kematiannya hari ini (20/10/2026) menyatakan bahwa, berdasarkan sumber mereka, Kim Jong-un mengalami kondisi vegetatif atau koma permanen setelah operasi yang tidak berjalan lancar, dan kemudian meninggal dunia pada hari Jumat atau Sabtu pekan lalu.
Pemerintah Korea Utara hingga saat ini belum mengonfirmasi laporan tersebut.
(mas)