Tak Ingin Bergantung pada Alutsista Asing, Qatar Akan Bangun Pusat Produksi Pertahanan Lokal

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Senin, 19 Oktober 2026 - 18:08 WIB
Tak Ingin Bergantung pada Alutsista Asing, Qatar Akan Bangun Pusat Produksi Pertahanan Lokal
Tak ingin bergantung pada alutsista asing, Qatar akan bangun pusat produksi pertahanan lokal. Foto/X/@rkmtimes
A
A
A
DOHA - Qatarakan segera mengumumkan pusat produksi pertahanan. Itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani dalam Global Security Forum di Doha pada hari Senin.

Di tengah konflik di Timur Tengah—yang telah memicu serangan dari Iran terhadap negara-negara Teluk yang kaya energi—Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani mengatakan: "Kami menjalin kemitraan dengan mitra regional, di samping mitra-mitra lain seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, untuk memastikan bahwa kami melakukan produksi pertahanan secara lokal atau berinvestasi di beberapa perusahaan tersebut."

Saat ditanya mengenai ancaman yang dihadapi Qatar dan negara-negara Teluk lainnya—seperti rudal balistik, pesawat nirawak, dan serangan siber—Al Thani menyatakan: "Dalam waktu dekat, kami akan mengumumkan kemitraan baru dengan mitra-mitra regional untuk meluncurkan inisiatif dalam membangun kapabilitas terkait ketiga elemen tersebut, serta bidang lainnya."

Ia tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Perang yang melibatkan Iran telah memberikan dampak buruk bagi Qatar. Negara tersebut terpaksa menutup sebagian besar kompleks LNG utamanya di Ras Laffan tak lama setelah permusuhan dimulai, serta mengalami kendala akibat pembatasan pelayaran global melalui Selat Hormuz yang strategis.

Sebelumnya, saat berbicara di Global Security Forum di Doha, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengatakan bahwa negaranya telah berupaya semaksimal mungkin untuk membawa Iran dan Amerika Serikat ke meja perundingan.

"Ada saat-saat di mana situasi menjadi sangat tegang, namun kami tidak pernah menyerah," ujarnya, seraya mengenang kunjungannya ke Teheran dan pertemuan-pertemuannya dengan para pejabat tinggi Iran.

Ia juga memuji upaya diplomatik Qatar, seraya menyebutkan bahwa Doha dan Islamabad bekerja sama dengan erat untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Naqvi mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Qatar dan kepala angkatan darat Pakistan bekerja "selama lebih dari 16 jam… tanpa jeda sama sekali" dalam perundingan perdamaian di Swiss.

Ia menyoroti apa yang disebutnya sebagai perjanjian pertahanan bersama yang melibatkan Pakistan, Arab Saudi, dan Turki sebagai contoh komitmen Islamabad terhadap keamanan regional.

"Ini adalah pakta untuk pertahanan, bukan untuk perang."
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Akankah Perang Houthi Persatukan Lagi Arab Saudi dan UEA?
International
Senin, 19 Oktober 2026 - 21:35 WIB
Terungkap! China Pasok Komponen Rudal ke Houthi Yaman, Ini Imbalannya
International
Senin, 19 Oktober 2026 - 13:11 WIB